10+ Budaya Sulawesi Tenggara dan Contoh Lengkapnya

Sulawesi Tenggara adalah salah satu Provinsi yang ada di Negara Indonesia, Dalam hal ini provinsi Sulawesi tenggara ini memiliki beberapa daerah yang masih sangat terkenal dan memiliki beberapa macam kebudayaan yang sudah ada sejak zaman leluhur tersebut.

Sulawesi Tenggara


Provnsi Sulawesi Tenggara terdapat beberapa wilayah diantaranya adalah daerah jazirah tenggara Pulau Sulawesi dan ada beberapa pulau yang masih banyak yang ada di sekitar Sulawesi Tenggara. Di kepulauan Sulawesi Tenggara bagian Selatan perlu di ketahui bahwa berada di 3 sampai 120 derajat lintang selatan dan dibagian timur berada di  124 sampai 60 derajat bujur bagian timur. Maka dari itu Secara geografis daerah Sulawesi Selatan memiliki batas-batas diantaranya adalah, padabagian utara perbatasan dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Dan di bagian selatan berbatasan dengan Laut Flores dan dibagian Batas timur tersebut berbatasan dengan Laut Banda dan di bagian barat berbatasan dengan Teluk one .Luas wilayah dibagian Sulawesi Tenggara memiliki luas kurang lebih adalah seluas 38.067.70 km², dan kemudian dibagianwilayah perairan luas wilayah kurang lebih adalah sekitar 110.000 km².

Dalam Provinsi Sulawesi Tenggara ini terdiri dari delapan Kabupaten dan dua kota, diantaranya adalah yaitu Kabupaten Kolaka, Kabupaten Konawe, Kabupaten Muna, Kabupaten Buton, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten  Kolaka Utara, dan Kota Kendari, dan Kota Bau-Bau.

Budaya di Sulawesi Tenggara


Berikut ini ada nama dan jenis kebudayaan yang ada di daerah Sulawesi Tenggara yang perlu diketahui, diantaranya adalah;
Rumah Adat

Salah satu kebudayaan yang ada di daerah Sulawesi Tenggara adalah Rumah adat. Rumah adat yang ada di Sulawesi Tenggara ini disebut juga dengan Istana Sultan Buton. Istana Sultan Buton juga dapat ini dapat disebut juga dengan Malige.

Dalam pembangunan rumah adat tersebut tidak memakai paku untuk memperkuat bangunan tersebut, bentuk dari rumah dat ini adalah seperti rumah panggung yang memiliki 3 lantai. Lantai pertama digunakan sebagai tempat tinggal salat.kemudian Pada kiri kanan yaitu lantai kedua digunakan sebagai tempat untuk menenun kain yang sering disebut juga dengan Bate.

Seseorang yang menjadi Sultan Buton adalah seseorang yang telah di  pilihan oleh masyarakayat banyak. Sehingganya Sultan Buton tersebut harus bersih dari cacat jasmani ataupun cacat rohani. Perlu diketahui Untuk menggantikan kedudukan Sultan, tidak selamanya dari keturunan Sultan yang berkuasa. Namun dapat di pilih dari adik atau kakak Sultan, bahkan dari orang lain yang memiliki tingkatan sederajat yang sama.

Pakaian Adat

Kemudian yang selanjutnya adalah untuk pakaian adat yang di gunakan oleh masyarakat yang ada di daerah Sulawesi Tenggara ini berbagai macam variasi. Untuk laki-laki memakai pakaian adat berupa penutup kepala atau destar, baju model jas tutup sarung yang di pakai sampai ke dengkul dan tidak lupa memakai celana yang panjang.

Sedangkan untuk perempuan memakai pakaian kebaya kemudia diatas kepala perempuan tersebut dapat dihiasi dengan hiasan bunga atau hiasan kepala yang lainnya yang sesuai dengan erempuan tersebut. Dan tidak lupa untuk memakai anting-anting, kalung, dagelang. Pakaian adat yang telah di pakai di daerah Sulawesi Tenggara ini berasal dari kediri. 

Tari Daerah Sulawesi Tenggara

Di daerah Sulawesi tenggara terdapat beberapa tari-tarian yang masih terus berkembang dan di lestarikan sampai saat ini. Salah satu tari khas dari daerah Sulawesi Tenggara adalah Tari Balumpa, tari Balumpa adalah salah satu tari-tarian yang masih terus berkembang sampai saat ini.

Tari ini adalah sebuah tari-tarian yang di tampilkan pada saat kedatangan tamu agung atau tamu besar di daerah tersebut. Tari rakyat ini yaitu tari Balumpa adalah Tari-tarian yang berasal dari daerah Buton.

Selanjutnya adalah Tari Dinggu, Tari Dinggu adalah sebuah Tari-tarian yang melambangkan sifat kegotong-royongan dalam kerja bersama pada saat kegiatan menumbuk padi. Sentuhan alu pada lumbung saat menumbuk padi tersebut adalah menjadi ciri khas dan menjadi sebuah irama tersendiri yang menyentuh hati. Kemudian Tari Molulo, merupakaan salah satu tarian pergaulan.

Yang di tampilkan oleh para pemuda-pemudi yang ada di Sulawesi Tenggara untuk menjalin sebuah silaturahmi dan keakraban di antara yang satu dengan yang lainnya. Dengan irama dan tarian yang indah, tari Molulo adalah salah satu tarian yang indah dan sering di tampilkan.

Kemudian ada Tari Motasu atau tarian yang di tampilkan oleh masyarakat yang sering berkebun atau berladang, Tari Motasu ini adalah sebuah tarian yang telah diangkat dari tradisi yang berasal dari masyarakat Tolaki yang berasal dari Kabupaten Kolaka dan kabupaten Kendari.

Keseluruhan dari tarian tersebut adalah menggambarkan ungkapan permohonan kepada Tuhan agar dalam berladang dapat perlindunga dan hasil yang akan didapat adalah sebuah hasil yang sangat melimpah.

SenjataTradisional

Di daerah Sulawesi Tenggara terdapat beberapa Senjata Tradisional diantaranya adalah Keris. Keris merupakan salah satu senjata tradisional rakyat Sulawesi Tenggara yang memiliki bentuk berlekuk - lekuk seperti keris yang pernah kalian lihat pada umumnya. Keris tersebut ada Istana dan banteng kerajaan Sultan Buton yang sangat terkenal dalam sejarah perlawanan bersenjata menentang Belanda.

Keris dan pedang tersebut dipakai untuk perang jarak dekat, sedangkan tombak, lembing dan sumpitan untuk perang jarak jauh. Keris pusaka emas senjata pusaka dari raja - raja di kerajaan Buton.

Rante Mas dan Keris Pusaka Emas ARU PALAKA (La Ten ritatta Arung Pakka Petta Malampe 'EGemme' na Daeng Serang Datu Mariori wawo). Kembaran Keris Pusaka ini diberikan juga oleh Aru Palaka kepada Sultan Butonke 9 Sultan Qaimuddin Malik Sirullah Khalifatul Khamis, Yang Menerima Suaka Suaka Politik Aru Palaka Di Buton Bersama Dengan Istrinya Yaitu Imang Kawani Daeng Talele Bersama Dengan Teman-Temannya Yaitu Arung Bila, Arung Apanang, Arung Belo, Arung Pattojo Dan Arung Kaju Setiap Satu Tahun Sekali. 

Suku

Di daerah Sulawesi Tenggara ini memiliki beberapa Suku da marga yang sangat terkenal di daerah tersebut, diantaranya adalah terdapat suku Walio, suku Laki, suku Muna, suku Buton, suku Mororene, suku Wowonii, suku Kulisusu, dan masih banyak yang suku lain di daerah ini.

Bahasa Daerah

Selain ada berbagai macam jenis suku dan marga yang ada di daerah Sulawsi Tenggara, di daerah ini juga memiliki berbagai jenis bahasa daerah, bahasa daerah yang digunakan di derah tersebut adalah bahasa Buton, bahasa Muna, bahasa Laki dan masih banyak lagi bahasa-bahasa yang ada di daerah Sulawesi Tenggara.

Lagu Daerah

Di daerah Sulawesi Tengga ini terdapat beberapa lagu daerah yang menjadi ciri khas dari daerah Sulawesi tenggara salah satu lagu daerah tersebut adalah lagu PeiaTawa tawa

Upacara adat

Di daerah Sulawesi tenggara tersebut sering sekali mengadakan sebuah acara atau kegiatan – kegiatan khusus pada saat ada acaara-acara besar, seperti pada saat ada acara pernikahan, atau kelahiran anak. Pasti masyarakat yang ada di daerah sulawesi Tenggara akan mengadakan sebuah acara yang besar.

Upacara Poso bhaghoo Motonuno

Upacara ini adalah upacara yang masih tetap di lestarikan dan terus di kembangkan di daerah Sulawesi Tenggara. Upacara Posobhaghoo Motonuno adalah berasal dari kata Campur atau mencampurkan atau hancur dan longsor.  

Upacara Adat Okanda

Okanda memiliki  arti yaitu gendang. Upacara adat okanda merupakan salah satu upacara tradisional yang telah di lakukan oleh seorang yang berasal dari suku Tolaki yang ada di desa Benua dan sekitarnya. Upacara ini di laksanakan setiap tahun sekali. 

Itulah tadi pendekripsian terkait dengan nama dan jenis kebudayaan di Sulawesi Tenggara. Semoga melalu tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih, 

0 Response to "10+ Budaya Sulawesi Tenggara dan Contoh Lengkapnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel