Pengertian Tradisi, Macam, dan Contohnya

Tradisi adalah kepercayaan atau perilaku yang diturunkan dalam suatu kelompok atau masyarakat dengan makna simbolis atau makna khusus berdasarkan asal-usulnya di masa lalu. Sementara umumnya diasumsikan bahwa tradisi memiliki sejarah kuno, banyak tradisi telah diciptakan dengan sengaja, baik itu politik atau budaya, selama periode waktu yang singkat.

Bidang-bidang ilmiah tertentu, seperti antropologi dan biologi, telah mengadaptasi istilah "tradisi" mendefinisikannya lebih tepat daripada penggunaan konvensionalnya untuk memfasilitasi wacana ilmiah. Konsep tradisi, sebagai gagasan berpegang pada masa sebelumnya, juga ditemukan dalam wacana politik dan filsafat.

Sejumlah faktor dapat memperburuk hilangnya tradisi, termasuk industrialisasi, globalisasi, dan asimilasi atau marginalisasi kelompok budaya tertentu. Menanggapi hal ini, upaya pelestarian tradisi kini telah dimulai di banyak negara di seluruh dunia, dengan fokus pada aspek-aspek seperti bahasa tradisional. Tradisi biasanya dikontraskan dengan tujuan modernitas dan harus dibedakan dari kebiasaan, konvensi, hukum, norma, rutinitas, aturan dan konsep serupa. Aritikel ini akan mengulas tentang pengertian tradisi, macam-macam, dan contohnya.

Tradisi


Tradisi sebagai konsep yang didefinisikan secara beragam dalam disiplin ilmu yang berbeda. Berikut ini pandangan masing-masing disiplin ilmu dalam mendefiniskan tradisi.

Antropologi

Tradisi adalah salah satu konsep kunci dalam antropologi; dapat dikatakan bahwa antropologi adalah studi tentang "tradisi dalam masyarakat tradisional". Namun tidak ada "teori tradisi", karena bagi sebagian besar antropolog, kebutuhan untuk mendiskusikan tradisi tampaknya tidak perlu.

Hal tersebut disebabkan karena mendefinisikan tradisi sama sekali tidak perlu (semua orang dapat diharapkan untuk mengetahui apa itu tradisi) dan tidak penting (karena perbedaan kecil dalam definisi hanya akan menjadi permasalahan teknis). Namun ada pandangan yang berbeda; sarjana seperti Pascal Boyer berpendapat bahwa mendefinisikan tradisi dan mengembangkan teori tentang hal itu penting untuk disiplin.

Arkeologi

Dalam arkeologi, istilah tradisi adalah seperangkat budaya yang tampaknya berkembang satu sama lain selama periode waktu tertentu. Istilah ini sangat umum dalam studi arkeologi Amerika.

Biologi

Ahli biologi, ketika memeriksa kelompok non-human, telah mengamati perilaku berulang yang diajarkan dalam komunitas dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam biologi tradisi didefinisikan sebagai "praktik perilaku yang relatif bertahan lama (yaitu, dilakukan berulang kali selama periode waktu), yang dibagi di antara dua atau lebih anggota kelompok, yang sebagian tergantung pada pembelajaran yang dibantu secara sosial untuk generasinya.

Tradisi perilaku telah diamati dalam kelompok ikan, burung, dan mamalia. Kelompok orangutan dan simpanse, khususnya, dapat menunjukkan sejumlah besar tradisi perilaku, dan pada simpanse, perpindahan perilaku tradisional dari satu kelompok ke kelompok lain (tidak hanya dalam satu kelompok) telah diamati.

Musikologi dan Etnomusikologi

Dalam bidang musikologi dan tradisi etnomusikologi mengacu pada sistem kepercayaan, repertoar, teknik, gaya dan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi dalam musik menunjukkan konteks historis yang dengannya seseorang dapat memahami pola-pola yang dapat dibedakan.

Sosiologi

Konsep tradisi, dalam penelitian sosiologis awal (sekitar pergantian abad ke-19 dan ke-20), merujuk pada masyarakat tradisional, yang dikontraskan dengan masyarakat industri yang lebih modern. Pendekatan ini terutama digambarkan dalam konsep Max Weber tentang otoritas tradisional dan otoritas hukum-rasional modern.

Dalam karya-karya yang lebih modern, seratus tahun kemudian, sosiologi melihat tradisi sebagai konstruksi sosial yang digunakan untuk membedakan masa lalu dengan masa kini dan sebagai bentuk rasionalitas yang digunakan untuk membenarkan tindakan tertentu.

Filsafat

Gagasan tentang tradisi penting dalam filsafat. Filsafat abad kedua puluh sering dibagi antara tradisi 'analitik', dominan di negara-negara Anglophone dan Skandinavia, dan tradisi 'benua', dominan di Eropa berbahasa Jerman dan Romawi.

Pengertian Tradisi


Kata tradisi dalam Bahasa Inggris yaitu “tradition”, berasal dari bahasa Latin “traditio”, yang asalnya dari kata kerja “tradere” (untuk mengirim, menyerahkan, memberi untuk diamankan); ini awalnya digunakan dalam hukum Romawi untuk merujuk pada konsep transfer hukum dan warisan. Menurut Anthony Giddens dan yang lainnya, makna modern dari tradisi berkembang selama periode Pencerahan, berlawanan dengan modernitas dan kemajuan.

Seperti banyak istilah generik lainnya, ada banyak definisi tradisi. Konsep ini mencakup sejumlah ide yang saling terkait; yang menyatukan adalah bahwa tradisi mengacu pada kepercayaan, benda atau kebiasaan yang dilakukan atau dipercayai di masa lalu, yang berasal darinya, ditransmisikan seiring waktu dari satu generasi ke generasi berikutnya, dan dilakukan atau diyakini hingga masa kini.

Tradisi juga dapat merujuk pada kepercayaan atau kebiasaan yang bersifat Prasejarah, dengan asal-usul yang misterius, yang ada sejak jaman dahulu. Awalnya, tradisi disahkan secara lisan, tanpa perlu sistem penulisan. Alat untuk membantu proses ini termasuk perangkat puitis seperti sajak dan aliterasi. Kisah-kisah yang dilestarikan juga disebut sebagai tradisi, atau sebagai bagian dari tradisi lisan.

Diperkirakan bahwa setidaknya diperlukan dua transmisi selama tiga generasi agar praktik, kepercayaan, atau objek dipandang tradisional. Beberapa tradisi sengaja diciptakan untuk suatu alasan atau yang lain, sering untuk menyoroti atau meningkatkan pentingnya lembaga tertentu. Tradisi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan saat itu, dan perubahan dapat diterima sebagai bagian dari tradisi kuno.

Tradisi berubah dengan lambat, dengan perubahan dari satu generasi ke generasi berikutnya dianggap signifikan. Dengan demikian, mereka yang menjalankan tradisi tidak akan secara sadar menyadari perubahan tersebut, dan bahkan jika sebuah tradisi mengalami perubahan besar selama beberapa generasi, itu akan dipandang tidak berubah.

Ada berbagai asal dan bidang tradisi; mereka dapat merujuk pada:


  1. Bentuk-bentuk warisan artistik dari budaya tertentu.
  2. Kepercayaan atau adat istiadat yang dilembagakan dan dikelola oleh masyarakat dan pemerintah, seperti lagu kebangsaan dan hari libur nasional, seperti hari libur Federal di Amerika Serikat.
  3. Kepercayaan atau adat yang dipertahankan oleh denominasi agama, yang berbagi sejarah, adat istiadat, budaya, dan, sampai batas tertentu pada suatau ajaran. Misalnya, seseorang dapat berbicara tentang tradisi Islam atau tradisi Kristen.


Pengertian Tradisi Menurut Para Ahli

Adapun definisi tradisi menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

WJS Poerwadaminto (1976)

Tradisi dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut kehidupan dalam masyarakat yang dilakukan secara terus-menerus, seperti adat, budaya, kebiasaan dan juga kepercayaan.

Hasan Hanafi

Tradisi adalah segala warisan masa lampau yang masuk pada kita dan masuk kedalam kebudayaan yang sekarang berlaku.

Funk dan Wagnalls dalam Muhaimin

Tradisi adalah pengetahuan, doktrin, kebiasaan, praktek dan lain-lain yang dipahami sebagai pengetahuan yang telah diwariskan secara turun-temurun termasuk cara penyampai doktrin dan praktek tersebut.

Mardimin

Tradisi dapat didefinisikan sebagai kebiasaan yang turun temurun dalam suatu masyarakat dan merupakan kebiasaan kolektif dan kesadaran kolektif sebuah masyarakat.

Harapandi Dahri

Tradisi dapat didefinisikan sebagai suatu kebiasaan yang teraplikasikan secara terus menerus dengan berbagai simbol dan aturan yang berlaku pada sebuah kominitas.

Macam Tradisi


Tradisi memiliki bermacam-macam jenis, diantaranya yaitu:

Mitos

Mitos adalah kisah tradisional yang diceritakan kembali oleh generasi penerus, dengan tujuan untuk menyampaikan budaya atau pengetahuan. Asumsi bahwa cerita yang tidak benar tidak dapat menyampaikan pengetahuan yang berharga merupakan hal yang keliru.

Mitos yang bertahan waktu biasanya mempunyai beberapa pelajaran yang melekat atau menyampaikan karakter suatu budaya.

Bahasa

Bahasa mengalami perubahan seiring waktu tetapi juga sangat berkaitan dengan masa lalu yang ditransfer dari generasi ke generasi. Ini dipandang sebagai elemen yang sangat penting dari suatu budaya sehingga budaya dapat binasa jika bahasa tidak berhasil ditransfer ke satu generasi.

Kepercayaan

Kepercayaan atau keyakinan tradisional merupakan keyakinan yang diturunkan dari masa lalu. Kepercayaan bisa memandu pemikiran modern atau bisa dinilai sebagai elemen budaya.

Misalnya yaitu, “Kami” adalah konsep Shinto Jepang yang bisa diterjemahkan sebagai "roh." Secara tradisional, semua hal dipandang mempunyai kekuatan termasuk batu, tempat, hewan, tumbuhan, dan kekuatan alam.

Aturan

Tradisi dapat berupa aturan yang tidak dikodifikasikan ke dalam sistem peraturan atau hukum yang didasarkan pada preseden dan praktik historis.

Misalnya, keluarga yang menyatakan bahwa berenang setelah makan itu berbahaya sehingga kita harus menunggu setidaknya 30 menit. Dalam beberapa kasus, aturan tradisional dipertahankan untuk pesona mereka yang bertentangan dengan logika mereka.

Ritual

Ritual, upacara atau perayaan untuk menandai penerimaan individu ke status sosial atau kelompok baru. Ini termasuk perayaan untuk kelahiran, kelulusan, pernikahan, inisiasi ke dalam kelompok dan pensiun.

Contoh Tradisi


Berikut ini beberapa contoh tradisi yang berkembang di Indoensia, antara lain:

Tradisi Ma’Nene, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Tana Toraja adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Masyarakat Tana Toraja dikenal mempunyai sebuah tradisi pemakaman yang aneh tapi menarik yang dinamakan tradisi Ma’Nene.

Ma’Nene adalah tradisi atau ritual menghormati orang terkasih yang sudah meninggal. Tradisi ini dilakukan dengan cara keluarga dari orang yang telah meninggal akan menggali kemabali kuburan kerabatnya yang sudah meninggal kemudian membawanya pulang, memandikannya, kemudian memberinya pakaian hingga mendandaninya dengan berbagai perhiasan. Setelah itu mayat tersebut akan dibawa berjalan di sekitar desa.


Debus, Banten, Jawa Barat

Debus merupakan kesenian asli masyarakat yang menjadi bagian dari budaya Banten. Kesenian ini sebenarnya adalah kombinasi dari seni tari dan suara tapi orang-orang awam lebih mengenalnya sebagai seni bela diri. Kesenian Debus mempertontonkan aksi yang sangat ekstrim dari para penarinya yaitu mereka akan menusuk dirinya dengan besi runcing atau mengiris bagian tubuhnya dengan senjata tajam.

Akan tetapi, pada umumnya tidak ada yang terluka dalam aksi tersebut karena tubuh mereka sudah kebal terhadap senjata tajam.

Kesenian ini dipercaya berawal sejak abad ke-16 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin dan pernah dijadikan sebagai pemompa semangat perjuangan masyarakat Banten untuk melawan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa.

Ada pula sumber yang mengatakan bahwa bahwa debus menjadi salah satu cara penyebaran agama Islam di Banten.

Pasola, Sumba, Nusa Tenggara Timur

Pasola merupakan sebuah tradisi sekaligus festival tahunan yang diadakan dalam menyambut masa tanam di daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan sebuah permainan ketangkasan melempar lembing kayu sambil naik kuda.

Cara bermain Pasola yaitu,ketika tiba masa tanam masyarakat dari dua daerah di Sumba akan bertemu dalam arena perang, yang biasanya di sebuah lapangan desa dan saling melempar lembing.

Lembing yang digunakan dalam permainan ini terbuat dari kayu dengan ujung tumpul. Tapi pada zaman dahulu Pasola dilakukan dengan menggunakan tombak runcing, sehingga tak jarang dapat menimbulkan korban jiwa.

Dalam festival ini kucuran darah dari para peserta Pasola sangat diharapkan karena semakin banyak darah yang tumpah maka diyakini panen akan berlimpah.

Tradisi Kebo-Keboan, Banyuwangi, Jawa Timur

Kebo-keboan adalah tradisi yang berasal dari masyarakat Banyuwangi khususnya suku Osing. Tradisi ini sudah turun-temurun sebagai ungkapan raya syukur petani dan harapan akan turunnya hujan untuk menyuburkan tanah pertanian mereka. Para peserta kebo-keboan pada umumnya adalah laki-laki yang memiliki badan kekar.

Mereka akan didandani seperti kerbau dengan badan dilumuri dengan arang hitam, menggunakan rambut palsu serta tanduk kerbau.

Konon katanya, mereka akan kerasukan dan berpolah tingkah layaknya kerbau, terkadang melenguh, makan rumput dan juga berkubang di lumpur. Kebo-keboan tersebut juga akan melakukan aksi membajak sawah layaknya kerbau sungguhan yang sedang membajak sawah.

Demikianlah serangkaian artikel yang memberikan penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian tradisi menurut para ahli, jenis, dan contohnya di masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga bermanfaat,

0 Response to "Pengertian Tradisi, Macam, dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel