28+ Contoh Budaya Lokal di Masyarakat Indonesia


Indonesia dianggap sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat, dan 58% penduduknya tinggal di Pulau Jawa. Populasi yang besar juga membawa keragaman konsep budaya, etnis, agama, dan bahasa yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Indonesia telah dibentuk oleh interaksi panjang antara adat asli dan berbagai pengaruh asing. Indonesia berlokasi di sepanjang rute perdagangan kuno antara Timur Jauh, Asia Selatan dan Timur Tengah.

Hasilnya adalah campuran budaya yang kompleks yang sangat berbeda dari budaya asli Indonesia. Untuk memperluas pengetahuan kita tentang beragamnya budaya asli atau budaya local yang ada di Indonesia, artikel ini akan mengulas tentang beragam contoh-contoh budaya lokal di masyarakat Indonesia.

Budaya Lokal


Budaya lokal mengakui bahwa pengetahuan sehari-hari orang-orang berasal dari pengalaman hidup bersama dan informasi yang dikirimkan kepada mereka oleh keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja.

Contoh Budaya Lokal di Indonesia


Berikut inilah beragam contoh budaya lokal di masyarakat Indonesia yang masih dijalankan, antara lain;

Kesenian Tradisional

Untuk kesenian yang bersifat tradisional, budaya lokal ini contohnya adalah sebagai berikut;

Wayang

Wayang telah dikenal sejak era pra-sejarah pada tahun 1500 SM. Prasasti Balitung yang ada sejak abad ke-4 membuktikan bahwa wayang ada sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, ada beberapa jenis wayang seperti wayang kulit, wayang golek, dan juga wayang orang.

Alur cerita wayang senantiasa berkembang dan semakin menarik. Pada 7 November 2003, UNESCO juga mengakui wayang sebagai salah satu seni budaya Indonesia dalam daftar “Karya Agung Warisan Manusia dan Lisan yang Tak Berwujud”.

Tari Kecak

Tari Kecak adalah tarian tradisonal dari Bali, ini biasanya disebut sebagai tarian "Cak" atau tarian api (Fire Dance) adalah tarian masif atau tarian hiburan dan cenderung menjadi tarian drama tari karena semuanya menggambarkan peran seni "Wayang Panganangan" seperti Rama Sita.

Tari Kecak tidak secara khusus digunakan dalam ritual keagamaan Hindu seperti ibadah, dan upacara lainnya.

Bentuk-bentuk "Suci" dalam tarian kecak ini biasanya ditampilkan dalam istilah kamanuhan atau masolah yang mengacu pada kekebalan yang tak terlihat sehingga manusia tidak akan terbakar oleh api.

Tidak seperti tarian Bali lainnya yang menggunakan gamelan sebagai iringan musik, pertunjukan tari kecak hanya menggabungkan seni dari bunyi - bunyi mulut atau teriakan seperti “cak cak cak cak”.

Tari Saman

Tari tradisional Saman adalah tarian dari suku Gayo. Tarian ini dilakukan untuk merayakan acara budaya penting. Lagu yang mengiringi tarian saman memiliki lirik yang berisi bahasa Arab dan Gayo. Tarian Saman adalah salah satu tarian yang paling unik karena daya tarik utamanya hanya bertepuk tangan.

Tari Saman secara resmi diakui dan dimasukkan dalam daftar warisan budaya non-objek yang membutuhkan perlindungan mendesak dari UNESCO, pada sesi besar tahunan yang dihadiri oleh lebih dari 500 anggota delegasi dari 69 negara, LSM internasional, pakar budaya dan media di Bali dari 22 hingga 29 November 2011.

Tari Jaipong

Jaipong adalah tarian tradisional yang telah menjadi bagian budaya Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut dengan kebaya. Tarian ini diiringi musik tradisional Jawa Baratt yang disebut Musik Jaipong.

Jaipong biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan- gerakan khas tari Jaipong.

Tari Gambyong

Tari Gambyong adalah tarian yang berasal dari provinsi Jawa Tengah, tepatnya Surakarta. Tarian ini adalah salah satu tarian yang dipentaskan untuk memeriahkan upacara pernikahan atau juga dimainkan untuk menyambut para tamu.

Yang membuatnya terasa sangat berbeda dengan tarian lainnya adalah tarian gambyong selalu didahului dengan “Gending Pangkur”. Tarian ini sangat indah ketika penari menari selaras dengan irama musik yang mengiringinya.

Ludruk

Ludruk adalah salah satu genre teater yang sudah dimaknai sebagai budaya Jawa Timur. Ludruk ini adalah bentuk pertunjukan tradisional yang dihadirkan oleh sekelompok aktor (atau pelawak) di atas panggung, menceritakan kembali kisah kehidupan orang-orang biasa dan perjuangan mereka. Asal-usulnya tidak jelas, tetapi diyakini berasal dari abad ke-13.

Dialog atau monolog dalam ludruk kebanyakan bersifat komedi. Para aktor hampir selalu menggunakan dialek Surabaya dari bahasa Jawa, meskipun kadang-kadang kadang-kadang ada bintang tamu dari daerah lain, seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun, yang masing-masing akan menggunakan dialek mereka sendiri.

Reog

Seni ini masih kental dengan hal-hal yang berkaitan dengan mistik dan ilmu gaib. Kisah paling populer tentang asal usul reog adalah ketika salah seorang pelayan Kerajaan Majapahit pada abad ke-15, bernama Ki Ageng Kutu mengumpulkan dukungan publik untuk pemberontakan dengan menggunakan reog.

Reog ialah salah satu seni budaya dari Jawa Timur. Kebupaten Ponorogo lah yang dianggap sebagai kota asal Reog. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua tokoh yang ikut serta dalam pertunjukan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang mengandung nilai-nilai mistis.

Pencak Silat

Pencak silat adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional. Pada mulanya pencak silat adalah tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri.

Pencak silat dapat dibawakan oleh dua orang atau lebih. Pemiannya mengenakan pakaian yang serba hitam, mengenakan ikat pinggang dari bahan kain, serta ikat kepala dari bahan kain (orang sunda menyebutnya Iket).

Kesenian pencak silat pada umumnya ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut dengan gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.

Kuda Lumping

Kuda Lumping adalah kesenian yang beda dari yang lain, sebab permainan dilakukan dengan cara mengundang roh halus, sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kuda lumping dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan tersebut menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet.

Keanehan dalam kesenian ini ialah orang yang memerankannya mampu memakan kaca serta rumput, serta dicambuk seperti halnya kuda. Kesenian ini biasanya dipimpin oleh seorang pawang. Butuh keahlian khusus untuk memainkan permainan ini karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.

Senjata Tradisional

Adapun untuk budaya lokal berupa senjata tradisional ini, antara lain adalah sebagai berikut;

Klewang

Klewang merupakan senjata tradisoonal dari Sumatera Selatan. Ini berupa pedang bermata satu yang panjang, klewang berada di antara golok dan kampilan. Klewang memiliki ukuran yang semakin bervariasi. Umumnya, klewang mempunyai panjang 38 sampai 76 cm. Ada klewang yang bagian ujungnya dibuat lurus dan ada juga yang melengkung.

Klewang dulu digunakan pada saat Perang Aceh. Senjata satu ini sangat efektif jika digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Oleh pasukan Belanda, senjata ini cukup ditakuti. Masyarakat Sumatra Selatan pada jaman dulu membawa kelewang untuk berjaga-jaga bila diserang.


Keris

Keris merupakan senjata tradisopnal dari Jawa. UNESCO menyatakan Keris sebagai "Karya Agung Warisan Manusia yang Lisan dan Tak Berwujud" pada 25 November 2005. Keris adalah senjata tradisional Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan gaib. Raja-raja di kepulauan itu membuat keris menjadi senjata pusaka.

Keris telah digunakan sejak abad ke-9, itu dibuat dengan logam dan pegangannya terbuat dari tulang, tanduk atau kayu. Keris terbuat dari logam berkualitas. Keris kuno bahkan menggunakan meteor yang jatuh ke bumi sebagai logam.

Alat Musik Tradisional

Nah, untuk ciri budaya lokal berupa musik tradisional, antara lain;

Angklung

Angklung adalah alat musik multitortal (bernada ganda) yang secara tradisional dikembangkan di masyarakat. Instrumen ini terbuat dari bambu, instrumen akan menghasilkan suara ketika seseorang mengguncangnya (suara yang disebabkan oleh benturan tubuh pipa bambu).

Ini menghasilkan suara bergetar secara berurutan. Angklung Indonesia telah menerima pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya. Pengajuan sertifikat resmi diadakan di Jakarta pada 19 Januari 2011. Angklung sangat populer di luar negeri. Negara-negara seperti Korea, Jepang dan Malaysia. Telah memperkenalkan angklung kepada anak-anak usia sekolah.

Gamelan

Gamelan adalah budaya asli Indonesia yang terdiri dari beberapa alat musik seperti saron, gambang, drum, dan gong. Tumbuh di era Hindu-Budha, gamelan menjadi pasangan yang sempurna untuk mengiringi kesenian Jawa. Itu menjadi daya tarik yang membuat banyak tamu menyukai pertunjukan yang menggunakan gamelan.

Sebenarnya gamelan itu sendiri berarti tetabuhan yang dimainkan dengan teknik memukul. Untuk melestarikan warisan budaya ini, pemerintah Indonesia mengusulkan gamelan sebagai warisan budaya Indonesia. Akhirnya secara resmi diakui oleh UNESCO pada tahun 2014.
Rumah Adat

Joglo

Joglo adalah jenis rumah tradisional tradisional orang Jawa (omah Jawa). Kata joglo mengacu pada bentuk atap. Dalam budaya Jawa yang sangat hierarkis, jenis atap rumah mencerminkan status sosial dan ekonomi pemilik rumah; rumah joglo secara tradisional dikaitkan dengan bangsawan Jawa. Atap joglo dapat diaplikasikan pada hunian (omah) atau pendopo.



Honai

Honai adalah rumah tradisional masyarakat pegunungan di Papua tengah. Rumah itu memiliki bentuk bulat dan biasanya dihuni oleh 5-10 orang. Terbuat dari papan kayu kasar dengan atap dari tanaman sagu, Honai berdiameter sekitar 4-6 meter dan tinggi 5-7 meter.

Terdapat anyaman bambu yang diatur mengelilingi dinding interior rumah dan satu pintu di depan. Rumah itu memiliki empat tiang penyangga di tengah dan perapian untuk mengusir udara dingin di malam hari, itu juga tempat untuk memasak seperti hipere (ubi jalar), wam (babi), dan sayuran. Lantai biasanya hanya tanah yang tertutup rumput kering.

Tradisi Lokal

Untuk contoh budaya lokal berupa tradisi, antara lain;

Rambu Solok

Rambu solok adalah budaya tradisi kematian di Tana Toraja. Festival ini menjadi upacara pemakaman paling mahal di dunia, karena keluarga yang tersisa perlu mengorbankan sejumlah besar uang untuk mengadakan upacara ini. Ratusan kerbau akan disayat selama upacara ini dan mayatnya akan dibawa ke puncak tebing untuk dikuburkan.

Ngaben

Ngaben, juga dikenal sebagai Pitra Yadyna, Pelebon atau upacara kremasi, adalah ritual pemakaman Hindu di Bali. Ngaben dilakukan untuk melepaskan jiwa orang yang sudah meninggal sehingga dapat memasuki alam atas di mana ia dapat menunggu untuk dilahirkan kembali (reinkarnasi).

Teologi Hindu Bali menyatakan bahwa ada persaingan antara penghuni jahat dari alam bawah untuk menangkap jiwa ini, dan kremasi yang tepat meningkatkan kemungkinan bahwa ia dapat mencapai alam atas.

Pakaian Tradisional

Jenis pakaian yang dianggap sebagai bagian daripada budaya lokal, antara lain;

Kain Ulos

Ulos adalah pakaian tradisional orang Batak di Sumatra Utara. Berbagai jenis ulos memiliki makna seremonial yang berbeda, misalnya dalam pernikahan digunakan untuk mengikat pengantin pria dan wanita secara bersamaan.

Ulos secara tradisional adalah tenunan tangan. Kain ulos yang berkualitas tinggi adalah pusaka keluarga yang signifikan, untuk dikenakan di acara-acara penting, seperti pemakaman dan pernikahan. Akan tetapi, dengan meningkatnya modernisasi sudah banyak penurunan signifikansi ulos, dengan banyak varietas tidak lagi diminati.

Batik

Batik Indonesia, termasuk budaya, teknik, dan pengembangan motif dan teknologinya, telah dinyatakan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Sejak itu, setiap 2 Oktober, Indonesia selalu memperingati Hari Batik Nasional.

Awalnya, batik pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto, yang mengenakan batik di Konferensi PBB. Batik itu sendiri tidak hanya disebut sebagai kain yang dibuat melalui teknik pewarnaan tradisional. Namun dalam budaya tradisional Jawa batik adalah hal yang bermakna. Hingga saat ini, batik terus berkembang, baik pada motif maupun proses produksinya.

Lagu Daerah

Budaya lokal yang berupa lagu daerah, antara lain;

Indonesia memiliki bermacam-macam lagu daerah, diantaranya yaitu;

  1. Aceh : Beungong Jeumpa
  2. Jambi : Injit-injit semut
  3. Riau : Soleram, Jawa Barat, Bubuy Bulan
  4. Jakarta : Kicir-kicir
  5. Jawa tengah : Suwe Ora Jamu
  6. Sulawesi Selatan : Angin Mamiri
  7. Kalimantan Selatan : Ampar-ampar Pisang
  8. Papua : Apuse.
Demikianlah tadi tulisan yang memberikan ulasan kepada segenap pembaca terkait dengan adanya beragam contoh budaya lokal di Indonesia yang terdiri dari lagu daerah, pakaian, tarian adat, ataupun prilaku dalam keseharian. Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi. Trimakasih, 

0 Response to "28+ Contoh Budaya Lokal di Masyarakat Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel