10+ Contoh Budaya Nasional di Masyarakat Indonesia


Pemerintah Indonesia memandang dirinya pada awal 1990-an memiliki tanggung jawab untuk memajukan budaya nasional, sebuah proyek yang terkait dengan persyaratan pembangunan nasional dan integrasi politik. Di samping mandat pemerintah, karena semakin banyak penduduk Indonesia mencari pekerjaan di kota-kota besar yang tidak terintegrasi yang terdiri dari beragam kelompok etnis, konsep budaya nasional memiliki daya tarik besar sebagai cara mengatur perubahan lingkungan perkotaan ini.

Meskipun pemerintah pusat berusaha memandu pembentukan budaya ini melalui kurikulum pendidikan, perayaan hari libur nasional, dan kontrol yang cermat terhadap media nasional (seni populer, televisi, dan media cetak), budaya yang muncul ini muncul hanya sebagian melalui perencanaan pusat. Untuk memperluas pengetahuan kita tentang budaya nasional Indonesia, artikel ini akan mengulas tentang beragam contoh budaya nasional yang ada di masyarakat Indonesia.

Budaya Nasional


Budaya nasional merupakan budaya yang sudah ada dan mengakar pada suatu bangsa. Kebudayaan ini biasanya sudah ada sejak dahulu kala dan terus diwariskan kepada anak cucu agar tetap lestari dan tidak termakan perubahan jaman.

Contoh Budaya Nasional di Indonesia


Berikut ini beragam contoh-contoh makna budaya lokal yang telah menjadi budaya nasional masyarakat Indonesia, diantaranya yaitu:

Rumah Adat Sumatera Selatan

Rumah adat dari Sumatera Selatan yaitu Rumah Limas, telah menjadi salah satu budaya nasional sebagai identitas bangsa Indonesia. Bangunan hunian khas dsri Sumatera Selatan ini mempunyai filosofi yang kental dengan sejarah dan kearifan budaya Indonesia. Setiap tingkatan bangunan ini mempunyai filosofi masing-masing.

Setiap tingkatan tersebut dinamakan bengkilas. Luas keseluruhan bangunan tersebut berkisar antara 400 s/d 1000 meter2.

Bahan bangunan yang digunakan sebagai konstruksi bangunan tersebut mempunyai kualitas yang baik seperti Kayu Tembesu (yang digunakan untuk membuat dinding, lantai dan pintu), sedangkan tiang atau pondasi bangunan ini menggunakan kayu unglen yang tahan air.

Rumah Adat Yogyakarta

Rumah Adat Yogyakarta dinamakan Rumah Bangsal Kencono Keraton. Ini dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I. Secara umum, arsitektur bangunan utama pada rumah adat ini tidak mempunyai banyak perbedaan dengan rumah adat jawa tengah. Atap rumah adat ini ditopang oleh 4 tiang di bagian tengah yang disebut dengan Soko Guru.

Bahan bangunana yang digunakan mempunyai kualitas yang tinggi sebab ini merupakan hunian kerajaan.

Bagian atap rumah menggunakan bahan sipar atau genting tanah. Warna yang diberikan yaitu warna-warna gelap seperti warna hijau gelap atau hita, sedangkan warna cokelat diambil dari warna alami kayu.

Rumah adat ini terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing, diantaranya Gladhag Pangurakan, Alun-alur lor, Kompleks Mesjid Gedhe Kasultanan, Bangsal Pagelaran, Siti Hinggil Ler, Kamandhungan Ler, Sri Manganti, Kedhatong, Kemagangan, Siti Hinggil Kidul, dan lain-lain.

Bangun Pemuda Pemudi (Lagu Nasional)

Lagu Bangun Pemuda-Pemudi diciptakan oleh Alfred Simanjuntak. Lagu ini selalu dikumandankan setiap kali perayaan Kemerdekaan RI 17 Agustus dan pada peringatan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober. Pada mulanya, lagu ini merupakan Mars dari Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia yang hanya berupa nada (tanpa lirik).

Kemdian sang pencipta mengubah liriknya yang penuh semangat dan ditujukan tidak hanya bagi sekolah Rakya Sempurna Indonesia, tapi juga untuk seluruh Rakyat Indonesia. Hal yang melatarbelakangi pencipataan lagu ini ialah pemikirian Alfred mengenai Nasionalisme Pemuda bangsa yang harus terus selalu dipupuk.

Bagimu Negeri (Lagu Nasional)

Almarhum Kusbini mencipatakan lagu Bagimu Negeri dengan pesan tersirat yang ia sampaikan melalui lirik-liriknya. Bagimu Negeri hanya terdiri atas 6 baris kalimat yang sederhana tapi syarat akan makna. Kedalaman makna dari lagu ini terlihat dari kepadatan liriknya.

Meski hanya 6 baris kalimat tapi rasanya seakan sudah menggambarkan seluruh tekad dan jiwa semangat dari orang-orang yang menyanyikannya. Lagu ini diangkat menjadi lagu nasional sebab bisa memberikan semangat nasionalisme, patriotisme dan rasa cinta yang mendalam kepada negeri ini.

Berkibarlah Benderaku (Lagu Nasional)

Lagu ini diciptakakan oleh Ibu Sud. Lagu Berkibarlah Benderaku diilhami dari kegigihan seorang pimpinan kantor RRI (Radio Republik Indonesia) menjelasng Agresi militer Belanda pada tahun 1947. Ketika itu beliau menolak untuk menurunkan Bendera Merah Putih yang berkibar di kantor RRI meskipun berada dalam anacaman senjata api pasukan belanda.

Keroncong

Keroncong adalah salah satu cabang seni musik khas Indonesia yang terdiri atas instrumen musik dawai, flut dan vokal.

Musik keroncong berakar pada fado (sejenis musik portugis) yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa tersebut. Ketika budak asal Goa (India) datang ke Kampus tugu dan menawan Portugis, pegaruh portugis mulai melemah tapi tidak serta merta membuat musik ini hilang begitu saja.

Pada tahun 1661 tawanan portugis tersebut di bebaskan dan mereka harus pindah agama dari katholik menjadi protestan. Sejak saat itu kebiasaan menyanyikan lagu Fado ada sebab harus bernyanyi ketika dalam gereja protestan. Pada tahun 1880 musik keroncong lahir yang dipengaruhi oleh musik Hawai dan tangga nada mayor lagu Fado.

Dangdut

Ditinjau dari sejarahnya, musik dangdut yang kini menjadi identitas dan ciri khas bangsa Indonesia pada dasarnya bersumber dari India, Melayu, Arab dan Patrol. Akan tetapi, sumber kebudayaannya tetap Melayu dan Jawa.

Alat musik yang membangun musik dangdut diantaranya yaitu Tabla, Drum Set, Suling, Tamborin, Gitar, Mandolin, Bass, saksofon, terompet, gendang, dan lain-lain. Musik dangdut populer sejak tahun 1970 hingga saat ini, bahkan Dandut sudah sampai ke mancanegara.

Wayang Kulit

Wayang kulit adalah seni pertunjukan wayang kulit tradisional yang awalnya ditemukan dalam budaya Jawa, Bali, dan Lombok. Istilah wayang adalah kata Jawa untuk bayangan, atau bayang dalam bahasa Indonesia standar; kata itu juga berarti "imajinasi".

Wayang kulit adalah salah satu dari banyak bentuk teater wayang yang ditemukan di Indonesia, yang lain adalah wayang beber, wayang klitik, wayang golek, wayang topeng, dan wayang wong.

Wayang kulit adalah yang paling terkenal, menawarkan kombinasi unik antara ritual, pelajaran, dan hiburan. Pada 7 November 2003, UNESCO juga mengakui wayang sebagai salah satu seni budaya Indonesia dalam daftar “Karya Agung Warisan Manusia dan Lisan yang Tak Berwujud”.

Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah candi Budha Mahayana pada abad ke-9 yang terletak di Kabupaten Magelang serta telah menjadi bagian budaya Jawa Tengah. Candi ini adalah kuil Budha terbesar di dunia. Kuil ini terdiri dari sembilan platform yang ditumpuk, enam persegi dan tiga lingkaran, diatapi oleh kubah pusat.

Itu dihiasi dengan 2.672 panel relief dan 504 patung Buddha. Kubah pusat tersebut dikelilingi oleh 72 patung Buddha, yang masing-masing duduk di dalam stupa berlubang.

Candi Borobudur dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Dinasti Sailendra, desain candi mengikuti arsitektur Buddha Jawa, yang memadukan pemujaan leluhur adat Indonesia dan konsep Buddha untuk mencapai Nirvana.

Kuil ini menunjukkan pengaruh seni Gupta yang mencerminkan pengaruh India pada wilayah tersebut, namun terdapat cukup adegan dan elemen asli yang digabungkan untuk menjadikan Borobudur unik/khas Indonesia.

Borobudur sejak itu telah dilestarikan melalui beberapa restorasi. Proyek restorasi terbesar dilakukan antara tahun 1975 dan 1982 oleh pemerintah Indonesia dan UNESCO, diikuti oleh daftar monumen sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Borobudur adalah candi Budha terbesar di dunia, dan peringkatnya bersama dengan Bagan di Myanmar dan Angkor Wat di Kamboja menjadi salah satu situs arkeologi besar di Asia Tenggara.

Batik

Kata batik berasal dari Jawa. Ini bisa berasal dari kata Jawa “amba” (untuk menulis) dan titik (titik), atau dapat berasal dari akar hipotesis Proto-Austronesia beCik (untuk tato).

Kata ini pertama kali direkam dalam bahasa Inggris di Encyclopædia Britannica tahun 1880, di mana kata itu diucapkan battik. Itu dibuktikan di Kepulauan Indonesia selama periode kolonial Belanda dalam berbagai bentuk: mbatek, mbatik, batek dan batik.

Batik Indonesia, termasuk budaya, teknik, dan pengembangan motif dan teknologinya, dinyatakan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Mulai saat itu, setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Itulah tadi serangkaian artikel yang memberikan penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan beberapa contoh budaya nasional masyarakat Indonesia pada umumnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan mendalam. Trimakasih,

0 Response to "10+ Contoh Budaya Nasional di Masyarakat Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel