Pengertian Lingkungan Budaya, Jenis, dan Contohnya


Ketika datang ke lingkungan budaya, ada perbedaan yang signifikan di seluruh negara, dan juga dalam batas-batas wilayah tertentu, misalnya, antara wilayah metropolitan dan pedesaan. Akan tetapi, ada kecenderungan yang melampaui perbedaan dan merupakan bagian dari apa yang membentuk sekelompok generasi dari perspektif budaya popular.

Banyak orang di seluruh dunia, terlepas dari negara, bahasa, budaya, dan latar belakang metro atau daerah pedesaan, telah berbagi pengalaman budaya populer, tidak terkecuali dari program televisi. Memahami lingkungan budaya, karenanya, adalah tentang mengidentifikasi dan memahami dimensi budaya-dalam arti luasnya-yang penting dalam konteks atau aplikasi tertentu, dan pada saat yang sama melihat persamaan dan masalah yang tidak tunduk pada perbedaan tetapi lebih bisa dilihat sebagai kesamaan. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang lingkungan budaya, artikel ini akan mengulas tentang pengertian lingkungan budaya, jenis, dan contohnya.

Lingkungan Budaya


Pengertian budaya tidak ditransmisikan secara genealogis. Ini juga bukan bawaan, tetapi dipelajari. Aspek budaya saling terkait dan terbagi oleh anggota kelompok. Seringkali budaya yang berbeda berdampingan di dalam negara. Budaya juga mengungkapkan dirinya dalam banyak cara dan dalam preferensi untuk warna, gaya, agama, ikatan keluarga dan sebagainya.

Lingkungan budaya terdiri atas institusi dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, selera, dan perilaku masyarakat. Manusia tumbuh dalam masyarakat tertentu yang membentuk keyakinan dan nilai dasarnya.

Lingkungan budaya merupakan segala kondisi, baik berupa materi (benda) maupun nonmateri yang dihasilkan oleh manusia melalui aktifitas dan kreatifitasnya. Lingkungan budaya bisa berupa bangunan, peralatan, pakaian, senjata. Ini juga termasuk non materi seperti tata nilai, norma, adat istiadat, kesenian, sistem politik dan sebagainya.

Standar kualitas suatu lingkungan dikatakan baik apabila di lingkungan tersebut bisamemberikan rasa aman, sejahtera bagi semua anggota masyarakatnya dalam menjalankan dan mengembangkan sistem budayanya.

Pengertian Lingkungan Budaya


Lingkungan budaya adalah seperangkat keyakinan, praktik, kebiasaan, dan perilaku yang dianggap umum bagi semua orang yang hidup dalam populasi tertentu. Lingkungan budaya dapat membentuk cara setiap orang berkembang, mempengaruhi ideologi dan kepribadian.

Lingkungan budaya ditentukan oleh kulminasi beragam aspek budaya yang berpengaruh pada pilihan dan perilaku pribadi.

Keyakinan atau kepercayaan terhadap suatu agama adalah pondasi yang penting dari lingkungan budaya tertentu. Bagi banyak budaya, agama tertentu telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari selama beberapa generasi.

Orang luar perlu menyadari kebiasaan dan tradisi yang terkait dengan agama tertentu untuk menavigasi lingkungan budaya tertentu dengan penuh hormat.

Keluarga dan hubungan dalam keluarga adalah faktor tambahan yang menentukan lingkungan budaya. Banyak budaya terstruktur di sekitar keluarga, sementara yang lain mempromosikan individualitas dan kemandirian.

Seperti agama dan keluarga, bahasa adalah unsur terpenting ketiga dari lingkungan budaya. Di luar komponen-komponen ini, sistem pendidikan dan sosial memengaruhi struktur lingkungan budaya.

Sistem sosial dapat menentukan kebiasaan yang penting bagi wilayah tertentu, sementara pendidikan dapat menentukan jenis ideologi apa yang dibagikan secara publik. Saat mengunjungi negara atau wilayah baru, penting bagi pengunjung untuk memahami lingkungan budaya untuk melindungi diri dari rasa malu atau tindakan menyinggung orang asing.

Pengertian Lingkungan Budaya Menurut Para Ahli


Adapun definisi lingkungan budaya menurut para ahli, antara lain:

Open Education Sociology Dictionary

Lingkungan budaya adalah norma yang digunakan orang untuk memahami dan menjelaskan lingkungan fisik dan sosial mereka.

Environment.fi

Lingkungan budaya adalah sumber daya budaya, sosial dan ekonomi yang luar biasa. Ini penting sebagai identitas dan kesejahteraan manusia. Lingkungan budaya memberikan keunggulan unik untuk wilayah dan tempat, berfungsi sebagai dasar pengembangan komunitas lokal dan menciptakan peluang bisnis.

Lingkungan budaya adalah lingkungan yang dibentuk oleh aktivitas manusia, seperti lanskap budaya di pedesaan, hutan, daerah kota dan kota, struktur arkeologi di tanah atau air, konstruksi dan lingkungan yang dibangun dari berbagai zaman, bersama dengan jembatan, jalan, saluran listrik dan industri dan daerah pelabuhan.

Di satu sisi, lingkungan budaya adalah sumber daya yang tidak terbarukan, di sisi lain, mereka berada dalam keadaan pembaruan dan pembangunan yang konstan.

Ketika mengubah dan mengembangkan lingkungan budaya yang berharga atau menciptakan lingkungan budaya baru atau bagian-bagiannya, nilai-nilai lingkungan yang ada adalah titik awal yang baik. Apa yang hilang sekali dalam lingkungan budaya, akan tetap hilang selamanya.

MBA-Tutorials

Lingkungan budaya adalah kegiatan manusia bersama dengan hubungan dan dengan lingkungan yang mereka jalani. Ini adalah terminologi yang sangat penting di setiap aspek kehidupan, terutama di sektor bisnis. Jika lingkungan yang tepat diberikan kepada karyawan dalam organisasi, kesuksesan organisasi dapat terjamin.

Lingkungan yang tepat dan membahagiakan dalam organisasi memfasilitasi karyawan untuk berkomunikasi satu sama lain dan dengan demikian motivasi mereka untuk meningkatkan kinerja. Beberapa hal utama yang termasuk dalam lingkungan budaya adalah; pendidikan, orang-orang yang tinggal di sekitarnya, cara hidup yang mereka jalani dan peristiwa yang mereka rayakan.

Lingkungan budaya sangat penting baik itu kehidupan individu, kelompok, negara atau di dalam organisasi apa pun. Jika ada kesenjangan antara orang-orang dan mereka mungkin tidak memiliki kesempatan untuk berkomunikasi satu sama lain dan masalah akan semakin meningkat dan kadang-kadang tidak mungkin untuk diselesaikan.

Jenis Lingkungan Budaya


Berikut ini beragam jenis lingkungan budaya ditinjau dari bentuk interaksi yang terjadi di dalamnya, antara lain:

Kerjasama

Kerjasama merupakan salah satu bentuk interaksi yang mengarah pada persatuan. Kerjasama dilakukan dengan tujuan untuk mencapai kepentingan serta memenuhi kebutuhan bersama tanpa paksaan.

Salah satu contoh kerjasama di lingkungan budaya yaitu adanya gotong-royong. Gotong-royong adalah tradisi atau budaya yang erat melekat pada masyarakat. Oleh karena itu, kerjasama juga menjadi salah satu tujuan komunikasi antar budaya.

Akomodasi

Akomodasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau pertikaian tanpa merugikan salah satu pihak. Contohnya yaitu musyawarah yang telah menjadi suatu budaya khas dalam menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat secara damai.

Akulturasi

Akulturasi dapat diartikan sebagai masuknya unsur-unsur budaya baru ke dalam kebudayaan yang telah ada, sehingga memungkinkan munculnya suatu kebudayaan baru. Akan tetapi, dalam hal ini kepribadian atau unsur asli dari kebudayaan tersebut tidak akan hilang.

Contoh akulturasi komunikasi antar budaya yaitu adanya proses interaksi yang berlangsung diantara dua orang atau kelompok orang dari dua kebudayaan yang berbeda, misalnya interaksi antara masyarakat Betawi dan China yang dapat memicu timbulnya kebudayaan Lenong.

Asimilasi

Asimilasi juga termasuk salah satu bentuk interaksi dalam lingkungan budaya, yaitu bercampuranya dua kebudayaan seperti akulturasi, tapi dalam asimilasi akan tercipta budaya baru, hingga memungkinkan hilangnya kepribadian kebudayaan asli. Salah satu contoh asimilasi yaitu adanya perkawinan antar suku.

Persaingan

Interaksi dalam lingkungan budaya ada yang bersifat positif seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tapi ada pula interaksi yang bersifat negatif, salah satunya adalah persaingan.

Persaingan adalah suatu proses interaksi untuk mencapai keuntungan lebih dari pihak lain tanpa adanya ancaman, kekerasan, atau tindakan negatif lainnya. Contohnya yaitu persaingan kebudayaan di kancah internasional.

Kontravensi

Bentuk interaksi di lingkungan budaya bersifat negatif selanjutnya adalah kontravensi. Kontravensi adalah suatu proses interaksi yang dilakukan dengan tujuan untuk menggagalkan upaya pihak lain dalam mencapai tujuannya.

Hal ini dapat dilakukan seperti menyebarkan fitnah, mengacaukan upaya-upaya yang telah di siapkan, dan lain sebagainya.

Konflik

Selain persaingan dan konflik, ada juga bentuk interaksi dalam lingkungan budaya yang bersifat negatif, yaitu konflik. Konflik adalah suatu proses interaksi yang secara sadar dan tidak sadar memiliki tujuan untuk menentang pihak lain. Ini biasanya juga akan disertai dengan ancaman hingga kekerasan yang bisa mengalahkan pihak lain tersebut.

Contoh konflik yaitu adanya konflik antar suku, yang kemudian bisa merusak tradisi hingga citra suku masing-masing.

Contoh Lingkungan  Budaya


Berikut ini beberapa contoh lingkungan budaya, antara lain:


  1. Adat istiadat yang menjadi budaya Bangka Belitung
  2. Tradisi gotong royong di desa
  3. Kehidupan di Kampung Naga Jawa Barat
  4. Norma & keyakinan di suku Badui Banten
Nah, itulah tadi tulisan yang dapat kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan adanya pengertian lingkungan budaya menurut para ahli, jenis, dan contohnya di masyarakat Indonesia. Semoga melalui tulisan ini bisa bermanfaat. Trimakasih, 

0 Response to "Pengertian Lingkungan Budaya, Jenis, dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel