Batik Banten



Indonesia dikenal dengan keunikan budayanya, salah satunya batik. Batik adalah kain mori yang dilukis menggunakan cairan lilin yang ditorehkan menggunakan alat canting. Kain mori sendiri kebanyakan terbuat dari katun dengan cara ditenun.

Batik berasal dari kata amba dan tik yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti menulis titik. Arti kata batik berdasarkan KBBI merujuk pada sebuah kata benda, yaitu kain batik atau baju batik yang telah dilukis.

Berdasarkan definisi di atas, batik yang pembuatannya menggunakan canting disebut batik tulis. Namun, ada beberapa metode dalam pembuatan batik, yaitu cap, cetak, printing, dan lukis. Metode menggunakan canting ditemukan pada abad ke-12 di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Batik Indonesia dikenal memiliki motif yang bagus dan mendetail dibanding batik negara lain. Saat itulah istilah membatik atau ambatik lahir ke dunia.

Batik tulis dikenal sebagai batik yang paling bagus di dunia dan paling sulit pembuatannya. Proses pertama, kain mori direndam dengan bermacam tumbuhan selama berhari-hari kemudian dikeringkan.

Setelah itu, kain digambar dan diwarnai dengan lilin atau malam menggunakan canting mengikuti pola garis tepi yang telah dibuat. Pewarnaan menggunakan lilin dilakukan pada bagian depan dan belakang kain.

Selanjutnya, proses pemberian warna dasar. Proses ini dilakukan dengan cara pencelupan pada zat warna. Setiap daerah dan pembatik memiliki cara pencelupan yang berbeda. Kemudian, lilin atau malam pada kain mori diluruhkan, hal ini bertujuan mewarnai motif batik dengan warna yang berbeda dari warna dasar.

Cara meluruhkan lilin yakni dengan merebus kain dalam air yang mendidih. Pewarnaan kedua dapat menggunakan kuas, artinya tidak perlu dilakukan pencelupan lagi. Namun ada pula yang memilih melakukan pencelupan seperti mewarnai dasar kain.

Setalah selesai mewarnai semua bagian kain, peluruhan lilin dilakukan kembali dengan merebusnya di air mendidih, proses ini disebut ngelorod. Proses terakhir, kain dijemur hingga kering sehingga dapat langsung digunakan atau dijahit untuk dijadikan pakaian.

Pembuatan batik tulis membutuhkan waktu 2 minggu sampai 2 tahun. Harganya pun tidak main-main. Batik cap dibuat dengan cap yang terbuat dari lempengan besi atau tembaga yang sudah memiliki motif digunakan untuk membubuhkan lilin atau malam di atas kain mori.

Batik cap muncul karena permintaan batik di pasar meningkat. Pembuatan batik cap lebih cepat dari batik tulis. Batik cap ini memiliki motif yang berulang dan tidak rumit. Adapun batik cetak atau sablon yang menggunakan alat sablon baju.

Batik ini tidak menggunakan lilin lagi dan pengerjaannya tidaklah rumit. Batik cetak menghasilkan produk lebih banyak dalam waktu singkat. Namun, kualitas batik cetak berada di bawah batik tulis dan batik cap karena sudah tidak menggunakan lilin.

Selanjutnya, batik print diproduksi dengan mesin printing. Harga batik ini sangat murah. Selain itu, ada batik lukis yang diproduksi menggunakan kuas dan sudah tidak menggunakan lilin atau malam. Batik ini dibuat dengan melukiskan motif di atas kain mori menggunakan kuas dan cat minyak.

Harga batik lukis sangat mahal karena dianggap sebuah karya seni. Ciri batik ini adalah warnanya yang mencolok dan terdapat serat-serat kuas pada lukisannya.

Sebelum kemerdekaan, banyak daerah yang menjadikan batik sebagai senjata perekonomiannya. Artinya, di dalam beragamnya motif batik terdapat makna yang begitu mendalam. Makna tersebut bisa tersirat atau tersurat.

Selain itu, pemberian nama motif batik juga memiliki arti tersendiri. Adapun motif batik yang berdasarkan sejarah, sehingga di dalamnya menyimpan banyak cerita. Secara garis besar ada tiga jenis batik, yaitu klasik, pesisir, dan kontemporer.

Batik klasik memiliki makna filosofi yang berasal dari kepercayaan pembuatnya. Batik klasik memiliki keindahan visual dan filosofi. Umumnya, batik ini berwarna gelap untuk melambangkan keseriusan dan wibawa.

Daerah yang menghasilkan batik klasik adalah Solo, Yogyakarta, Sragen, dan Semarang. Batik pesisir mempunyai motif yang bebas, banyak warna, dan melambangkan kemandirian serta jiwa yang bebas.

Batik kontemporer atau batik modern tidak melulu mengikuti motif yang sudah ada, tetapi mendapat pengaruh dari dunia luar. Batik ini banyak dirintis oleh anak-anak muda. Batik modern memiliki warna yang berani dan bersifat nonformal.

Setelah mengetahui batik secara umum, saya ingin mengajak Anda mengulas mengenai batik yang berasal dari daerah saya, yakni Batik Banten. Batik Banten termasuk ke dalam batik klasik karena sangat kaya dengan nillai-nilai filosofi yang mengandung sejarah di setiap motifnya.

Tradisi membatik di Provinsi Banten sudah ada pada abad ke-17, tradisi ini disebut dengan selimut batik atau simbut. Namun, tradisi membatik ini mulai runtuh saat Kerajaan Banten berada diakhir kekuasaannya.

Pada tahun 2002, para arkeolog melakukan penelitian untuk menciptakan berbagai motif batik yang menonjolkan identitas Banten. Melalui kegiatan ini terciptalah 250 motif batik, di antaranya sebanyak 90 motif telah dipatenkan oleh arkeolog, sebanyak 80 motif batik telah dipatenkan oleh ilmuwan Universitas Indonesia, dan sisanya belum dipatenkan.


Keunikan Batik Banten adalah warnanya yang ceria serta mengombinasikan warna-warna pastel yang terkesan lembut. Warna-warna tersebut mengartikan masyarakat Banten yang ekspresif dan berhati lembut. Warna pastel dihasilkan akibat pembauran kebudayaan dengan cina benteng.

Batik Banten mempunyai ciri khas berpola gerabah klasik dan keramik lokal klasik hasil peninggalan Kerajaan Banten. Motif Batik Banten mengandung sejarah Banten dan memiliki filosofi yang diambil dari nama bangunan, gelar, tempat, dan nama ruang di situs Kerajaan Banten.

Berikut ini contoh beberapa motif Batik Banten dan maknanya:

1. Motif Batik Banten Dataluya

Dataluya diambil dari nama tempat tinggal Sultan Maulana Hasanudin atau tata ruang keluarga yang letaknya di Kesultanan Banten.

2. Motif Batik Banten Kaibonan

Kaibonan diambil dari nama bangunan pagar yang mengelilingi Keraton Istana Banten.

3. Motif Batik Banten Kapurban

Kapurban diambil dari nama gelar yang diberikan kepada Pangeran Purba dalam penyebaran ajaran agama Islam.

4. Motif Batik Banten Kesatriaan

Kesatriaan diambil dari nama perkampungan tempat belajarnya agama di lingkungan Kesultanan Banten.

5. Motif Batik Banten Langenmaita

Langenmaita diambil dari tempat berlabuhnya kebahagiaan di dalam mengarungi samudera cinta dengan kapal pesiar atau dermaga.

6. Motif Batik Banten Memoloan

Memoloan berasal dari nama konstruksi bangunan atap menara masjid dan pendopo Kesultanan Banten.

7. Motif Batik Banten Pamaranggen

Pamaranggen diambil dari nama tempat pengrajin keris di sekitar Kesultanan Banten.

8. Motif Batik Banten Pancaniti

Pancaniti berasal dari tempat Sultan Maulana Hasanuddin menyaksikan prajuritnya berlatih di lapangan.

Sejak 2014, Batik Banten sudah masuk Pergub tentang Muatan Lokal. Melalui aturan ini, Batik Banten menjadi warisan daerah Banten dan anjuran pemakaiannya disarankan kepada setiap pegawai negeri sipil.

Salah satu tempat yang menjual dan memberikan edukasi mengenai pembuatan Batik Banten adalah galeri milik Uke Kurniawan yang berada di Cipocok, Serang, Banten. Di galeri tersebut, kain Batik Banten dijual dari harga Rp200.000 sampai Rp3.000.000.

Uke juga berusaha memperkenalkan Batik Banten dengan menggandeng sejumlah hotel untuk memperkenalkan batik kepada turis asing. Berkat usahanya, batik buatannya sudah menembus pasar ekspor ke sejumlah negara di Eropa dan Asia.

Terdapat tiga perbedaan Batik Banten dengan batik daerah lainnya di Indonesia. Pertama, terletak pada motifnya. Batik Banten memiliki pola dasar ragam hias yang berasal dari benda sejarah purbakala, yang disebut dengan Artefak Terwengkal.

Benda-benda tersebut merupakan hasil ekskavasi Arkeolog tahun 1976 di Banten. Perbedaan kedua adalah segi warna. Warna batik Banten cenderung berwarna abu-abu muda yang menunjukkan karakter orang Banten yang memiliki cita-cita, ide, kemauan, dan temperamental yang cenderung tinggi, namun pembawaannya selalu sederhana.

Ketiga, Batik Banten memiliki perbedaan dari segi filosofi. Nama motif Batik Banten kebanyakan berkaitan dengan sejarah Banten, seperti nama desa-desa kuno, nama gelar bangsawan atau sultan, dan tata nama ruang di Kesultanan Banten.

Sejak dipatenkan tahun 2003 setelah ada kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 negara, Batik Banten telah diakui di seluruh dunia. Batik Banten mendapat predikat terbaik, bahkan menjadi batik pertama yang mempunyai hak paten di UNESCO.

Berikut ini merupakan dua belas motif batik yang sudah mendapatkan paten dari UNESCO, di antaranya sabakingking, mandalikan, srimanganti, pasepen, pejantren, pasulaman, kapurban, kawangsan, pamaranggen, surosowan, pancaniti, dan datu laya.

Pemanfaatan Batik Banten tidak hanya terdapat pada pakaian, namun juga pada berbagai barang kerajinan tangan, seperti aksesoris, tempat laptop, gantungan kunci, tas, topi, dan lain sebagainya.

Pemanfaatan batik yang kian beragam dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat dalam membeli serta mengenal lebih jauh tentang Batik Banten. Pemanfaatan Batik Banten pun dapat terlihat dari beberapa rumah mode maupun industri tekstil yang bergerak di bidang Batik Banten.

Sudah seharusnya kita melestarikan budaya daerah sendiri ataupun budaya di Indonesia. Partisipasi dalam melestarikan batik daerah Indonesia adalah hal mutlak yang harus kita lakukan.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan batik daerah, misalnya dengan mempelajari sejarahnya, membeli produknya, dan ikut menyebarluaskan kegiatan promosi kepada khalayak. Usaha pelestarian batik daerah pun dapat dilakukan instansi pemerintah daerah.

Misalnya Pemda Banten mewajibkan seluruh karyawannya memakai pakaian bermotif Batik Banten setiap hari tertentu. Pada akhirnya  usaha pelestarian batik daerah merupakan tugas wajib semua pihak.

Diharapkan pada masa mendatang, batik tidak hanya menjadi bagian dari sejarah warisan budaya, namun menjadi budaya yang mengakar serta berkembang mengikuti perkembangan zaman di Indonesia.

Nah, itula tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Batik Banten. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Tresna Yunia Damayanti ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Trimakasih,

0 Response to "Batik Banten"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel