10+ Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Yang Terkenal


Di Indonesia sendiri terdapat tujuh belas ribu pulau yang beraneka ragam, mulai dari budaya, suku, bahasa dan juga budaya yang sangat berlimpah. Salah satunya adalah suku dayak, Suku Dayak memiliki beraneka ragam upacara dan juga ritual leluhur yang masih di lestarikan sampai saat ini. 

Suku Dayak di Kalimantan


Maka dari itu walaupun suku dayak berada di daerah pedalaman pulau Kalimantan, namun budaya dan juga adat yang ada  masih tetap di lestarikan sampai saat ini dan perlu untuk terus di kembangkan. 

Provinsi Kalimantan Tengah adalah daerah yang memiliki beraneka ragam budaya terutama suku Dayak. Suku dayak ini telah terbagi menjadi beberapa sub suku diantaranya adalah Dayak ngaju, Dayak Ot Danum dan masih banyak yang lainnya. 

Suku Dayak merupakan nama yang diberikan oleh penghuni pedalaman yang berada di pulau Kalimantan. Nama dayak biasanya digunakan untuk orang–orang asli dan non–muslim, non melayu yang memang berada di daerah tersebut. Di Indonesia juga terdapat suku dayak yang muslim, namun tetap di kategorikan sebagai suku banjar dan suku Kutai.

Kebudayaan Suku Dayak


Ada beberapa ritual yang di adakan oleh beberapa daerah yang terdapat suku dayak didalamnya. Berikut ini adalah ritual–ritual yang di lakukan diantaranya adalah:

Ritual Tiwah

Ritual Tiwah adalah ritual kematian untuk masyarakat yang berada di Kalimantan Tengah. Agama yang di anut oleh masayarakat Kalimantan yang masih menggunakan ritual ini adalah agama Kaharingan yang di sebut juga sebagai agama leluhur warga Dayak yang ada di Kalimantan tengah tersebut.

Upaca tiwah ini terjadi jika  ada seseorang yang telah meninggal lama dan hanya tinggal tulang yang tersisa. Selain itu juga tujuan di adakannya upacara Tiwah ini adalah untuk menghilangkan kesialan yang ada pada keluarga yang telah meninggal tersebut. Bukan hanya itu saja upacara ini di lakukan dengan tujuan untuk menghilangkan janda atau duda yang ada pada diri seseorang yang telah di tinggalkan tersebut. 

Pakanan Sahur Lewu Dayak

Pakanan Sahur Lewu Dayak adalahsalah satu upacara yang ada di Kalimantan Tengah dari beberapa upacara yang di selenggarakan. Kata Pakanan berarti memberikan persembahan yaitu sesajen kepada orang–orang suci atau leluhur.

Sedangkan Sahur adalah para leluhur yang telah di percaya mampu menjaga kehidupan manusia. Kata Lawu sendiri berarti desa tempat bermukimnya penduduk pada suatu wilayah tertentu.  Jadi yang dimaksud dari Pakanan Sahur Lewu Dayak adalah memberikan Sesajen kepada para leluhur atau para dewa yang melindungi warga kampong sebagai tanda terimakasih atas berkat dunia yang telah di berikan.

Upacara ini biasanya dipimpin oleh tokoh agama yang sering di sebut juga sebagai basir. Selain untuk upacara syukuran atau terimakasih kepada para leluhur uparanya di di lakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antar sesama umat beragama. 

Ritual Nahunan

Ritual Nahunan adalah upacara yang di lakukan untuk memperingati bayi yang baru lahir. Pelaksanaan Ritual Nahunan ini adalah proses pemberian nama kepada bayi yang baru lahir. Upacara ini akan di laksanakan ketika bayi sudah berumur satu tahun.

Kata Nahun itu sendiri berarti “Tahun”. Proses ini untuk masyarakat dayak yang berada di Kalimantan Tengah, merupakan upacara sakral. Nama yang telah di berikan tersebut kemudian akan benar–benar resmi ketika terjadi ritual Nahunan ini. Upacara Ritual Nahunan juga digunakan sebagai upacara membayar jasa untuk bidan yang membantu melahirkan sehingga anak tersebut dapat lahir dengan selamat.

Walaupun sekarang ini sudah disebut zaman modern namun upacara – upacara seperti ini masih tetap di lestarikan oleh masayarakat dayak khususnya masayarakat yang berada di Kalimantan Tengah. 

Upacara Adat Dayak Manyanggar

Kata Manyanggar berasal dari kata  “Sangga” yang artinya batasan atau rambu – rambu. Jadi Upacara Adat Dayak Manyanggar adalah sebuah ritual yang di lakukan untuk membuat batasan – batasan tentang berbagai aspek kehidupan yang di lalui oleh manusia. Masyarakat dayak percaya akan adanya makhluk halus yang ada di bumi ini, sehingga perlu adanya batasan – batasan antara manusia dan makhluk halus.

Upacara ini biasa di lakukan oleh suku dayak saat ingin membuka lahan baru untuk pertanian atau untuk tempat tinggal, sebelum kegiatan pembangunan atau pembukaan lahan tersebut di lakukan  maka masyarakat dayak akan melaksanakan ritual Manyanggar ini. 

Upacara Ritual Dayak Pakanan Batu

Upacara Ritual Dayak Pakanan Batu adalah sebuah ritual yang di laksanakan setelah panen d ladang atau sawah. Upacara ritual ini di laksanakan sebagai ucapan rasa syukur atas hasil panen yang di dapat hingga memperoleh hasil yang memuaskan. Benda ataupun barang yang di sediakan dalam ritual ini adalah batu.

Batu dianggap dapat menajamkan alat pertanian dan membuat hasil panen menjadi berlimpah. Bukan hanya itu saja batu juga di anggap telah memberikan perlindungan bagi masyarakat suku dayak, memberikan kelancaran dalam pekerjaannya. Dengan menggunakan peralatan dari batu tersebut para petani tidak terluka dan tidak akan terkena musibah. 

Ritual Pernikahan Dayak Ngaju

Upacara Pernikahan Dayak Ngaju ini dilaksanakan untuk mengingat nilai – nilai tradisi yang telah di dapat oleh para leluhur. Biasanya upacara ini di laksanakan dengan diiringi oleh tarian giring – giring, atau tarian Mangalindap punei.

Tarian Mangalindap Punei adalah tarian yang di adakan untuk menyambut mempelai pria dan juga membuka pintu untuk perempuan yang sedang di pingit agar di jemput oleh mempelai laki- laki dan di sandingkan bersama. Tarian ini merupakan tarian yang sudah ada sejak zaman leluhur dan masih tetap di lestarikan sampai saat ini. 

Tuhor

Kata Tuhor berarti “Uang”. Tuhor ini digunakan untuk membeli perempuan ketika ia akan di lamar oleh seorang laki – laki. Tuhor ini yang akan menjadi saksi dalam pernikahan, Selain itu juga Tuhor ini dapat digunakan untuk membeli keperluan pernikahan yaitu membeli kebaya, alat make up, dan masih banyak yang lainnya.

Namun hal ini dapat di lakukan jika sudah ada kesepakatan dari pihak keluarga laki – laki dan perempuan. Biaya Tuhor yang di keluarkan tergantung dari seberapa tinggi pendidikan atau posisi yang sedang di jabat oleh perempuan. Semakin tinggi posisi maka tuhor yang diberikan juga akan semakin besar. 

Martarombo

Martarombo adalah salah satu adat atau kebiasaan yang di lakukan oleh masyarakat batak, yaitu mencari saudara atau ikatan kekeluarga dengan orang lain dari gelar sukunya tersebut. Jika di Tanya gelar yang di miliki sama dengan dirinya maka orang tersebut dapat disebut sebagai saudara. Hal ini lah yang sering di lakukan oleh orang dayak, lampung , dan juga orang batak.

Mangulosi

Kata Ulos berarti kain tradisional yang ada di suatu suku tertentu, kain ini sama seperti batik yang berasal dari daerah Jawa dan kain tenun yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Kain ulos ini terdapat berbagai macam jenisnya tergantung dari adat atau ritual apa yang akan di laksanakan. 

Seperti pada saat upacara kematian, pernikahan dan upacara yang lainnya pasti jenis pemakaian kain berbeda – beda. Bahkan pemakaian ini menunjukkan starata social yang ada di lingkungan tersebut. 

Semakin bagus kain yang di pakai maka orang tersebut dapat di bilang sebagai orang kaya dan begitu sebaliknya. Walaupun begitu pemakaian kain ini masih tetap berkembang sampai saat ini dan terus di lestarikan. 

Mandok Hata

Mandok Hata biasanya di lakukan saat tahun baru tiba. Hal ini sudah menjadi suatu kebiasaan tersendiri untuk suku tersebut. Momen Tahun baru untuk suku ini digunakan untuk meminta maaf kepada orang yang lebih tua dan yang muda.

Bahkan tahun baru ini di gunakan untuk momen berkumpul dengan keluaraga serta menceritakan tentang kegiatan yang telah di lakukan selama satu tahun. Kemudian baru mulai merencanakan kegiatan yang akan di lakukan untuk tahun yang akan datang, agar tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun kemarin. Kegiatan ini adalah kegiatan leluhur yang masih tetap di lestarikan sampai saat ini.

Demikianlah tulisan tentang nama-nama kebudayaan Suku Dayak di wilayah Pulau Kalimantan yang terkenal. Semoha tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah edukasi mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

0 Response to "10+ Kebudayaan Suku Dayak Kalimantan Yang Terkenal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel