11+ Budaya Jawa dan Contohnya Lengkap

Suku Jawa bisa dibilang suku paling besar di Indonesia, dengan jumlah 41% penduduk Indonesia berasal dari suku Jawa. Hal itu menunjukkan bahwa hampir setengah penduduk Indonesia merupakan orang Jawa yang memiliki budaya yang sama. Orang Jawa tidak melulu ia yang tinggal di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DIY, melainkan juga yang tinggal di luar pulau, seperti di Sumatra, Sulawesi, Papua, sampai Kalimantan.

Budaya Jawa


Melihat banyaknya orang yang berasal dari Jawa, tentu saja banyak budaya yang turun temurun yang dilahirkan dari suku ini. Budaya Jawa dapat diartikan sebagai bentuk kebiasaan atau cara hidup sekelompok orang Jawa terdahulu yang diwariskan secara turun temurun untuk generasi selanjutnya. Budaya Jawa sendiri sangat banyak dan beragam. Kali ini akan dibahas budaya-budaya Jawa beserta contohnya.

Budaya Jawa dan Contohnya


Berikut 10 budaya Jawa dan contohnya: 

Bahasa 

Suku Jawa memiliki bahasa yang sangat khas, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa menjadi bahasa yang sangat dijunjung oleh orang Jawa. Bahasa Jawa sangat menjunjung tinggi norma kesopanan dan kesantunan dalam berkomunikasi (berbahasa). 

Bahasa jawa sangat kental dengan istilah ‘unggah-ungguh’ atau dengan kata lain tata krama dalam berbahasa. Bahasa Jawa sendiri yang dipakai orang jawa ada banyak, yaitu bahasa Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Pada prinsipnya, bahasanya sama namun, digunakan dengan dialek yang berbeda. 

Filosofi Hidup

Orang yang berasal dari Suku Jawa terkenal dengan filosofi hidupnya yang teguh. Filosofi tersebut lekat dengan folosofi kehidupan yang diturunkan oleh sesepuh. Filosofi hidup ini dijadikan sebagai pedoman dan pandangan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. 

Berikut contoh filosofi Jawa :
  • Urip iku mung wang sinawang, mula aja nyawang sing mung isa disawang. Artinya, hidup itu hanya tentang melihat dan dilihat. Jangan hanya melihat apa yang terlihat. Jadi, jangan menyimpulkan dari apa yang terlihat.
  • Aja rumangsa bisa, naning bisaa rumangsa. Artinya, jangan merasa dirimu bisa. Teruslah berusaha untuk tetap rendah hati.
  • Ajining dhiri dumunung ing lathi, ajining raga saka busana. Artinya berharganya diri kita itu dapat dilihat dari ucapan, dan berharganya raga kita itu dilihat dari cara berpakaian.


Kepercayaan (Kejawen)

Jika Islam, Kristen, Hindu, Budha merupakan agama yang diyakini masyarakat Indonesia, maka suku Jawa juga mempunyai kepercayaan yang dipegang teguh, yaitu kejawen. Kejawen adalah kepercayaan yang dianut dan dilahirkan oleh leluhur Suku Jawa. Meski begitu, hingga saat ini kepercayaan kejawen masih dijalankan oleh beberapa orang. 

Kepercayaan ini berisi tentang budaya, tradissi, sikap, dan ritual orang-orang Jawa. Adapun contoh kejawen dari sisi spiritual adalah ‘pasa’ dan ‘tapa’ yaitu berpuasa dan bertapa. Berpuasa ‘mutih’ tidak boleh makan nasi, dan bertapa seperti olah jiwa. 

Kesenian Tari

Suku Jawa juga terkenal akan seni budayanya. Kekayaan seni budaya Suku Jawa sangat beragam, salah satunya yaitu seni tari. 

Adapun contoh kesenian tari dari Suku Jawa yaitu: 

Jawa Tengah 
  • Tari Bedhaya Ketawang
  • Tari Gambyong
  • Tari Bondan Payung
  • Tari serimpi
  • Tari beksan
  • Tari Ebeg
  • Tari Kethek
  • Tari Sintren

Jawa Barat
  • Tari Ronggeng Bugis
  • Tari Wayang
  • Tari Merak
  • Tari Jaipong
  • Tari Topeng
  • Tari Ketuk Tilu
  • Tari Keurseus
  • Tari Jaipong 

Jawa Timur
  • Tari Wayang Topeng
  • Tari Remo
  • Tari Glipang
  • Tari Baskal
  • Tari Reog Ponorogo
  • Tari Gandrung Banyuwangi

Kesenian Musik

Selain kaya akan seni tarinya, Suku Jawa juga terkenal akan kesenian musik nya. Seni musik suku Jawa ini turun temurun sebagai hiburan untuk masyarakat. Kesenian musik Jawa ini diturunkan berdasarkan gaya tradisi dan bahasa tiap-tiap daerah. 

Cakupan Suku Jawa sangtlah luas, jadi luas juga persebaran kesenian musiknya. Adapun contoh keseninan musik suku Jawa yang sangat terkenal adalah gamelan. Gamelan sendiri yaitu pengiring musik yang terdiri dari saron, demung, kenong, slenthem, gong, gambang, siter, dan gender.

Kesenian musik Jawa ini biasanya digunakan untuk mengiringi kesenian tari dan pertunjukan lainnya, seperti wayang. Selain itu, kesenian musik ini juga biasa digunakan untuk pengiring di pagelaran-pagelaran besar.

Hitungan Jawa

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa Suku Jawa sangat kental terkenal dengan tradisinya. Salah satu tradisi suku Jawa yaitu memiliki sistem dalam perhitungan. Sistem perhitungan ini digunakan untuk mengambil keputusan-keputusan yang dinilai penting. Sistem perhitungan ini dinamakan Neptu. Neptu ini meliputi hari, bulan, hingga tahun yang mengandung nilai yang berbeda. Nilai-nilai itu dijumlahkan dan nantinya dapat diketahui baik buruknya keputusan yang diambil. 

Kalender Jawa

Selain hitungan jawa yang dijadikan patokan untuk mengambil keputusan, suku Jawa juga mempunyai kalender tersendiri. Kalender ini berbeda dengan kalender masehi pada umumnya. Kalender ini diturunkan dari Kesultanan Mataram. Kalender Jawa dibuat dari perpaduan antara budaya Eropa, Hindhu, Budha, dan Islam.

Pada kalender ini, siklus harian dibagi menjadi 2, yaitu yang satu minggu ada 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu) dan yang satu minggu ada 5 hari yang biasa disebut pancawara (Manis, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon). Sedangkan dalam satu tahun tetap ada 12 bulan, yaitu Sura, Sapar, Mulud, bakda Mulud, Jumadil Awal, Jumadilakhir, Rajab, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar.

Huruf (Aksara Jawa)

Tidak ada habisnya, suku Jawa juga memiliki huruf sendiri, yang biasa disebut aksara Jawa. Jika huruf abjad memiliki 24 karakter, maka aksara jawa hanya mempunyai 20 karakter. Namun spesialnya, aksara jawa mengandung sebuah filosofi aksara jawa.  

Legenda yang diceritakan dari asal usul aksara jawa ini berasal dari cerita babad Ajisaka. Babad Ajisaka menceritakan tentang pengembaraan seorang Ajisaka yang menitipkan keris (senjata tradisional) kepada abdinya selagi ia mengembara. Ia berpesan pada abdinya bahwa keris itu harus dijaga, dan jangan sampai diberikan ke orang selain Ajisaka.

Sesampainya Ajisaka di kerajaan, ia lupa bahwa kerisnya masih tertinggal. Lalu ia menyuruh abdinya yang dikerajaan untuk mengambil kerisnya dan berpesan untuk tidak kembali sebelum mendapatkan keris itu. 

Tiba di tengah hutan, kedua abdi tersebut bertarung karena pada hakekatnya mereka mengedepankan pesan dari Ajisaka dan kesetiaanya. Kemudian, tewaslah kedua abdi tersebut karena berusaha menjaga dan mengambil keris sesuai petuah Ajisaka. Berdasarkan kejadian tersebut, Ajisaka membuat tulisan yang biasa disebut aksara jawa untuk menghormati keduanya.
  • Ha na ca ra ka = terdapat dua utusan setia
  • Da ta s awa la = saling bertarung
  • Pa dha ja ya nya = sama-sama saktinya
  • Ma ga ba tha nga = sama-sama matinya

Rumah Adat 

Masih dalam Budaya Jawa yang memiliki banyak keberagaman. Suku Jawa juga mempunyai rumah adat yang beragam. Rumah adat biasa digunakan sebagai tempat singgah oleh orang Jawa. Rumah adat Jawa sangat beragam dan memiliki ciri-ciri tertentu. Contoh rumah adat Jawa yaitu :
  • Rumah Badui dari Banten
  • Rumah Kebaya dari Jakarta
  • Rumah Adat Kasepuh dari Jawa Barat
  • Senjata Tradisional

Untuk menutup artikel ini, ada satu lagi budaya Jawa yang tidak kalah uniknya, yaitu senjata tradisional.

Senjata tradisional

Senjata tradisional merupakan benda atau produk buatan masyarakat yang digunakan untuk melindungi diri dari serangan. Selain itu, senjata tradisioanal juga biasanya digunakan masyarakat untuk berkegiatan meladang dan berburu. 

Mengingat pada zaman kakek-nenek terdahulu, bercocok tanam, meramu, dan berburu masih menjadi pencaharian utama. Adapun macam senjata tradisional dari Suku Jawa ini juga cukup banyak dan tersebar menurut daerah pembuatannya.

Contoh Senjata Tradisional Jawa :
  • Golok Ujung Turun dari Jakarta
  • Kujang dari Jawa Barat
  • Keris dari Jawa Tengah
  • Keris Yogya dari DIY
  • Clurit dari Jawa Timur
  • Golo Clomas dari Banten

Dari penjelasan diatas, dapat;ah dikatakan bahwa Indonesia sejatinya merupakan negara yang sangat kaya. Berbagai macam perbedaan dari Sabang hingga Merauke menyatu dalam keberagaman Bhineka Tunggal Ika. Salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia yaitu sukunya.

Bahkan, menurut BPS, hingga detik ini Indonesia memiliki 714 suku yang tersebar di berbagai penjuru. Suku-suku itu hidup berdampingan satu sama lain. Dari mulai suku yang besar hingga suku-suku kecil yang ada di pelosok-pelosok negeri.

Demikianlah tulisan tentang budaya jawa dan contohnya. Semoga melalui rangkaian artikel ini bisa memberikan wawasan dan juga pengetahuan bagi segenap pembaca yang pada saat ini sedang mempelajari kebudayaan. Trimakasih, 

0 Response to "11+ Budaya Jawa dan Contohnya Lengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel