10+ Budaya Bengkulu dan Contoh Lengkapnya

Dalam hal ini terdapat berbagai jenis adat istiadat yang berasal dari Daerah Bengkulu, salah satu diantaranya merupakan Kain Bersurek. Dalam hal ini Kain Bersurek merupakan kain yang telah dimiliki oleh sebuah tulisan yaitu kedalam tulisan yang menggunakan bahasa arab yang bentuk tulisan arabnya adalah Tulisan bahasa arab yang menggunakan huruf Arab gundul.

Bengkulu


Didalam hal ini yaitu di daerah Bengkulu Agama yang dianut atau dipegang oleh masyarakat yang ada di daerah tersebut adalah hampir kurang lebih ada Sembilan puluh lima persen menganut agama Islam. Bukan hanya itu saja ada beberapa Upacara adat yang ada di daerah Provinsi Bengkulu diantaranya adalah sunat rasul, upacara adat perkawinan, upacara mencukur rambut anak yang baru lahir.

Bengkulu merupakan salah satu provinsi yang ada di Negara Indonesia. Ibukota dari Kota Bengkulu berada di daerah kawasan pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia.

Budaya Bengkulu


Berikut ini adalah 10 kebudayaan yang ada di daerah Bengkulu adalah sebagai berikut:

Pakaian Adat Provinsi Bengkulu 

Untuk Pakaian Adat yang digunakan oleh masyarakat yang ada di daerah Bengkulu adalah berupa memakai Jas, Sarung, Celana Panjang, Alas kaki dan dilengkapi dengan penutup kepala dan sebuah keris.

Jas tersebut terbuat  dari kain yang memiliki kualitas yang sangat bagus, seperti memakai kain wol dan biasanya menggunakan kain yang berwarna gelap seperti hitam atau biru tua, begitu juga celana nya terbbuat dari bahan dan warna yang sama.sedangkan untuk Pakaian Adat yang digunakan oleh perempuan adalah memakai baju kurung berlengan panjang, bertabur corak-corak, sulaman emas berbentuk lempengan-lempengan bulat seperti uang logam.

Bahan baju kurung umumnya beludru dalam warna-warna merah tua, lembayung atau hitam. Sarung Songket benang emas atau perak dalam warna serasi dan sutra merupakan perangkat busana yang di gunakan dari pinggang sampai mata kaki.

Tarian Tradisional dan Seni Musik Daerah

Di Setiap daerah di Indonesia memiliki sebuah tarian tradisional yang musik tradisionalnya sendiri sesuai dengan adat istiadat yang ada di daerah tersebut, di provinsi Bengkulu juga memiliki seni tari tradisional dan seni musik tradisional yang khas, seperti berikut ini; Tarian Tradisional Provinsi Bengkulu :Tari Tombak Kerbau, Tari Putri Gading Cempaka, Tari Pukek, Tari Andun, Tari Kejei, Tari Penyambutan, Tari Bidadari Teminang Anak, Tari Topeng

Seni Dan Kerajinan Tradisional

Provisni Bengkulu :Geritan yaitu cerita sambil berlagu, Serambeak yang berupa Petatah-Petitih, Andi-andi yaitu Seni sastra yang berupa nasihat, Sambei yaitu seni vokal khas suku Rejang,biasanya untuk pesta perkawinan. Kerajinan tradisional yang ada di Bengkulu adalah kerajinan Batik.

Batik yang ada di Bengkulu ini sama seperti batik-batik yang ada di Jawa dan sekitarnya yang mana menghasilkan beragam batik dan menjadi ciri khas dari Indonesia. Tetapi tetap berbeda dengan batik jawa, batik jawa identik dengan warna coklat, kuning, merah, hijau, dan biru. sedangkan batik besurek memiliki warna yang lebih cerah dan beragam.

Batik yang di maksud adalah Batik Besurek. Batik Besurek adalah kain batik asli Bengkulu yang merupakan element Budaya Bengkulu, motif utama batik Besurek adalah huruf kaligraf atau kain batik yang dihiasi dengan huruf-huruf Arab Gundhul.

Di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca. Tetapi, sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab atau yang di sebut tadi dengan Arab Gundhul. 

Rumah Adat Masyarakat Provinsi Bengkulu

Rumah adat bengkuluDalam bahasa melayu Bengkulu, rumah tempat tinggal dinamakan juga “Rumah”. Rumah tradisional Bengkulu termasuk tipe rumah panggung. Rumah panggung ini dirancang untuk melindungi penghuninya dari banjir.

Disamping itu kolong rumah panggung juga dapat dipergunakan untuk menyimpan gerobak, hasil panen, alat-alat pertanian, kayu api, dan juga berfungsi sebagai kandang hewan ternak. Bentuk rumah panggung melayu ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Bagian atas rumah masyarakat Bengkulu terdiri dari :Atap, terbuat dari ijuk, bamboo, atau seng, Bubungan, ada beberapa bentuk, Pacu = plafon dari papan atau pelupuh, Peran: balok-balok bagian atas yang menghubungkan, Tiang-tiang bagian atas, Kap : kerangka untuk menempel kasau, Kasau : untuk mendasi reng, Reng : untuk menempel atap, Listplang, suyuk, penyunting
Suku Bangsa

Suku-suku bangsa yang mendiami Provinsi Bengkulu dapat dikelompokkan menjadi suku asli dan pendatang, meskipun sekarang kedua kelompok ini mulai bercampur  baur.Bahasa yang dominan dipakai adalah bahasa Rejang,yang banyak dipahami oleh sebagian besar penduduk, selain bahasa Melayu (bahasa Indonesia)dan bahasa Serawai.

Di Pulau Enggano dipakai bahasa Enggano.Suku-suku pribumi mencakup suku-suku  berikut: Mukomuko, mendiami wilayah Kabupaten Mukomuko; Pekal, mendiami wilayah Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara; Rejang,mediami wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Kepahiang, Rejang Lebong dan Lebong; Lembak, mendiami wilayah Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong; Serawai, mendiami wilayah Kabupaten Seluma dan Bengkulu Selatan; asemah, mendiami wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur; Kaur, mendiami wilayah Kabupaten Kaur; suku-suku pribumi Enggano (ada enam puak), mendiami Pulau Enggano. Suku bangsa pendatang meliputi Melayu , Jawa (dari Banten),Bugis, Madura, minangkabau, Batak, Sunda,dan lain-lain. 

Bahasa

Rumpunan bahasa yang terdapat dan digunakan di Provinsi Bengkulu antara lain sebagai berikut:Bahasa Ra-Hyang atau Re-Hyang (Rejang). Bahasa Enggano (Pulau Perempuan). Bahasa Lampung. Bahasa Malayu Ippoh (Muko-muko, Lubuk Pinang, Bantal, Lima Koto, Ketahun, Pasar Bengkulu, dsb).

Bahasa Malayu Lembak (Tanjung Agung, Dusun Besar, Pada Dewa, dsb). Bahasa Malayu Kotamadya Bengkulu. Bahasa Malayu Serawai dan Pasemah (Pha-semah) yang penyebarannya meliputi Manna, Tais, Kepalak Bengkerung, Tanjung Sakti, Padang Guci, Kedurang, Kaur, dsb. Bahasa Malayu Bintuhan.

Tiga komunitas bahasa, yaitu Rejang, Enggano dan Lampung tidaklah termasuk dalam kelompok rumpunan Bahasa Malayu yang dikemukakan sebelumnya. Tiga etnik ini memiliki kelompok rumpunan bahasa tersendiri, dan etnik inilah yang merupakan penduduk asli negeri Bengkulu.

Alat Musik Tradisional

Di provinsi Bengkulu terdapat alat musik yang cukup terkenal, yaitu Dol. Alat musik ini berbentuk mirip gendang yang dimainkan dengan cara ditabuh. Masyarakat Bengkulu dari anak-anak sampai dewasa sangat akrab dengan alat musik Dol.

Alat musik lain yang dapat ditemukan di provinsi Bengkulu yaitu gong, kerilu, serdap, gendang, kolintang, serunai, biola, rebana, dan rebak. Selain itu terdapat pula alat musik tradisional seperti serdaun, yang merupakan alat musik tabuh tradisional yang dapat dijumpai dalam tradisi masyarakat Rejang Lebong.

Senjata Tradisiona

Setiap suku di Nusantara memiliki senjata tradisional yang digunakan dalam keperluan sehari-hari, misalnya berburu, mencari kayu, membela diri, atau keperluan upacara adat. Suku-suku bangsa si Bengkulu mengenal berbagai bentuk senjata tradisional antara lain Keris, Kuduk, Panah, Rudus, dan Sewar/Badik.

Makanan yang ada di Bengkulu

Makanan dan Minuman adalah salah satu Tarian yang memiliki sebuah makanan Tradisional diantaranya adalah sebagai Berikut ini makanan dan minuman khas yang dapat dijumpai di Bengkulu. Gelamai, yaitu dodol khas Bengkulu.

Gelamai terbuat dari tepung ketan dan kelapa.Perut punai, yaitu makanan yang terbuat dari tepung beras ketan dan gula merah.Nasi santan, yaitu makanan yang terbuat dari beras dan santan.Kopi anggut, merupakan minuman khas yang terdapat di kelurahan Anggut Atas kota Bengkulu.Ikan pais, merupakan ikan pepes khas Bengkulu.

Jenis pepes ini terbuat dari ikan gebu dan ikan buli.Rebung Asam, yaitu rebung yang direndam dalam cucian beras dan dimasak seperti asam pedas.

Bahasa yang ada di Bengkulu

Rumpunan bahasa yang terdapat dan digunakan di Provinsi Bengkulu antara lain sebagai berikut:Bahasa Ra-Hyang atau Re-Hyang (Rejang). Bahasa Enggano (Pulau Perempuan). Bahasa Lampung. Bahasa Malayu Ippoh (Muko-muko, Lubuk Pinang, Bantal, Lima Koto, Ketahun, Pasar Bengkulu, dsb). Bahasa Malayu Lembak (Tanjung Agung, Dusun Besar, Pada Dewa, dsb). Bahasa Malayu Kotamadya Bengkulu.

Nah, itulah tadi uraian atas penjelasan tentang nama-nama budaya di Provinsi Bengkulu dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Trimakasih, 

0 Response to "10+ Budaya Bengkulu dan Contoh Lengkapnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel