10+ Budaya Batak di Sumatra Secara Umumnya


Suku Batak adalah salah satu suku bangsa terbesar yang ada di Indonesia. Suku batak adalah salah satu suku yang bertempat tinggal di Pantai Barat dan Pantai Timur yang ada di Provinsi Sumatra Utara. Ada beberapa suku yang dapat di kategorikan sebagai suku Batak, diantaranya adalah Toba, Karo, Pak-Pak, Simalungun, Angkola, dan Mandailing.

Batak di Sumatra Utara


Masayarakat sering  menganggap bahwa penyebutan Batak hanya pada suku Toba saja padahal Batak itu sendiri tidak diwakili oleh suku Toba. Sehingga masayarakat menganggap tidak ada budaya dan bahasa Batak, namun yang ada hanyalah budaya dan bahasa Toba, Karo, Simalungun dan suku-suku lain yang serumpun.

Masyarakat Batak banyak yang menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik,  dan Islam. Selain itu ada yang menganut tradisi Malim dan juga menganut kepercayaan animisme.

Suku Batak populer dalam sejarah Indonesia modern setelah tergabungnya para pemuda dari Angkola, Mandailing, Karo, Toba, Simalungun, Pakpak di organisasi yaitu Jong Batak pada tahun 1926.

Berbagai suku memiliki budaya sendiri, Aksara sendiri, Seni Bangunan sendiri yang di jadikan bukti sebagai adanya leluhur serta adanya Sistem marga yang berlaku bagi seluruh penduduk yang menunjukkan adanya suatu ketatanegaraa yang bijaksana. Ada Beberapa etnis Batak yang dapat dikategorikan sebagai suku Batak, diantaranya adalah sebagai berikut :

Batak Toba

Batak Toba adalah etnis Batak yang bertempat tinggal di wilayah kabupaten Toba Samosir. Ciri khusus yang sudah terkenal dari suku batak ini adalah marganya yaitu Hutabarat, Panggabean, Simorangkir, Hutagalung, Hutapea, dan Lumbantobing. Keenam marga tersebut merupakan keturunan dari Guru Mangaloksa ia adalah anak dari Raja Hasibuan yang bertempat tinggal di wilayah Toba.

Batak Simalungun

Batak Simalungun adalah salah satu etnis batak yang bertempat tinggal di wilayah kabupaten Simalungun. Marga asli etnis Simalungun yaitu Damanik, Purba, Saragih, dan Sinaga. 

Batak Karo

Batak Karo adalah suku batak yang bertempat tinggal di wilayah dataran tinggi Karo. Bahasa yang digunakan oleh batak karo adalah  Cakap Karo. 

Batak Pakpak

Batak pakpak adalah suku etnis yang bertempat tinggal di wilayah sumatera utara dan berbatasan dengan Aceh, dan sebagian juga berada dalam wilayah Nanggro Aceh Darussalam.

Suku Batak Mandailing/Angkola

Batak Mandailing bertempat tinggal di sebuah wilayah Mandailing-Natal. Akan tetapi telah tersebar di berbagai wilayah di antaranya adalah di kabupaten Padang Lawas, kabupaten Padang Lawas Utara, dan kabupaten Tapanuli Selatan. Batak Mandailing terbagi menjadi beberapa budaya yang telah di kenal sebagai hasil dari serapan kebudayaan Minangkabau. 

Kebudayaan Batak Secara Umum


Hal ini lah yang menunjukkan jika Indonesia telah memiliki berbagai jenis kebudayaan yang beraneka ragam. Adapun dalam hal ini 10 kebudayaan dari suku batak adalah sebagai berikut:

Menikah dengan Pariban atau Sepupu

Istilah  Pariban atau sepupu adalah rokkap atau Jodoh. Tidak semua sepupu dapat di nikahi, misalnya adalah seorang perempuan yang dapat menikah dengan laki – laki dari adik perempuan ayah. Sedangkan jika seseorang tersebut laki – laki, maka dapat menikah dengan anak perempuan dari adik laki – laki ibu. 

Martarombo

Menurut orang batak Martarombo adalah bertutur. Orang Batak sering sekali mencari-cari hubungan saudara dengan orang satu dan orang yang lainnya. Misalnya, saat bertemu dengan orang lain, pasti yang di tanyakan adalah Marga dari orang tersebut, kemudian akan selalu berusaha mencari hubungan pertalian dengan marganya sendiri. Yang terjadi adalah akan ada hubungan saudara bila sesama orang Batak tersebut bertemu.

Tuhor

Tuhor menurut orang batak adalah uang yang digunakan untuk “membeli”. Ketika Seorang perempuan yang akan dilamar oleh seorang laki-laki maka harus di lakukan dengan adat Tuhor ini. Kemudian Uang tuhor ini akan di gunakan untuk biaya pernikahan, membeli kebaya pengantin perempuan, dan kebutuhan pernikahan lainnya, Semakin tinggi pendidika atau semakin tinggi pekerjaan perempuan, maka tuhor yang di berikan juga akan semakin besar. Namun semua in tergantung kesepakatan pihak keluarga laki-laki dan perempuan.

Sebagian besar orang Batak Masih ada yang menggunakan adat ini, Namun untuk sebagian orang batak yang telah modern adat ini sudah tidak menjadi masalah jika sudah sama – sama saling cinta. 

Mandok Hata

Mandok Hata adalah memulai percakapan saat tahun baru tiba. Hal ini telah menjadi suatu kebiasaan orang Batak saat berkumpul keluarga besar. Mereka akan Saling bercerita mengenai refleksi setahun yang lalu, saling meminta maaf dan kemudian merencanakan apa yang ingin dicapai di tahun yang akan datang. Adat ini biasanya di lakukan dari yang paling tua terlebih dahulu baru ke yang muda. 

Tidak Boleh Menikah Satu Marga

Orang Batak melarang menikah dengan satu marga dan yang masih satu silsilah dengan dirinya. Menurut orang Batak ada beberapa marga yang masih di anggap sebagai satu silsilah sehingga masih dianggap sebagai saudara yang di larang untuk menikah.

Untuk mengantisipasi hal ini, dalam setiap perkenalan selalu ditanyakan marga apa sebelum timbul cinta antar laki – laki dan perempuan tersebut.

Mongulosi

Monguloso atau Ulos merupakan kain tradisional yang berasal dari Batak. Kain ini sama seperti batik yang berasal dari Jawa dan kain tenun yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Ada bermacam-macam jenis kain ulos, tergantung pada saat ritual apa di gunakan, Misalnya pada upacara, pernikahan, kematian, kain ulos yang digunakan berbeda- beda. Bahkan ada yang sesuai dengan strata lingkungan social di suku tersebut.

Konsep rumah batak

Konsep Rumah Batak yang di bangun memiliki keunikan tersendiri dan setiap bangunan yang di ukir pasti memiliki makna tersendiri. Bentuk pintu masuk yang rendah memiliki arti sendiri yaitu tamu harus menghormati tuan rumah dan mengikuti peraturan yang ada di dalam rumah.

Cicak dan orang Batak

Cicak merupakan lambang dari orang Batak. Hampir diseluruh rumah orang batak pasti terdapat cicak baik itu di rumah dengan ukuran kecil, sedang, sampai besar. Orang batak sering di sebut sama seperti cicak dimanapun dia berada baik itu di perkampungan maupun perkotaan orang Batak dapat beradaptasi walaupun hidup yang di hadapi itu sangat lah keras, namun orang batak masih dapat bertahan hidup. 

Ucapan Salam

Suku Batak terkenal dengan sapaan yaitu “Horas”.  Ternyata tidak semua orang batak menggunakan sapaan tersebut, setiap etnis meiliki sapaan yang berbeda – beda, berikut ini penjelasannya:

  • Etnis Pak - Pak : “Njuah-juah Mo Banta Karina”
  • Etnis Karo : “Mejuah-juah Kita Krina!”
  • Etnis Toba : “Horas Jala Gabe Ma Di Hita Saluhutna”
  • Etnis Simalungun : “Horas banta Haganupan, Salam Habonaran Do Bona”
  • Etnis Mandailing dan Angkola : “Horas Tondi Madingin Pir Ma Tondi Matogu, Sayur Matua Bulung!”
Seluruh sapaan ini memiliki arti yang sama yaitu “saling mendoakan agar sehat selalu dan sejahtera dalam kehidupan”. Sapaan atau Ucapan salam ini biasa diucapkan dengan lantang dan keras, dengan tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan rasa senang. Ucapan salam wajib di ucapkan oleh orang Batak untuk menghormati satu sama lain. 

Marpundun Saut

Ketentuan yang ada dalam Marpundun Saut telah di sepakati yaitu dalam ketentuan sinamot kepada parjambar na gok, ketentuan jambar sinamot kepada si jalo todoan,  tanggal upacara, ketentuan dalam penggunaan kain ulos yang akan digunakan, ketentuan sinamot kepada parjambar sinamot, parjuhut, dan jambar juhut, tempat upacara yang akan di gunakan sinamot,  ketentuan mengenai ulos-ulos kepada pihak paranak, dan ketentuan tentang adat. Semua ini harus di tentukan terlebih dahulu melalui tahapan–tahapan sebagai berikut:

  1. Marpudun saut yang artinya adalah mewujudkan apa yang dikatakan oleh Paranak Hata, Marhusip, dan marhata sinamot dan seluruhnya yang di katakana oleh ketiga tingkat pembicara sebelum di simpulkan dan di rangkum menjadi satu dan di sahkan oleh ketua adat. 
  2. Menyerahkan bohi ni sinamot atau uang muka mas kawin kepada parboru sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.setelah akan di adakan makan bersama dan pembagian Jambar. Dan seluruh acara yang selanjytnya akan di adakan pada saat pernikahan nanti.
Demikianlah rangkaian penjelasan tentang kebudayaan Suku Batak secara umumnya. Semoga saja tulisan yang mengkati tentang budaya ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

0 Response to "10+ Budaya Batak di Sumatra Secara Umumnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel