Aneka Panganan Fermentasi dari Kalimantan Tengah

Cara Pembuatan Makanan Fermentasi

Kalimantan Tengah memiliki flora dan fauna yang dapat dijadikan santapan yang lezat. Hal ini didukung karena daerah Kalimantan Tengah memiliki tanah yang subur dan kondisi geografis yang berlekuk. 

Kondisi yang berlekuk ini membentuk Sungai dan Kuala ini sebagai habitat makhluk air tawar dan air payau.  Ketika Musim panen tiba seperti panen ikan dan tumbuhan. Tentunya hasil panen yang didapatkan melimpah, jika hanya dimasak dengan cara pematangan biasa tentu makanan akan cepat busuk dan tidak dapat dikonsumsi.

Selain tak dapat dikonsumsi, hasil panen tersebut harus dapat disimpan lama hingga berbulan-bulan sebagai cadangan makanan selanjutnya hingga panen tiba. Sehingga hasil panen tersebut akhirnya diolah dengan cara fermentasi.

Fermentasi biasanya dilakukan dengan menambahkan garam sebagai pengawet dan rempah-rempah asal Kalimantan untuk memperkuat rasa dan aroma makanan tersebut.

Proses fermentasi pada makanan khas Kalimantan Tengah pada umumnya tidak menambahkan ragi (Kapang) khusus untuk menimbulkan terjadinya peristiwa fermentasi. Lalu panganan apa saja dari Kalimantan Tengah yang terbentuk dari proses fermentasi ? Simak Ulasan berikut ini.

Aneka Panganan Fermentasi dari Kalimantan Tengah


1. Tampoyak

Tampoyak ialah panganan fermentasi yang terbuat dari durian (Durio zibethinus). Walau Tempoyak tidak selama nya dibuat dari durian bisa juga dari tumbuhan yang mirip dengan durian yaitu lai (Durio kutejenis) , lahung (Durio dulcis).

Tumbuhan tersebut banyak ditemui di hutan Kalimantan Tengah. Ketika musim panen tiba tentunya pasokan buah durian tersebut amatlah melimpah agar tidak busuk maka dibuatlah tempoyak. Tampoyak biasanya dibuat sebagai campuran sambal, rasa asin, asam dan manis khas durian menemasi pedasnya sambal tersebut.

2. Manday

Manday ialah panganan fermentasi yang terbuat dari kulit cempedak (Artocarpus integer). Manday pun sama seperti tempoyak tidak selamanya terbuat dari kulit cempedak bisa pula dari kulit tumbuhan Nangka (Artocarpus heterophyllus), Kluwih (Artocarpus camansi) dan Tarap (Artocarpus odoratissimus).

Manday tak hanya dijumpai di Kalimantan Tengah namun bisa ditemukan di Kalimantan Selatan. Lama fermentasi dari pembuatan manday bisa 3-30 hari tergantung selera. Semakin lama difermentasikan maka akan semakin lembut manday yang dibuat. Manday biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi.

3. Cencalu

Cencalu ialah panganan fermentasi yang terbuat dari udang papai (Acetes indicus). Cencalu. Cencalu dibuat dari fermentasi udang papai dengan bantuan bakteri Lactobacillus sp dan Streptococcus Sp. Cencalu dapat dimakan secara langsung ataupun dijadikan campuran pembuatan sambal.

Rasa Cencalu ialah manis, asin dan agak amis seperti udang laut. Cencalu dapat dijumpai di perbatasan Kalimantan Tengah-Kalimantan Barat yaitu Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin barat, hal ini dikarenakan kedua kabupaten tersebut memiliki perbatasan langsung dengan laut.

4. Iwak Samu

Iwak Samu ialah panganan fermentasi yang terbuat dari ikan sungai. Ikan Sungai yang sering dimanfaatkan Ikan Sepat (Trichopordus trichopterus), Ikan Haruan (Channa striata), Ikan Papuyu (Anabas testudineus), dan Ikan Lais (Krytopterus bichirris).

Iwak Samu dapat difermentasi secara basah maupun kering. Iwak Samu biasanya diolah kembali dengan cara digoreng. Rasa yang dihasilkan ialah rasa kecut dan agak asin. Rasa tersebut diperoleh dari lamanya fermentasi iwak samu yaitu 1-4 minggu.

5. Iwak Wadi

Iwak Wadi ialah panganan fermentasi terakhir. Iwak Wadi biasanya terbuat dari ikan sungai. Hal inilah menyebabkan iwak wadi dan iwak samu sering disamakan. iwak samu hanya terbatas pada penggunaan ikan sungai.

Pada iwak wadi dapat menggunakan daging babi atau daging celeng. Iwak wadi difermentasikan selama 1 minggu dan dapat diolah kembali dengan cara digoreng atau ditumis. Iwak wadi dapat dijumpai di daerah Kabupaten Barito baik Utara,Timur dan Selatan.

Setelah menyimak ulasan tersebut betapa kayanya hasil alam Kalimantan Tengah. Kekayaan yang melimpah tersebut dimanfaatkan dengan berbagai pengolahan salah satunya fermentasi. Hal ini tentunya sudah menjadi kearifan lokal leluhur Kalimantan Tengah untuk memanfaatkan sepenuhnya hasil alam.

Seharusnya kita sebagai penerusnya melestarikan dan mengembangkan aneka panganan  fermentasi ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Panganan Fermentasi dari Kalimantan Tengah. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Rifaldi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

1 Response to "Aneka Panganan Fermentasi dari Kalimantan Tengah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel