Budaya Politik Partisipan: Pengertian, Ciri, dan Contoh [Lengkap]

IlmuBudaya.Com- Budaya politik partisipan menjadi salah satu bahasan yang cukup penting bagi kajian ilmu budaya dan politik. Hal ini di dasari pada kenyataan bahwa setiap manusia yang hidup di dunia ini memerlukan kekuasaan serta pengaruhnya dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat. Oleh sebab itulah dalam ulasan kali ini akan memberikan penjelasan mengenai pengertian,, ciri, dan contoh budaya politik partisipan.

Budaya Politik Partisipan


Kenyataan tentang kemajuan manusia tidak bisa terpisahkan dari system budaya yang ada. Hal ini menjadi fenomena sosial yang menyatakan bahasa subjek kajian ilmu budaya dasar sejatinya ialah budaya dan masyarakat. Yang tergolong di dalamnya tentang keluasaan (politik) dan tingkat kepercayaan masyarakat untuk memilihnya (partisan).

Atas dasar itulah budaya (culture) dan partisipatif menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipishakan. Adapun istilah partisipasi secara tirmologi bersal dari kata “participation” dalam Bahasa Inggris yang artinya berperan bersama dengan orang lain untuk kepentingan bersama-sama dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Pengertian  Budaya Politik Partisipan


Pengertian budaya politik partisipan adalah system budaya politik yang terjadi secara nyata dalam kehidupan masyarakat, prosesisasi pertisipasi ini di dasari pada kesadaran politik  masyarakat yang tinggi akan kewajiban serta hak yang diambilnya dalam perenan politik.

Pengertian Budaya Politik Partisipan Menurut Para Ahli

Adapun definisi para ahli, mengenai arti budaya politik partisipan antara lain sebagai berikut;

Herber Mc. Closky

Pengertian budaya politik partisipan adalah serangkaian peristiwa dalam masyarakat yang dihubungkan dengan sikap sukarela (ikhlas) setiap warga untuk mengambil bagian di dalam proses pemilihan penguasaan secara langsung, baik dalam zona regional, nasional, ataupun internasional.

Miriam Budiardjo

Definisi budaya politik partisipan adalah peristiwa yang dilakukan masyarakat secara individu atau kelompok dalam memilih secara langsung terhadap pemimpin-pemimpin politik yang dilamnya dipengaruhi besar pada tingkat kepercyaan.

Sidney Verba

Arti budaya politik partisipan adalah kegiatan yang dilakukan seseorang sebagai warga negara yang sah dan legal untuk memilih pejabat Negara dengan keayikinan penuh bahwa dengan pimpinannya akan membawa perubahan yang signifikan, baik dalam segi ekonomi, sosial, pembangunan, dan lain sebagainya.

Dari pengertian budaya politik partisipan menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa arti ini cederung pada tingkat kemampuan masyarakat dalam memilih pemimpinnya untuk dapat memajukan secara menyeluruh pembangunan dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

Ciri Budaya Politik Partisipan


Adapun sejumlah karakteristik dari system budaya politik partisipan antara lain adalah sebagai berikut;

Kesadaran Hak dan Kewajiban Politik yang Tinggi

Tipikal pertama yang muncul dari budaya politik partisipan ialah kesadaran masyarakat yang tinggi akan perbedaan hal dan kewajibannya dalam dunia politik. Selain itupula dalam tipe budaya ini masuyarakat sudah siap untuk bertanggung jawab dengan keadaan akan pilihannya.

Memahami Peran dan Posisi

Karakteristik dari system budaya politik partisipan selanjutnya ialah munculnya peran dan posisi masyarakat yang sudah di atur sedemikian rupa dalam mencapai keinginan akan tujuan bersama. Dalam bagian ini semua masyarakat sudah sadar akan starta sosial yang terkait peran dan posisinya.

Tingkat Keiikutsertaan Masyarakat

Ciri selanjutnya dalam budaya politik jenis partisipan ialah tingkat keiikutsertaan masyarakat akan peranan politik dan kekuasaan yang tinggi. Dalam hal ini setiap gejolak serta fenomena perpolitikan berupa perebutan kekuasaan sudah dianggap sebagai kepentingan bersama.

Terbentuknya Keadulatan Masyarakat

Adanya kedaualan masyarakat secara global menjadi salah satu ciri budaya politik partisipan yang berwujutannya bisa dalam suatu Negara atau wilayah-wilayah tertentu yang mewajibkan untuk memilih pemimpin mereka seperti memiliki presiden, gubernur, ataupun walikota/bupati.

Dari serangkaian penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa peran serta budaya politik partisipan dalam masyarakat sudah menyadari akan arti keberadaan sebagai pemiliki Negara yang menitipkan perwakilan yakni tokoh politik. Oleh karena itulah dalam setiap momentum kegiatan masyarakat budaya politik yang seperti ini bisa dikatakan sebagai abstraksi dari pesta demokrasi.

Contoh Budaya Politik Partisipan


Contoh yang dapat disebutkan dalam budaya-budaya politik partisipatif seperti ini misalnya saja sebagai berikut;

Pemilukada

Pemilihan kepala daerah yang ada di setiap wilayah Indonesia bisa diakatakan sebagai budaya politik partisipan, asalkan dengan syarat tidak mempergunakan money politic sebagai pengaruh pemilihan masyarakat. Adanya ikutserta masyarakat dalam memilih inilah dikatakan sebagai politik partisipan.

Musyawarah Pembangunan Daerah

Rembukan-rembukan yang mengatasnamakan persekumpulan masyarakat dalam ikutserta menyuarakan solusi atas permasalahan bisa dikatakan bagian daripada budaya politik partisipan. Hal ini disebabkan karena masyarakat sebagai pemilik Negara ikut andlil dalam bagian prosesi ini.

Sebagai penjelasan atas contoh budaya politik partisipan di atas. Maka dapat dikatakan bahwa garis besar pembangunan yang menghubungkan masyarakat dengan tokoh politik dalam merancang rencana untuk mencapai tujuan bersama, bisa dalam rembug, diskusi, dan lainnya bagikan daripada jenis budaya politik ini.

Wujud Budaya Politik Partisipan


Untuk implementasinya sendiri, bagian yang menjadi wujud jenis politik ini, antara lain;
  1. Melaksanakan kegiatan pemilu yang ada di tingkat wilayah kota/kab atau Negara
  2. Keiikutsertaan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan pemilihan umum
  3. Keaktifan masyarakat untuk menjadi organisasi politik
  4. Masyarakat atau keterwakilan yang menduduki jabatan politik
  5. Keiinginan untuk mencari jabatan politik
  6. Mencari anggota aktif dalam suatu organisasi politik
  7. Berpartisipasi masyarakat secara umum dalam bidang demokrasi
  8. Berpartisipasi masyarakat untuk ikut dalam pemungutan suara (voting)
  9. Partisipasi masyarakat dalam diskusi politik yang bersifat informal.

Demikinalah serangkaian penjelasan dan pengulasan secara lengkap mengenai pengertian, ciri, dan contoh budaya politik partisipan. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menjadi wawasan dan menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

0 Response to "Budaya Politik Partisipan: Pengertian, Ciri, dan Contoh [Lengkap]"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel