Budaya Organisasi : Pengertian, Fungsi, Karakteristik, dan Contoh [Makalah Lengkap]

IlmuBudaya.Com- Kajian terhadap budaya organisasi menjadi salah satu fokus yang utama dalam ilmu budaya dasar. Hal ini lantaran berhubungan erat dengan kebiasaan seseorang dalam masyarakat untuk berkelompok. Oleh karena itulah artikel ini secara lengkap akan mengulas tentang pengertian, fungsi, karakteristik, dan contoh budaya organisasi.

Budaya Organisasi


Latar belakang tentang budaya dalam organisasi secara umum tek terlepas dari kekalahan yang dialami perusahaan Adidaya (Amerika Serikat) dalam mengalahkan Perusahaan dari Japang. Yang notabene pada waktu ini Japang pernah secara mutlak hancur karena Bom Atom di Nagasaki dan Hirosima.

Sejarah ini seolah menuntut para ahli untuk mengungkap secara serius kemenangan Negara Japan dalam melakukan manajemen di Perusahaan, hingga pada akhirnya salah satu Tokoh Ekonomi, yaitu Robbits melakukan penelitian dan pembukukannya dalam “Prilaku Organisasi”.

Buku inilah pada akhirnya menjadi induk serta sumber wawasan bagi seseorang yang ingin mendalami ilmu budaya organisasi.

Pengertian Budaya Organisasi


Budaya organisasi adalah serangkaian system, aturan, ritualisasi, dan pesan idiologi yang dianut oleh seseorang dalam masyarakat untuk berkelompok secara berbeda-beda pada satu kelompok dengan yang lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam budaya organisasi haruslah dijalankan tanpa memandang bulu selama menjadi anggota.

Secara umum, konsep dalam budaya organisasi ini juga menjadi pembeda antara satu golongan dengan yang lain. Sehingga banyak pendapat bahwa perbedaan tersebut lahir karena pengaruh geografis, budaya, adat, dan kebiasaan dalam masyarakat setempat.

Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Adapun pendapat para ahli, mengenai pengertian budaya organisasi ini antara lain sebagai berikut;

Robbist

Pengertian budaya organisasi adalah karakteristik pembeda dari satu kelompok ke kelompok lainnya, yang dianut dan dijalankan oleh seseorang dalam mencapai serangkaian project dan tujuan yang diinginkan.

Munandar

Definisi budaya organisasi adalah cara berfikir yang diyakniki hingga mencapai pada tahap idiologi yang menjadi proses kebiasaan setiap orang dalam kelompok/organisasinya. Hingga kondisi inilah menyebabkan budaya organisasi dikatakan sebagai aturan mutlak.

Sobirin

Budaya organisasi adalah aturan dalam berinterkasi yang timbul lantaran ada faktor kebiasaan anggota di dalamnya, fakta sosial ini menujukan bahwa kebiasaan akan menjadikan kondisi paling diseriusi dalam menciptakan kebudayaan.

Hakim

Arti budaya organisasi adalah serangkaian norma dan nilai sosial dalam anggota yang dijalankan dalam keseharian guna mencapai tujuan yang diinginkan oleh setiap kelompok/perusahaan yang sedang berkembang dan maju.

Soetopo

Makna budaya organisasi adalah privasi setiap oraganisasi yang diciptakan untuk mempengaruhi cara bertindak dan berprilaku seseorang dalam mecapai tujuan yang diinginkan. Makah al inilah setidaknya menjadi sumber kekuataan menjemen yang ada.

Mandy dan Noe

Menurutnya, pengertian budaya organisasi adalah serangkaian sistemasiasi dari nilai sosial, norma, faith, dan behaviour yang menjadi pedoman dalam struktur formal sehingga mendorong terciptakan aturan untuk berperilaku.

Dari serangkaian pengertian budaya organisasi menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya dalam berorganisasi adalah kebiasaan yang dilakukan setiap anggota kelompok untuk dapat mencapai tujuan dengan karakteristik yang tidak bisa disamakan. Selengkapnya, baca; Pengertian Budaya Organisasi Menurut Para Ahli

Fungsi Budaya Organisasi


Peran yang ada dalam proses budaya organisasi secara umum menurut para ahli, antara lain sebagai berikut;

Pelaksanaan dengan Aturan

Fungsi yang terpaut dalam budaya organisasi terpenting ialah sebagai pelaksanaan aturan dari segala sistim penyimpangan yang ada. Hal inilah yang membuat setiap kelompok memiliki tugas dan wewenang yang tidak bisa disamakan dalam kebudayaan dan organisasi.

Menjadi Acuan Perusahaan

Proses yang terjadi dalam sebuah kelompok atau perusahaan tidak akan terlepas dari fungsi budaya organisasi. Baik dalam pengambilan kebijakan dan keputusan selalu berkaitan dengan hal ini, dengan demikianlah setidaknya kebiasaan bertingkah laku akan mempengaruhi segmentasi pasar dan prioritas SDA (Sumber Daya Manusia).

Menjadi Kebanggaan

Simbul kesuksesaan pada saat ini seolah menjadi fungsi budaya organisasi yang dimanfaatkan sebagai kebanggaan. Setiap organisasi/kelompok pasti memiliki peran sendiri yang dianggap mamu membawa prestise dalam pandangan masyarakat.

Menjadi Simbul Komitmen

Perenan dalam budaya organisasi selanjutnya dibetuk untuk tujuan menjadikan komitmen dalam masyarakat. Dengan demikianlah setiap anggota seolah memiliki secara bersama-sama dan bertanggung jawab atas peran yang dimilikinya.

Warisan

Fungsi dalam budaya organisasi yang terkahir bisa dibetuk lantaran ada warisan dari kondisi sosial serta kebiasaan yang dilakukan kelompok sebelumnya. Khususnya pada tahap ini hanya terjadi pada contoh budaya organisasi perusahaan yang sudah besar serta maju. Selengkapnya, baca; Fungsi Budaya Oraganisasi Secara Umum Menurut Ahli

Karakteristik Budaya Organisasi


Ciri khas dalam system budaya organisasi yang ada dalam masyarakat, baik di Indonesia dan di dunia. Antara lain meliputi berbagai kondisi berikut ini;

Keteratuan Sosial

Agenda-agenda yang dilakukan oleh setiap orang dalam beroganisasi bisa menjadi karakteristik yang menjadi pembeda antara satu dengan yang lainnya. Hal ini lantaran dalam mendorong setiap anggota masyarakat tergabung dalam kelompok disesuikan dengan kondisi sebelumnya, baik dalam bahasa, geografi, ataupun ritualisasi beragama.

Norma Sosial

Selanjutnya, yang menjadi karakteristik dalam budaya organisasi adalah berkaiatan dengan nroma yang dianut dan dijalankan setiap waktu. Norma yang kemudian menjadi adat istiadat ini akan tercermin dalam kurun waktu yang lama, sehingga membuat setiap anggota masyarakat merasa melakat di dalamnya.

Nilai Sosial Dominan

Saolah satu dari sekian karakteristik terdapat untuk budaya organisasi adalah nilai yang dominan, sehingga menyebabkan setiap orang saling berbagai dan memiliki antar sesame, selain itujuga bisa menunjang tujuan yang diinginkannya.

Filsafat yang Dijalankan

Setiap bagian daripada budaya organisasi selalu memiliki jargon yang bisa membuat seseorang di dalamnya termotivasi melakukan tindakan yang diinginkan oleh kelompok tersebut, jargon yang menjadi semboyan ini kemudian di datangkan agar mampu mendistribusikan tujuan dengan keiinginan.

Dari serangkaian penjelasan tentang karakteristik pada kebiasaan dalam organisasi di atas, penting untuk diketahui bahwa pada saat ini peran serta menajamen sangat diperlukan mengingat segala bentuk tindak laku manusia telah terpaut dengan system teknologi, apalagi ancaman globalisasi maka dituntut setiap bidang kelompok untuk dapat meningkatan inovasi yang diharapkan. Baca juga; Karakteristik Budaya Organisasi Menurut Para Ahli secara Umum

Tipe Budaya Organisasi


Pemaknaan dalam system organisasi yang dilakukan seseorang dalam kehidupan masyarakat dapat digolongkan dalam berbagai macam, yang diantarnya adalah sebagai berikut;

Budaya Konstruktif

Tipikal dalam budaya berorganisasi ini lebih condong pada sikap pemberikan motivasi kepada pihak yang ada di dalamnya. Proses inipula terdapat dalam bentuk manajemen yang meningkatkan kemampuan kariawan agar dapat fokus pada tujuan yang diinginkan.

Secara garis besarnya dalam tipe budaya organisasi kontruktif ini ialah kewajiban setiap atasan untuk mensosialisasikan tujuan setelah itulah pihak yang terkait diperlukan pemaknaan dalam segi loyalitas serta fokus pada project yang dijalankan.

Budaya Pasif Depensif

Sistemasisasi dalam proses budaya berorganisasi selanjutnya ialah tipikal yang bermakna perlindungkan kepada setia anggota untuk mengerjakan apa yang telah menjadi tugas serta wewenangnya. Dalam kondisi ini setiap seseorang dituntut keras untuk saling melindungi.

Budaya Organisasi Agresif Depensif

Bentuk dalam budaya berorganisasi yang terakhir ialah tentang penuntutan setiap anggota dalam kelompok masyarakat untuk dapat mengerjakan tugas serta melindungi  dirinya. Dalam hal ini dapatpula dikatakan bahwa tipe yang terakhir adalah tipikal gabungan dari bentuk orgasasi yang telah disebutkan.

Terlihat dari serangkaian tuliasn tentang tipe-tipe dalam budaya organisasi di atas, tentusaja memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Terlebih pada saat ini setiap organisasi dipengaruhi oleh ikilm serta geografi yang berbeda, oleh karenanya khusus dalam catatan ini, para ahli salah satunya Muclas (2008) mengatakan bahwa tipe yang paling baik diterapkan adalah tipikal budaya organisasi partisipatif.

Maksud dari budaya organisasi partisipatif ialah system kebudayaan yang ada dalam masyarakat, dengan menerima segala bentuk pandangan setiap anggotanya. Kondisi inipula merembak dalam setiap lini kehidupan seperti dalam budaya politik partsipan serta budaya hukum yang partisipatif.

Alasan klasih mengepa ini paling baik, lantaran pada era saat ini kebebasan masyarakat dituntut keras untuk selalu terpenuhi. Dengan banyaknya konsep yang terkadung di dalamnya tentu akan melahirkan ide yang berbeda dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Contoh Budaya Organisasi


Adapun khusus pada beragam kasus dalam budaya di organisasi ini terbagi dalam 2 macam pertama dalam kelompok masyarakat dan kedua yang ada di dalam perusahaan.

Contoh Budaya Organisasi Masyarakat

Contoh nyata yang ada dalam system budaya organisasi masyarakat dapat dilihat dari serangkaian aturan di pemerintahan desa. Aturan ini misalnya hubungan antara Kepala Kampung, RT, RW, dan lain sebaginya. Dalam hal ini setiap sub bidang kekuasaan ada pembagian yang jelas sehingga tidak tabrakan wewenang satu sama lainnya.

Selain hal itu pula contoh budaya dalam organisasi juga terlihat dalam keluarga, meskipun tidak tertulis setiap Kepala Keluarga adalah Ayah yang bertus mencari nafkah bagi istri dan anak. Sedangkan  tugas ibu ialah memasak serta mendidik perkembangan anak. Aturan seperti ini sudah dijalankan dari turun temuruh, khsusnya di Indonesia yang menganut system budaya timur. Baca jugaContoh Budaya Organisasi di Indonesia Yang Kita Temukan

Contoh Budaya Organisasi Perusahaan

Fenomena dari kasus mengenai organisasi perusahaan yang menjalankan budaya misalnya saja adanya PLN sebagai BUMN yang memproritaskan hasil kerja dengan kadar keamanan tinggi, ataupun Bank Mandiri sebagai bank konvensional di Indonesia ia memiliki budaya kepercyaan, integritas, dan professional. SelengkapnyaContoh Budaya Organisasi Perusahaan di Indonesia dan Dunia

Beragam penjelasan mengenai pengertian, fungsi, karakteristik, dan contoh serta tipe dalam budaya organisasi ini dapat dikatakan bahwa manfaat setiap kelompok memiliki kebiasaan akan mampu memberikan doroangan kepada anggotanya, termasuk untuk perusahaan ialah fokus dalam mencapai tujuan yang diinginkan (goal).

Oleh karena itulah setiap kelompok dalam masyarakat sangat menganggap bahwa budaya organisasi ini penting untuk dibentuk secara teratur dan dalam kurun waktu tertentu. Sebab tidak ada kesuksesaan yang bisa terbayarkan jika ketidak adaan dalam kebiasaan dalam kebudayaan organisasi.

Demikianlah penjelasan lengkap dari uraian tentang “budaya organisasi”. Semoga adanya tulisan ini bisa memberikan wawasan dan meningkatkan pengetahuan secara mendalam bagi segenap pembaca yang mendalami materi tentang “organisasi dan budaya”. Trimakasih,  

0 Response to "Budaya Organisasi : Pengertian, Fungsi, Karakteristik, dan Contoh [Makalah Lengkap]"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel