Pengertian Artefak, Jenis, dan Contohnya

Salah satu hal yang membuat manusia unik adalah kemampuan mereka untuk membuat dan menggunakan alat, dan sejak kapak batu pertama mulai muncul sekitar 700.000 tahun yang lalu, budaya manusia telah meninggalkan artefak. Akar kata artefak pada dasarnya berarti "sesuatu yang dibuat dengan keterampilan", dengan demikian, batu yang digunakan untuk memukul bukanlah artefak, karena tidak dibentuk oleh manusia untuk tujuan tertentu.

Artefak adalah objek buatan manusia yang memiliki semacam makna budaya. Artefak adalah kombinasi dari dua kata Latin “arte” yang berarti "oleh keterampilan" dan “factum” yang berarti "untuk membuat." Biasanya ketika kita menggunakan kata artefak, maka kita menggambarkan sesuatu yang dibuat untuk tujuan tertentu pada waktu tertentu pula di masa lalu. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang artefak, artikel ini akan mengulas tentang pengertian artefak, jenis, dan contohnya.

Artefak


Artefak (dalam Bahasa Inggris: artifact) benda arkeologi atau peningalan benda-benda bersejarah, yaitu semua benda yang dibuat atau dimodifikasi oleh manusia yang dapat dipindahkan.

Contohnya yaitu alat-alat yang terbuat dari batu, logam dan tulang, gerabah, prasasti lempeng dan kertas, senjata-senjata dari logam (anak panah, mata panah, dan lain-lain), terracotta dan tanduk binatang. Artefak ini sangatlah penting untuk diletakkan di museum sehingga semua orang dapat melihat dan mempelajarinya.

Dalam arkeologi, artefak dapat diartikan sebagai benda (atau bahan alam) yang jelas dibuat oleh (tangan) manusia atau jelas menampakkan (observable) adanya jejak-jejak buatan manusia padanya (bukan benda alamiah semata) melalui teknologi pengurangan maupun teknologi penambahan pada benda alam tersebut.

Ciri penting dalam konsep budaya artefak ialah bahwa benda ini dapat bergerak atau dapat dipindahkan (movable) oleh tangan manusia dengan mudah (relatif) tanpa merusak atau menghancurkan bentuknya.

Selain artefak, dalam arkeologi, adapula istilah ekofak atau biofak yaitu objek yang ditemukan pada situs arkeologi dan mempunyai signifikansi arkeologis. Namun benda tersebut tidak pernah mempunyai perubahan yang dilakukan oleh manusia.

Objek tersebut terkait dengan lingkungan budaya, seperti tanduk hewan, arang, tanaman, dan polen. Ekofak adalah objek alami yang biasanya terkait dengan temuan artefak dan fitur. Ekofak menampakkan bagaimana manusia pada masa lalu beradaptasi terhadap lingkungannya

Perbedaan ini sering kabur. Misalnya, tulang yang diambil dari bangkai hewan adalah biofak tetapi tulang yang diukir menjadi alat yang berguna adalah artefak. Demikian pula dapat terjadi perdebatan tentang benda-benda batu purba yang dapat berupa artefak kasar atau yang terjadi secara alami dan kebetulan menyerupai benda-benda awal yang dibuat oleh manusia purba atau Homo sapiens.

Mungkin sulit untuk membedakan perbedaan antara artefak litik buatan manusia dan geofak - litik yang terjadi secara alami yang menyerupai alat buatan manusia. Dimungkinkan untuk mengotentikasi artefak dengan memeriksa karakteristik umum yang dikaitkan dengan alat buatan manusia dan karakteristik lokal dari situs tersebut.

Pengertian Artefak


Artefak ialah benda-benda peninggalan sejarah atau sering dikenal juga dengan sebutan benda arkeologi yang pada dasarnya adalah suatu hasil karya seni manusia atau hasil modifikasi manusia dimana benda ini dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Jadi tentunya dapat Anda bayangkan bahwa artefak merupakan benda peninggalan sejarah dengan ukuran tertentu yang dapat dipindahkan.

Pengertian Artefak Menurut Para Ahli


Adapun definisi artefak menurut para ahli, antara lain:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Artefak ialah benda-benda, seperti alat, perhiasan yang menunjukkan kecakapan kerja manusia (terutama pada zaman dahulu) yang ditemukan melalui penggalian arkeologi; Benda (barang-barang) hasil kecerdasan manusia, seperti perkakas, senjata.

The American Heritage Dictionary of the English Language

Artefak adalah benda yang diproduksi atau dibentuk oleh kerajinan manusia, terutama alat, senjata, atau ornamen yang menarik secara arkeologis atau historis.

Merriam-Webster

Artefak adalah objek yang biasanya sederhana (seperti alat atau ornamen) yang menunjukkan pengerjaan atau modifikasi manusia yang dapat dibedakan dari objek alami.

Science Daily

Artefak adalah benda apapun yang dibuat atau dimodifikasi oleh budaya manusia, dan sering kali dipulihkan oleh upaya arkeologis.

Your Dictionary

Artefak adalah sesuatu yang dibuat oleh manusia dan seringkali merupakan alat primitif, struktur, atau bagian dari benda fungsional.

New World Encyclopedia

Dalam arkeologi, artefak adalah benda apapun yang dibuat atau dimodifikasi oleh budaya manusia, individu atau kelompok. Seringkali artefak ditemukan kembali setelah sekian lama melalui upaya arkeologis atau bahkan secara kebetulan.

Selain memberikan informasi penting kepada arkeolog tentang budaya dan peradaban sebelumnya, artefak juga membantu menentukan waktu periode bumi dan dalam catatan sejarah. Jika sebuah gambar "bernilai seribu kata" seperti ungkapan yang muncul, maka artefak akan memberi tahu lebih banyak lagi. Kecantikan, kelangkaan, dan sejarah artefak membuka rahasia pemilik kuno mereka.

Kids Encyclopedia Fact

Dalam arkeologi, artefak adalah objek yang dibuat atau dimodifikasi oleh budaya manusia. Biasanya ditemukan selama penggalian arkeologis. Beberapa artefak adalah alat-alat batu, roda tembikar, perhiasan, dan pakaian. Studi tentang artefak sangat penting dalam arkeologi.

Jenis Artefak


Terdapat beberapa jenis artefak yang dikelompokkan berdasarkan zaman penemuannya,  diantaranya sebagai berikut:

Zaman Palaeotikum

Von Koenigswald melakukan sebuah penilitan di daerah pacitan dan Ngandong, Jawa timur. Berdasarkan penelitan tersebut, Koenigswald menyimpulkan bahwa manusia yang hidup pada zaman palaetikum sudah mulai mempersenjatai diri mereka dengan alat-alat yang berfungsi untuk melindungi diri.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan ditemukannya artefak berbentuk yang kapak gengam (Kapak perimbas).

Zaman Mesolithikum

Pada zaman ini manusia sudah mulai hidup menetap dan membangun tempat tinggal yang permanen. Hal tersebut dapat dikuatkan dengan adanya penemuan Abris Sous Roche yaitu semacam tempat tinggal yang dibangun berbentuk ceruk ada batu karang.

Selain Abris Sous Roche, ditemukan juga Kjokkenmoddinger yang dikenal juga sebagai sampah dapur atau tumpukan kerang, yaitu sebuah tempat pembuangan sampah bagi penduduk lokal.

Penemuan dua artefak tersebut membuat adanya asumsi bahwa manusia sudah mulai hidup menetap. Penemuan lain yang memperkuat adalah penemuan artefak yang berbentuk kapak gengam, dan jugan penggiling serta tulang.

Zaman Logam

Pada zaman ini manusia sudah mampu untuk membuat peralatan dari logam. Hal tersebut ditandai dengan penemuan artefak berbentuk perhiasan yang terbuat dari bahan emas, perunggu dan juga besi.

Zaman megalithikum

Zaman megalitihikum disebut juga dengan sebutan zaman batu besar. Zaman ini menjadi tonggak dari lahirnya bangunan-bangunan batu yang berukuran besar. Beberapa peninggalan penting yang berasal dari zama ini yaitu seperti, menhir, dolmen, kubur batu, sarchopagus/keranda dan juga arca-arca.

Contoh Artefak


Berikut ini beberapa contoh artefak, diantaranya yaitu:

Kapak Genggam

Kapak genggam sering disebut juga dengan kapak perimbas. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kapak genggam sudah ada sejak zaman Palaeolitikum. Artefak ini pernah ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1935 di sungai Baksoko, Desa Punung, Pacitan, Jawa Timur.

Batu genggam biasanya terbuat dari batu gamping. Batu tersebut dipahat memanjang atau diserpih sehingga berbetuk serpihan

Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger merupakan tumpukan sampah kerang dan juga siput yang kemudian membentuk gundukan seperti pegunungan. Kjokkenmoddinger ditemukan pada zaman mesolitikum, tepatnya di sepanjang pantai timur pulau sumatera.

Hal tersebut diteliti oleh Dr. P. V. Van Stein Callenfels pada tahun 1925. Berdasarkan penelitian tersebut, diketahui bahwa pada saat itu kehidupan manusia bergantung pada hasil menangkap siput dan kerang karena ditemukan tumpukan sampah kedua hewan tersebut setinggi 7 meter.

Pisau Belati dari bahan Tulang

Alat-alat dari bahan tulang binatang biasanya terbuat dari tanduk rusa. Artefak ini merupakan peninggalan dari zaman paleolitikum hasil budaya Ngandong.

Artefak Anak Panah

Artefak anak panah terbuat dari bahan batuan gamping. Artefak ini ditemukan di beberapa daerah seperti contohnya Gua Lawa (Sampung) dan serta juga-gua di Tuban (Gua Kadang dan Gua Gede).

Sumatralitha

Sumatralitha memiliki nama lain yaitu kapak genggam Sumatera. Teknik pembuatan kapak ini lebih halus dibandingkan kapak perimbas. Kedua sisinya sudah terdapat bagian yang.  Teknik penggunaannya masih dengan cara digenggam. Artefak ini ditemukan di Lhokseumawe (Aceh) dan Binjai (Sumatera Utara).

Beliung Persegi (kapak persegi)

Beliung persegi ialah alat dengan permukaan yang memanjang dan bentuknya segi empat. Seluruh permukaan alat ini sudah digosok halus. Sisi awalnya diikat pada tangkai, sisi depannya diasah hingga tajam.

Beliung persegi yang berukuran besar berfungsi untuk cangkul, sedangkan yang berukuran kecil berfungsi untuk alat pengukir rumah atau pahat. Tempat penemuannya yaitu di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi.

Kapak Lonjong

Kapak lonjong merupakan alat berbentuk lonjong. Seluruh permukaannya sudah digosok halus. Sisi awalnya agak runcing dan diikat pada tangkai. Sisi depannya lebih melebar dan diasah hingga tajam. Alat ini digunakan untuk memotong kayu dan berburu. Tempat penemuannya yaitu di Sulawesi, Flores, Tanimbar, Maluku, dan Papua.

Sepatu

Sepatu lengkap tertua di dunia ditemukan di Armenia dan berusia sekitar 5.500 tahun. Kulit biasanya tidak bertahan untuk waktu yang lama, tetapi sepatu ini memiliki pengawet yang unik, ia terkubur di bawah tumpukan kotoran domba.

Sandal, sebaliknya, sudah ada jauh lebih awal. Yang paling awal hampir dua kali lebih tua dari sepatu kulit dari Armenia. Sandal yang terbuat dari kulit kayu yang dipintal ditemukan pada tahun 1938 di Fort Rock Cave, Oregon.

Mereka dilindungi di bawah abu vulkanik dari letusan Gunung Mazama 7.500 tahun yang lalu, meskipun sandal sudah cukup tua pada saat itu. Mereka diyakini telah dibuat lebih dari 10.000 tahun yang lalu.

Harta Karun Gua Sibudu

Gua Sibudu di Afrika Selatan adalah harta karun arkeologis dengan contoh paling awal dari setidaknya tiga penggunaan teknologi yang berbeda. Sisa-sisa peradaban di gua membentang kembali selama 77.000 tahun, dan termasuk jarum tertua, alas tidur tertua, dan salah satu panah tulang yang paling awal.

Roda kayu

Roda tertua yang ditemukan berusia 5.200 tahun. Itu ditemukan di rawa di dekat kota Ljubljana, Slovenia. Roda, dengan lebar 140 sentimeter (55 inch), ditemukan dengan porosnya, yang panjangnya 120 sentimeter (47 in) dan masuk ke dalam lubang persegi di tengah-tengah roda.

Hanya lebih dari setengah roda yang bertahan, tetapi itu sudah cukup bagi arkeolog untuk menduga bahwa itu akan menjadi bagian dari kereta roda dua. Roda tersebut saat ini dipajang hingga April 2014 di Mainz, Jerman.

Ini merupakan inti dari upaya untuk menjadikan daerah itu sebagai situs warisan UNESCO untuk melestarikan sisa-sisa arkeologis orang-orang yang tinggal di sana ketika roda diciptakan.

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang memberikan penjelasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian artefak menurut para ahli, jenis, dan contohnya di masyarakat Indonesia dan Dunia. Semoga bisa memberi wawasan. Trimakasih,

0 Response to "Pengertian Artefak, Jenis, dan Contohnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel