10+ Budaya Banten dan Contoh Lengkapnya

Perlu diketahui Provinsi Banten adalah salah satu sebuah wilayah yang memiliki pelabuhan yang sangat ramai. Selain itu juga masyarakat yang berada di daerah Banten adalah salah satu masyarakat yang hidupnya sangat sejahtera. Kemudian pada abad ke lima Banten merupakan salah satu bagian dari Kerajaan Tarumanegara yaitu sebuah Prasasti Cidanghiyang. Prasasti Cidanghiyang adalah salah satu prasasti kebudayaan yang ditemukan di daerah Kampung Lebak di tepi Ci Danghiyang lebih tepatnya di Kecamatan Munjul, Pandeglang, Banten. Prasasti Prasasti Cidanghiyang yang berada di daerah Banten ini ditemukan pada tahun 1947.

Provinsi Banten


Banten merupakan salah satu Provinsi yang paling muda di Pulau Jawa. Hal ini lantaran sebelum-sebelumnya wilayah Banten berada pada Provinsi Jawa Barat. Barulah karena pentingnya perluasaan pembangunan dan percepatakan kamjuan wilayah ini secara defenitif memisahkan diri untuk menjadi otonomi wilayah sendiri.

Budaya Banten


Sebagai penjelasan lebh lanjutnya, artikel ini akan mengulas secara lengkapnya mengenai jenis dan nama-nama kebudayaan yang ada di daerah Banten yang terus dikembangkan dan dilestarikan sampai saat ini. Antara lain adalah sebagai berikut;

Angklung Buhun 

Di Indonesia terdapat berbagai macam jenis kesenian, salah satunya adalah Angklung Buhun. Perlu diketahui bahwa Angklung Buhun adalah sebuah alat music tradisional ysng berasal dari daerah Kabupaten Lebak, yaitu berada di sebuah provinsi Banten.

Alat musik atau kesenian Angklung Buhun diberi nama Buhun karena alat music ini ada karena pada saat adanya bersamaan dengan alat music Baduy. Perlu diketahui bahwa kata buhun berarti adalah tua atau kuno. 

Angklung Gubrag

Salah satu kebudayaan atau kesenian yang ada di daerah Banten adalah Angklung Gubrag. Angklung Gubrag merupakan sebuah keseniian tradisional yang memang masih sangat langka di daerah Banten. Walaupun masih langka alat music ini masih terus berkembang dan dilestarikan sampai saat ini. Alat music ini masih tetap dilestarikan di Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tanggerag. 

Pada saat terdapat kegiatan khusus seperti khitanan dan kegiatan yang lain aat music ini masih sering di tampilkan di daerah Banten. 

Bendrong Lesung

Perlu diketahui bahwa Bendrong Lesung merupakan salah satu sebuah kesenian tradisional yang berasal dari daerah Banten lebih tepatnya di daerah Cilegon. Kemudian kesenian yang berasal asli dari Bandung ini tumbuh dan berkembang secara turun temurun.

Perlu diketahui bahwa kesenian ini di tampilkan pada saat terjadi sebuah tradisi menymbut panen yang besar. Tujuan dari dilaksanakan kesenian tradisional ini adalah untuk menunjukkan rasa bahagia karena panen yang telah tiba. 

Debus 

Debus adalah sebuah kesenian yang digunakan untuk sebuah kesenin dan sebuah pertunjukan. Debus adalah sebuah kesenian yang dilakukan dengan cara memainkn sebuh atraksi dengan menunjukkan sebuah kekeblan tubuh.

Kesenian debus ini ditampilkan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat dengan para pejuang serta dalm melawan para penjajah. 

Dogdog Lojor

Salah satu kesenian yang selanjutnya adalah sebuah kesenin Dogdog Lonjor. Kesenian Dogdog Lonjor merupakan sebuah kesenian yang telah terbuat dari sebuah batang kayu bulat yang tengahnya telah diberi sebuah rongga dan kedua ujung memiliki sebuah ruas yang memiliki diameter yang berbeda.

Kemudian Pada ujung bulatan yang paling besar ditutup dengan kulit kambing yang telah dikeringkan kemudian diikat dengan bambu melingkar. Maka dari itu Suara yang dihasilkan akan berbunyi dog dog dog.

Karena suara ini lah alat music ini diberi nama Dog Dog. Sedangkan untuk kata lojor artinya adalah panjang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Dog - dog Lojor artinya adalah memainkan dengan Dog-dog Panjang. 

Dzikir Saman

Seni Saman atau dapat disebut juga dengan Dzikir Maulud adalah sebuah kesenian tradisional yang ada di Banten yaitu di Kabupaten Pandeglang. Kesenian ini menggunakan sebuah media gerak dan lagu atau vokal dan syair-syair yang dilafatkan dengan mengagungkan Asma Allah serta pujian kepada Nabi Muhammad SAW. berdasarkan Dzikir Saman.

Hal ini berkaitan dengan kata arti dari Saman yaitu Delapan yang memang pertama kali diciptakan oleh Syech Saman yang berasal dari Aceh. Tari Saman ini ada dibawa oleh para Ulama sejak masa Kesultanan Banten.

Kesenian ini digunakan sebagai upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada bulan Maulud. Namun seiring dengan berkembangnya zaman upacara ini digunakan untuk  selametan khitanan, pernikahan atau selametan rumah. 

Kesenian Buaya Putih

Kesenian tradisional yang berkembang sampai saat ini adalah keseian buaya putih.  Kesenian ini biasanya dilakukan saat kegiatan dalam  mengirimkan seluruh kebutuhan dalam sebuah acara yang besar.

Sudah menjadi sebuah ciri khas dari daerah ini dimana semua bahan yang dibutuhkan disuse pada sebatang pohon bambu yang dibentuk rangka mirip seekor buaya. Dan kemudian dengan dihiasi janur dikelapa.

Dalam kesenian Buaya putih dimainkan secara keseluruhan oleh 40 orang., yaitu 4 orang pemain laki-laki yang dengan bertugasnya adalah memegang umbul-umbul sebagai pembatas barisan dan 2 orang untuk bagian yang paling depan sedangkan untuk 2 orang lagi sebagai pemegang spanduk, 1 orang ditugaskan sebagai penarik penonton, sedangkan yang berada di belakang 10 orang sebagai penari mojang desa, Barulah ada sepasang pengantin yang diapit kedua orang tua dengan seorang pembawa payung kebesarannya tersebut.

Kemudian untuk bagian tengah ada 4 orang yang ditugaskan sebagai pemikul buaya putih dan mampu memainkan buaya putih dengan baik. Tarian buaya putih ini harus diiringi oleh 14 orang pemain musik rudat dan dengan alat yang terdiri dari Gending paria ria, kemplongan, dan juga gembrung. 

Pantung Bambu

Pantung Bambu merupakan sebuah alat musik tradisional yang merupakan khas masyarakat cilegon yang terbuat dari bambu. Bambu tersebut memiliki ruas dua dengan lubang di tengah dan berlidah disayat dengan tiga buah senar bernada empat tangga nada.

Sehingga karena hal ini Dalam satu grup pantun bambu dibutuhkan paling sedikit tiga pantun. Pantun-Pantun tersebut terdiri dari  melodi gendang tapak, pantun bas gendang dan pantun ritme patingtung.

Pada zaman dahulu alat musik pantun ini dimainkan dengan para petani saat berkerja disawah untuk melepas lelah, dengan hanya menggunakan peralatan bamboo yang sangat sederhana. Seiring dengan berkembangnya zaman saat ini Pantun telah di gabungkan menjadi sebuah irama yang merdu. Bukan hanya itu saja ternyata Pantun juga digunakan untuk mengiringi sebuah lagu atau Tarian.

Terbang Gede

Terbang gede adalah sebuah kesenian tradisional yang berasal dari  Banten yang telah  tumbuh dan berkembang pada saat menyebarkan agama islam di daerah Banten. Maka dari itu kesen ian terbang gede ini berkembang secara cepat di lingkungan pesantren dan mesjid yang berada di Banten tersebut.

Kesenian ini disebut terbang gede karena salah satu instrumen musik utamanya adalah terbang besar. Pada zaman dahulu kesenian terbang gede ini memiliki fungsi yaitu sebagai sarana penyebaran agama islam.

Namun seiring dengan berkembangnya zaman kesenian ini berubah menadi sebuah upacara  ritual, ngarak penganten, pembangunan rumah, syukuran bayi, hasil panen, dan juga hiburan. Dalam memainkan alat music ini biasanya dengan menggunaka Terbang gede yang dimainkan oleh beberapa orang biasanya laki-laki yang telah lanjut usia. 

Rampak Beduk

Rampak Beduk adalah sebuah Instumen berupa perkusi. Ada sekitar empat bedug yang diikat kain merah dan biru, kemudian dipukul dan kemudian pemainya berada ditengah.  Dan kemudian yang menabuh berada di pinggir dan yang berada di tengah adalah seorang pemain.

Suara yang terdengar dari mulut pemainng ya adalah sebuah suara yang hamper mirip dengan suara musik tiup. Suara harmonis yang terdengar dari alat kesenian ini, kemudian antara bedug dan para vokalis yang saling bersautan.

Seni Rampak Bedug adalah sebuah kesenian yang di lakukan dengan berkeliling kampung sambil memukul bedug pada saat di bulan puasa. Kemudian alat kesenian ini digunakan untuk beradu dalam memukul bedug tersebut.

Tari Rampak Beduk Banten dimainkan secara bersama-sama, gerakan yang digunakan untuk tarian ini sama dengan tarian yang berada di aceh.

Itulah tadi pengulasan secara lengkapnya mengenai nama-nama budaya Banten dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini memberikan informasi kepada segenap pembaca yang sedang mencari referensinya. Trimakasih, ya.

0 Response to "10+ Budaya Banten dan Contoh Lengkapnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel