10+ Potensi Budaya Indonesia dan Pemanfaatannya


Indonesia memiliki keragaman arti budaya, etnis, agama dan bahasa yang signifikan, mulai dari ritual sehari-hari Hindu yang dipraktikkan di pulau Bali hingga prevalensi hukum syariah Islam di Aceh (Sumatra). Keberagaman budaya di Indonesia disatukan oleh moto nasional Indonesia Bhinekka Tunggal Ika yang mengacu pada keragaman dalam komposisi internal negara tetapi juga menunjukkan bahwa-terlepas dari semua perbedaan dalam masyarakat multikulturalnya-ada rasa persatuan (keindonesiaan) yang sejati di antara masyarakat Indonesia.

Justru multikultiralisme atau keragaman budaya ini menjadi potensi tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk terus mengembangkan dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki karena budaya tercipta dengan masing-masing manfaatnya. Untuk memperluas pengetahuan kita tentang potensi budaya Indonesia, artikel ini akan menyajikan potensi budaya di Indonesia dan pemanfaatannya.

Potensi Budaya


Kata potensi dapat diartikan sebagai kemampuan yang dapat dikembangkan, sedangkan budaya merupakan semua hasil cipta, rasa, dan karsa yang  berkembang dan dimiliki oleh sekelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Potensi budaya merupakan kemampuan alamiah suatu budaya untuk dapat dikembangkan, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru. Rasa dan karsa yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Potensi budaya bersifat alami tanpa adanya masukkan external dari budaya luar ataupun asing, sehingga dapat dikatakan bahwa potensi tersebut masih natural tanpa budaya tambahan.

Potensi Budaya Indonesia


Indonesia kaya secara budaya. Seni dan budaya Indonesia terjalin dengan agama dan makna tradisi kuno sejak masa awal migran dengan pemikiran Barat yang dibawa oleh pedagang Portugis dan penjajah Belanda.

Prinsip dasar yang memandu kehidupan meliputi konsep budaya gotong royong dan musyawarah untuk mencapai mufakat, berasal dari kehidupan pedesaan, sistem ini masih banyak digunakan dalam kehidupan masyarakat.

Budaya Indonesia memang kaya akan seni dan kerajinan. Misalnya di bidang tekstil, Sumatra dapat menghasilkan beberapa sarung tenun emas dan perak terbaik, yang dikenal sebagai kain songket; Perempuan di Sulawesi Selatan dapat menghasilkan sutra tenunan tangan yang berwarna-warni, sedangkan Bali, Flores dan Timor dapat menghasilkan beberapa tekstil terbaik dari serat alami dengan motif yang rumit.

Dalam hal kerajinan kayu, pengrajin dari Bali dapat menghasilkan patung-patung yang indah, seperti halnya suku Asmat di Papua, baik tradisional maupun modern, pengrajin dari Jawa Tengah mampu memproduksi furnitur dengan ukiran halus, sedangkan pembuat kapal Bugis dari Sulawesi Selatan terus membangun schooner "phinisi" megah yang melapisi laut Indonesia hingga saat ini.

Indonesia juga kuat dalam seni pertunjukan. Drama tari Ramayana yang indah dipentaskan pada musim kemarau di panggung terbuka besar di Candi Prambanan, Yogyakarta. Tarian Indonesia penuh warna, dramatis, dan menghibur. Tarian tersebut bervariasi, dari Tari “Saman” yang tersinkronasi dengan tepukan tangan dari Aceh, hingga tarian istana yang tenang dari Jawa disertai dengan suara orkestra gamelan, bahkan tarian perang dari Kalimantan, Papua, dan Sulawesi.

Pengertian Potensi Budaya Indonesia Menurut Para Ahli

Jukka O. Miettinen dari Theatre Academy Helsinki menuliskan bahwa:

“Republik Indonesia terdiri dari 17.500 pulau. Dengan perkiraan populasi sekitar 250 juta orang, negara ini adalah negara dengan populasi terpadat keempat di dunia, dan memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Indonesia adalah republik (sejak 1950 Republik Indonesia), dengan terpilih dan presiden terpilih. Ibukota negara, Jakarta, berada di Jawa.

Negara lintas benua ini berbatasan dengan Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia. Ada ratusan tradisi pertunjukan di Indonesia. Banyak dari mereka berasal dari kelompok etnis kecil di pulau-pulau terpencil sementara beberapa dari mereka membentuk apa yang dapat diklasifikasikan sebagai "tradisi klasik". Yang terakhir ini terdiri dari tradisi pulau tengah Indonesia, Jawa, dan pulau Bali yang bertetangga”.

Potensi Budaya di Indonesia dan Pemanfaatannya


Berikut 10 contoh potensi budaya yang ada di Indonesia beserta pemanfaatannya, antara lain:

Bahasa

Setiap daerah di Indonesia mempunyai bahasa yang berbeda-beda. Beberapa bahasa daerah yang digunakan di Indonesia diantaranya yaitu Bahasa Jawa, Sunda, Betawi, Aceh, dan Dayak. Indonesia memang mempunyai potensi menjadi negara maju.

Ditinjau dari bahasa saja sudah banyak ragamnya dan juga mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri dari bahasa di setiap daerah. Ditinjau dari pemanfaatannya, sudah tentu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi bagi masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

Misalnya orang Jawa menggunakan Bahasa Jawa ketika berdialog dengan sesama orang Jawa. Begitu pula orang dari suku-suku lainnya. Selain itu, bahasa ini juga bermanfaat sebagai identitas suku tersebut untuk membedakannya dari suku lainnya.

Akan tetapi, meskipun terdapat beragam bahasa daerah, Indonesia tetap mempunyai bahasa nasional yang menjadi bahasa persatuan dan komunikasi antar suku, yaitu Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa melayu.

Rumah Adat

Setiap daerah mempunyai rumah adat masing-masing dan dengan bentuk yang berbeda-beda. Perbedaan bentuk tersebut bisa dilihat atap, dinding, atau lantai. Perbedaan pada bentuk rumah adat tersebut dikarenakan adaptasi terhadap lingkungan budaya disekitar daerah.

Contoh rumah adat yang ada di Indonesia yaitu Rumah Pajang dari Kalimantan Barat, yang dibangun cukup tinggi untuk menghindari banjir dan bentuknya yang memanjang agar rumah tersebut luas dan dapat dihuni banyak orang. Selain itu, ada pula Rumah Krong Bade dari Aceh, Rumah Joglo dari Jawa Tengah, Rumah Tongkonan dari Sulawesi Selatan, Rumah Baileo dari Maluku, dan lain-lain.

Tarian Adat

Indonesia memiliki beragam jenis tarian tradisional dan telah dikenal hingga ke mancanegara dan menjadi daya tarik tersendiri sebagai objek wisata budaya. Tarian adat mempunyai makna, pesan, dan simbol tertentu.

Ada tarian yang melambangkan pemujaan atau rasa syukur kepada Tuhan, ada yang untuk penyambutan tamu, untuk menggambarkan kegembiraan pemuda-pemudi, keperkasaan, dan lain-lain

Contoh tarian yang bersifat pemujaan misalnya Tari Pendet dari Bali, sedangkan Tari Saman dari Naggroe Aceh Darussalam merupakan contoh tarian untuk menyambut tamu. Ada pula Tari Perang dari kalimantan dan Tari Reog dari Ponorogo, Jawa Timur yang merupakan contoh yang menggambarkan keperkasaan.

Pertunjukan Rakyat

Pertunjukan rakyat yang berkembang di Indoensia kisahnya diambil dari keseharian rakyat Indonesia di berbagai daerah. Beberapa contoh pertunjukan rakyat diantaranya yaitu Wayang Golek dari Jawa Barat, Ludruk dari Jawa Timur, Ketoprak dari Jawa Tengah, Makyong dari Kepulauan Riau, Wayang Kulit dari Jawa Tengah), dan Randai dari Sumatra.

Pertunjukan rakyat tersebut selain bermanfaat sebagai hiburan juga bermanfaat untuk menyampaikan pesan moral karena dalam setiap cerita yang dibawakan akan disisipkan pesan moral tertentu yang berkaitan dengan kehidupan.

Upacara Adat

Pelaksanaan upacara adat biasanya orang menggunakan tarian adat dan mengenakan pakaian adat sesuai dengan upacara apa yang dijalani dan dari mana upacara adat tersebut berasal. Yang tidak kalah menarik, upacara adat tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata.

Manfaat pelaksaan upacara adat bisa bermacam-macam tergantung tujuannya, misalnya Upacara Ngaben dari Bali digunakan untuk upacara kematian seseorang, dengan tujuan agar arwah orang yang sudah meninggal itu berada di sisi Tuhan.

Pakaian Adat

Pakaian adat biasanya bermanfaat ketika ada aktivitas kesenian budaya, contohnya seperti seni pertunjukan rakyat, upacara adat (perkawinan, kematian, kelahiran, ritual), dan tarian tradisional. Pakaian adat disetiap daerah atau setiap suku di Indonesia berbeda-beda, sehingga kita bisa mengenalinya dan membedakannya dengan mudah.

Contoh pakaian adat midalnya Baju Bodo dari Sulawesi Selatan), Baju Ulos dari Batak), Baju Inong dari Aceh, dan Baju Kurung dari Minangkabau.

Senjata Tradisional

Ketika mengenakan pakaian adat tidak lengkap rasanya tanpa senjata tradisional sebagai hiasan. Senjata tradisional bukan hanya bermanfaat sebagai hiasan saja yang menarik karena bentuknya berbeda-beda dan unik. Akan tetapi, senjata tradisional ini merupakan benda peninggalan sejarah dari nenek moyang terdahulu.

Contoh senjata radisional yang hingga kini masih digunakan yaitu Golok dari Jakarta yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh rakyat di daerah Indonesia untuk memotong daging atau pohon kayu kecil-kecil.

Contoh senjata tradisional lainnya yaitu Rencong dari Aceh, Mandau dari Kalimantan, Keris dari Jawa, Badik dari Sulawesi, Kujang dari Jawa Barat, dan Parang Salawuku dari Maluku.

Lagu Daerah

Lagu daerah atau lagu tradisional Indonesia sangat beragam karena banyaknya suku yang ada di negara ini. Bahkan, berkat keberagaman lagu-lagu tradisional ini, Indonesia sering menegakkan namanya di berbagai kompetisi paduan suara internasional dalam kategori cerita rakyat.

Dalam lagu-lagu daerah ini biasanya juga tersirat pesan moral karena liriknya menceritakan suatu hal, misalnya lagu daerah Gundul Pacul dari Jawa Tengah yang konon dibuat pada tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-teman remajanya dan memiliki nilai filosofis yang dalam dan makna yang mulia.

Bald hull (gundul pacul) berarti bahwa seorang pemimpin sebenarnya bukan hanya orang yang diberi mahkota di kepalanya tetapi dia juga bertindak sebagai pembawa cangkul untuk bertani dan untuk mencari kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri.

Contoh lagu daerah lainnya yaitu Ampar-Ampar Pisang yang menjadi bagian dari budaya Kalimantan Selatan, Anak Kambing Saya dari NTT, Injit-Injit Semut dari Jambi, Jali-Jali dari Jakarta, Rasa Sayange dari Maluku, Tokecang dari Jawa Barat, Yamko Rambe Yamko dari Papua.

Alat Musik Tradisonal

Indonesia juga kaya dengan alat musik tradisional. Masing-masing alat musik memiliki kedudukan dan fungsi yang berbeda-beda tergantung budaya masyarakat yang membuatnya. Beberapa manfaatnya antara lain sebagai sarana upacara adat, mengiringi tarian serta pertunjukan, sarana hiburan, untuk pendidikan seni masyarakat, dan lain-lain.

Alat musik tersebut merupakan media ekspresi untuk mewujudkan karya musik yang dinamakan dengan komposisi. Alat musik daerah sengaja dibuat dan dikembangkan oleh masyarakat di suatu daerah dan secara turun-temurun dilakukan oleh generasi berikutnya, ini sekaligus memberikan ciri khas bagi daerah tersebut.

Contoh alat musik tradisional Indonesia yaitu Aramba dari Pulau Nias serta menjadi budaya Sumatera Utara, Saluang dari Minangkabau (Sumatera Barat), Serangko dari Jambi, Gambus dari Riau, Angklung dari Jawa Barat, Gamelan dari Jawa Tengah, Gendang dari Yogjakarta, Bonang dari Jawa Timur, Japen dari Kalimantan Tengah, Kulintang dari Sulawesi Utara, dan masih banyak lagi.

Masakan Tradisional Indonesia

Masakan tradisional Indonesia terdiri dari berbagai masakan daerah di Indonesia; ada berbagai macam resep dan masakan yang seringkali didasarkan pada budaya asli maupun ada juga yang telah mendapat pengaruh asing. Indonesia memiliki sekitar 5.350 resep tradisional, Masakan Indonesia dapat mencakup hidangan nasi, mie dan sup.

Masakan Indonesia sangat bervariasi berdasarkan wilayah dan memiliki banyak pengaruh berbeda. Masakan Sumatra, misalnya, sering memiliki pengaruh Timur Tengah dan India, menampilkan daging dan sayuran seperti gulai dan kari, sementara masakan Jawa kebanyakan adalah masakan asli, dengan sedikit pengaruh Cina.

Masakan dari Indonesia Timur mirip dengan masakan dari Polinesia dan Melanesia. Unsur-unsur masakan Cina dapat dilihat dalam masakan Indonesia: makanan seperti mie, bakso, dan lumpia telah sepenuhnya berasimilasi.

Masakan tradisional ini selain bermanfaat sebagai hidangan untuk memanjakan perut kita, ini juga bisa menjadi potensi budaya tersendiri yaitu untuk menyajikan wisata kuliner, karena kuliner Indonesia merupakan salah satu masakan terlezat dengan bumbu rempah-rempah yang lengkap.

Contoh masakan tradisional Indonesia yaitu Ketoprak dan Kerak Telor dari Jakarta, Gudeg dari Yogjakarta, Gohu Ikan dari Maluku, Rujak Cingur dari Surabaya, Pempek dari Palembang, Rendang dari Padang.

Nah, demikianlah setidaknya artikel yang memberikan ulasan secara lengkap terkait dengan pengertian potensi budaya di Indonesia dan pemanfaatannya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada pembaca. Trimakasih,

0 Response to "10+ Potensi Budaya Indonesia dan Pemanfaatannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel