10+ Contoh Budaya Kerja di Masyarakat Indonesia


Kerja merupakan karakter dan kepribadian suatu budaya organisasi. Budaya di tempat kerja yang positif akan menarik bakat, mendorong keterlibatan, memengaruhi kebahagiaan dan kepuasan, serta memengaruhi kinerja. Kesalahan terbesar yang dilakukan organisasi adalah membiarkan budaya tempat kerja mereka terbentuk secara alami tanpa terlebih dahulu menentukan apa yang mereka inginkan.

Budaya kerja dalam organisasi atau perusahaan sama pentingnya dengan strategi bisnis karena itu dapat memperkuat atau merusak tujuan organisasi. Budaya kerja yang berkembang dalam organisasi atau perusahaan sangat dipengaruhi oleh budaya yang berkembang di negara tempat organisasi tersebut berada. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia. Di Indonesia juga terdapat beberapa budaya kerja yang telah berkembang dan berpengaruh pada kinerja masyarakat Indonesia. Untuk memperluas pengetahuan kita tentang beragam budaya kerja di Indonesia, artikel ini akan mengulas tentang contoh budaya kerja di Indonesia.

Budaya Kerja


Budaya kerja mempunyai tujuan untuk melakukan perubahan sosial budaya pada sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia yang ada dalam suatu organisasi terjadi peningkatan produktivitas kerja guna menghadapi bermacam-macam tantangan di masa mendatang. Sedangkan manfaat penerapan budaya kerja yang baik, diantaranya yaitu:

  1. Meningkatkan jiwa gotong-royong
  2. Meningkatkan kebersamaan; saling terbuka satu sama lain
  3. Meningkatkan rasa kekeluargaan
  4. Membangun komunikasi yang lebih baik
  5. Meningkatkan produktivitas kerja
  6. Tanggap dengan perkembangan dunia luar, dan lain-lain


Pengertian Budaya Kerja


Budaya kerja didefinisikan sebasgai sekumpulan pola perilaku yang melekat secara keseluruhan pada diri setiap individu dalam sebuah organisasi. Membangun budaya kerja bisa diartikan melakukan peningkatan dan mempertahankan sisi-sisi positif, serta melakukan upaya untuk membiasakan (habituating process) pola perilaku tertentu agar tercipta suatu bentuk baru yang lebih baik.

Budaya kerja antara satu organisasi dengan organisas lainnya akan berbeda, hal tersebut dikarenakan landasan dan sikap perilaku yang dicerminkan oleh setiap orang dalam organisasi juga berbeda. Terbentuknya budaya kerja yang positif akan bermanfaat sebab tiap-tiap anggota dalam suatu organisasi memerlukan sumbang saran, pendapat bahkan kritik yang sifatnya membangun dari ruang lingkup pekerjaaannya demi kemajuan di lembaga pendidikan tersebut.

Akan tetapi, budaya kerja akan berakibat buruk apabila pegawai dalam suatu organisasi mengemukakan pendapat yang berbeda, hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan setiap individu dalam mengeluarkan pendapat, tenaga dan pikirannya, sebab setiap individu memiliki kemampuan dan keahliannya sesuai bidangnya masing-masing.

Pengertian Budaya Kerja Menurut Para Ahli

Adapun definisi budaya kerja menurut para ahli, antara lain:

Hadari Nawawi (dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia)

Pengertian budaya kerja ialah kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai dalam suatu organisasi, pelanggaraan terhadap kebiasaan tersebut memang tidak ada sangsi yang tegas, tapi dari pelaku organisasi secara moral telah menyepakati bahwa kebiasaan tersebut adalah kebiasaan yang harus ditaati dalam rangka pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai tujuan.

Berdasarkan uraian tersebut menunjukkan bahwa, budaya kerja ialah perilaku yang dilakukan secara berulang oleh setiap individu dalam suatu organisasi dan sudah menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Triguno (dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia)

Budaya kerja dapat didefinisikan sebagai suatu falsafah yang didasarkan oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat, kebiasaan, dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi yang tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja.

Taliziduhu Ndraha (dalam buku Teori Budaya Kerja)

Budaya kerja dapat didefinisikan sebagai sekelompok pikiran dasar atau program mental yang bisa bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kerjasama manusia yang dimiliki oleh suatu golongan masyarakat.

Osborn dan Plastrik (dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia)

Budaya kerja ialah seperangkat perilaku perasaan dan kerangka psikologis yang terinternalisasi sangat mendalam dan dimiliki bersama oleh anggota organisasi.

Contoh Budaya Kerja di Indonesia


Berikut ini beberapa contoh budaya kerja yang berkembang di Indonesia:


Gotong Royong

Gotong-royong merupakan salah satu kebudayaan khas Bangsa Indonesia. Gotong-royong dapat membuat pekerjaanmu cepat selesai, selain itu juga bisa menimbulkan rasa empati antar rekan kerja yang dapat berdampak positif pada mood tim kerja.

Gotong-royong di tempat kerja bukan hanya terbatas dalam pekerjaan formal, namun juga dapat dimulai dengan membersihkan tempat kerja secara bersama-sama. Misalnya yaitu merapikan berkas-berkas dan map yang ada di lemari. Dengan demikian, lingkungan budaya kerja akan menjadi lebih nyaman.

Musyawarah

Musyawarah secara harafiah dapat diartikan dengan berunding. Untuk para pengambil keputusan di perusahaan, alangkah baiknya apabila segala sesuatu yang bersifat strategis dirundingkan terlebih dahulu dan ditimbang manfaat dan risikonya.

Misalnya yaitu rancangan program dikemukakan dan didiskusikan di antara pihak-pihak yang terkait (pimpinan, bagian riset dan pengembangan, pemasaran, keuangan). Setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga bisa tercapai kesepakatan. Melalui musyawarah, pengambil keputusan bisa menghindari keputusan yang terburu-buru dan kurang tepat.

Senioritas Tak Terlalu Menonjol

Di Indonesia, seorang junior mungkin dapat membuat lelucon atau mengajukan pertanyaan yang ramah kepada seorang senior, tetapi hal itu sama sekali berbeda dengan di Jepang. Senioritas sangat jelas di negara sakura.

Meskipun demikian, junior atau bawahan harus memanggil atasan dengan Bapak yang berarti Tuan atau Ibu yang berarti Nyonya. Tidak diizinkan untuk langsung memanggil mereka dengan nama depan atau nama panggilan mereka kecuali orang tersebut telah membuat pengecualian. Ini untuk menunjukkan kesopanan dan rasa hormat. Yang terpenting, ini juga menunjukkan senioritas.

Karyawan Jepang di tingkat junior diharapkan dan diminta untuk menghormati senior mereka. Mereka tidak seharusnya mengajukan pertanyaan tajam dan harus bertindak profesional sepanjang waktu. Senioritas juga berlaku di negara-negara Asia Timur lainnya dengan budaya kerja yang kurang lebih serupa, seperti Korea dan Cina.

Menghindari Konflik

Pekerja di Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari segala jenis konflik. Sikap ini terkait dengan budaya Indonesia menjaga perdamaian. Pekerja juga ingin memiliki kedamaian dan harmoni di tempat kerja mereka.

Mereka tidak suka konfrontasi sehingga mereka sering mencoba untuk menjaga percakapan dengan nada bersahabat untuk menghindari memicu perselisihan.

Rekan Kerja Menjadi Teman

Tidak seperti di negara lain di mana ada batas yang pasti antara menjadi rekan kerja dan teman, Indonesia mengaburkan batasan ini. Di Indonesia, seorang rekan kerja di tempat kerja juga bisa menjadi teman yang tahu segalanya tentang kita.

Sedangkan di negara lain akan terasa sedikit mengganggu dan kasar untuk mengajukan pertanyaan pribadi.

Penyampaian Kritik Secara Pribadi

Penyampaian kritik secara pribadi adalah budaya kerja yang disukai di Indonesia. Para pekerja lebih suka jika ada kritik yang disampaikan secara langsung dan pribadi kepada mereka alih-alih mengecam mereka di tempat umum.

Ini adalah cara menyelamatkan reputasi, karena reputasi sangat penting di tempat kerja Indonesia. Tidak ada yang suka dipermalukan di depan umum.

Datang Tepat Waktu

Orang Indonesia dikenal agak terlambat ketika tiba di tempat atau mengatur janji. Namun, ini adalah perilaku terlarang di tempat kerja.

Pekerja harus berusaha sebaik mungkin untuk tiba tepat waktu. Bahkan lebih baik jika mereka bisa tiba di waktu lebih awal dari yang diharapkan. Tiba tepat waktu adalah etos kerja yang sangat dihargai oleh orang Indonesia.

Menampilkan Sikap Baik

Menampilkan perilaku yang baik di tempat kerja akan membantu pekerja dan karyawan untuk menjaga lingkungan yang harmonis. Tempat kerja yang damai dan harmonis akan membuat mereka lebih produktif.

Itu juga akan menciptakan suasana yang mendukung. Pekerja diharapkan untuk selalu bersikap ramah satu sama lain meskipun mereka mungkin bukan teman dekat. Mereka harus tersenyum atau memberikan anggukan ringan sebagai pengakuan saat bertemu satu sama lain.

Menghindari Kebisingan Yang Terlalu Keras

Disarankan bagi pekerja untuk menurunkan volume ketika berbicara satu sama lain. Berbicara atau tertawa keras dapat mengganggu pekerja lain yang perlu berkonsentrasi pada pekerjaan mereka.

Gangguan tersebut dapat menyebabkan pekerja terlambat menyerahkan pekerjaan mereka karena mereka tidak bisa sepenuhnya fokus pada tugas yang diberikan kepada mereka. Suara keras juga memberi kesan pada pekerja bahwa Anda sombong dan sombong. Berbicara dengan lembut sebenarnya dipandang sebagai perilaku yang sopan dan rendah hati.

Menunjukkan Rasa Terima Kasih

Menunjukkan rasa terima kasih di tempat kerja adalah suatu keharusan. Pekerja Indonesia cenderung ramah dan pengertian. Mengatakan ‘terima kasih’ setelah pekerjaan selesai dilihat sebagai cara yang baik dan itu menunjukkan rasa terima kasih.

Meskipun hasil akhir pekerjaan mungkin tidak terlalu bagus, tetap penting untuk menghargai waktu dan upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Nah, demikianlah tadi artikel yang memberikan penjelasan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian budaya kerja dan contohnya di masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta mengasah kemampuan pembaca sekalian. Trimakasih,

0 Response to "10+ Contoh Budaya Kerja di Masyarakat Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel