Berbagai Jenis Sastra Lisan Digunakan Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Sastra Lisan Suku Dayak di Media Maya

Sastra dapat diekspresikan secara tulisan dan lisan. Sastra yang diekspresikan tulisan dapat ditemukan buktinya dengan menuliskan nya namun sastra secara lisan hanya dapat ditemukan penutur. Sastra lisan yang dituturkan dari tiap penutur tentunya berbeda.

Hal ini dikarenakan penutur memiliki konsep dan daya ingat yang berbeda. Keunikan penutur ini memberi pesan secara turun-temurun ke generasinya ialah menggunakan bahasa daaerah yang khas agar kemurnian pesannya tetap terjaga.

Sastra lisan dapat ditemukan berbagai daerah dengan suku yang berbeda salah satunya yaitu di Kalimantan Tengah dengan Suku Dayak nya. Sastra Lisan yang digunakan dapat berfungsi sebagai media informasi penghubung peristiwa tiap masa. Tentunya tiap generasi harus mengetahui jenis sastra lisan yang dituturkan. Lalu apa saja jenis sastra lisan yang dituturkan ?.  Simak ulasan berikut ini.

1. Karungut

Karungut adalah sejenis pantun yang dilagukan. Karungut merupakan rangkaian syair yang telah disusun. Fungsi Karungut sebagai bentuk media pengajaran tentang komunikasi antara Balian (Guru) dan Muridnya

Contoh Karungut adapun sebagai berikut.

Karungut (Dayak Ngaju)

Manahan Rindu oleh Iping

Are Ampih Salabih helu
Dengan Kakare penyeneh lagu
Jatun bewei talu tahiu
Sajarah uluh Manahan rindu

Rindu jituh dia tara tahan
Sampai marusak itung fikiran
Kapehen ateii jatun bandingan
Hapisah jandau anget ije bulan

Ka’I angat Manahan rindu
Jantung atei angat bagetu
Danum mata hantis hanturu
Hapisah jandau angat ije nyelu

Amun Kalutuh angatku magun
Manahan rindu diaku haku
Biti paringkong tambengan jatun
Handau hamalem munduk malamun

Iyoh kaka je leha-leha
Gitan halajur je bau mata
Narai kia karuhei je hapa
Sampai tau nupi hasupa denga

Amun kalatuh je angat huang
Halajur manampuh fikiran pusang
Jakai ku tau je kilau tingang
Kakueh darim tatap I ngguang

Iyoh kaka je ikas ikau
Eka fikiran ku santar layau
Eka pangingat hambalem andau
Pea ndai itah kue tau hasundau

Amun kaka tulak namuei
Ingat aku hanjewu halemei
Amun kue tumun tuh bewei
Bara ku belum putusku matei

Iyoh banang ku bajeleng buli
Bingat andim ku je asi-asi
Tiruh hambalem sanupi-nupi
Sampai mamangkut gaguling hai

Iyoh banang ku ku bajeleng dumah
Mangat sawanmu dia gelisah
Keleh bingatku je janjiin itah
Sampei matei dia bapisah

Iyoh banang ku halisang kejau
Kakare janji uras nalingau
Awi iye tege manyundau
Malati kambang kanjeran ewau

Tege kabar je bara uluh
Hayak pandumah riwut manampuh
Jantung atei angat baduruh
Mangganang kaka je nduan uluh

Hapus bulan baganti andau
Are nyelu jadi nahalau
Katahin andi manunggu ikau
Ampin kaka jadi nalingau

Hapus bulan baganti nyelu
Aku andim jadi manunggu
Ampin kaka nalingau aku
Anggapmu kilau je ampah kayu

Hajamban karungut aku mansanan
Keleh I nggetu kare hubungan
Aku tuh kaka keleh ngalapean
Itah hapisah salamat jalan

Aku tuh andi tatap bahajat
Mundahan kaka je senang mangat
Kapurun kaka akan pangingat
Sampai tuh helu karungut tamat
Menahan Rindu Oleh Iping


Terjemhan (Indonesia)

Banyak ampun terlebih dahulu
Kepada semua yang mendengarkan
Inilah yang bisa kuceritakan
Sejarah orang menahan rindu

Rindu ini tidak tertahankan
Sampai merusak fikiran
Sedih hati tiada tandingan
Berpisah sehari rasa sebulan

Ini rasanya menahan rindu
Jantung hati terasa putus
Air mata berjatuhan
Berpisah sehari rasa sebulan

Kalau terus begini rasanya
Menahan rindu ku tidak mau
Badan kurus tiada berlemak
Siang malam duduk melamun

Oh Kaka mengapa
Terbayang terus mata wajahnya
Apa jua pemikat yang dia pakai
Sampai-sampai terbawa-bawa mimpi

Kalau begini terus perasaanku
Selalu membuatku terpikir-pikirkan
Andaikanku bisa seperti tinggang
Mengikutimu kemana kau pergi

Hanya kaka yang aku mau
Tempat pikiranku selalu tertuju
Tempat ingatan siang malam
Kapan kita bisa bertemu

Ibarat kakak pergi merantau
Ingat aku pagi sore
Kalau kita terus begini
Mendinganku mati daripada hidup

Suamiku cepatlah pulang
Ingat adik yang kasihan
Tidur malam termimpi-mimpi
Sambil memeluk guling

Suamiku cepatlah datang
Supaya aku tidak gelisah
Ingat  janji kita
Sampai mati tidak berpisah

Saat suamiku pergi jauh
Semua anji dilupakan
Karena dia telah bertemu
Bunga melati yang harum

Ada kabar dari orang
Kabar angin
Hati terasa jatuh
Membayangkan kakak diambil orang

Habis bulan berganti tahun
Banyak tahun sudah terlewatkan
Lamanya adikmu menunggu
Tapi kaka sudah melupakan

Habis bulan berganti tahun
Aku adikmu menunggu
Tapi kakak melupakan aku
Kau anggap seperti sampah kayu

Melalui karungut ku beritahukan
Lebih baik kita putuskan saja hubungan
Aku kepadamu kakak lebih baik jujur
Kita berpisah selamat jalan

Ku adikmu tetap berdoa
Semoga kaka bisa bahagia
Teganya kaka untukku ingat
Sampai disini dulu karangut tamat


2. Manasa Kanyau

Manasa Kanyau adalah epos (Kisah Kepahlawanan) yang dilagukan. Biasanya dinyanyikan bersahut-sahutan sebanyak 2-4 orang.

3. Manasau Kayau Pulang

Manasa Kayau Pulang adalah kisah yang dinyanyikan pada waktu malam hari disaat sebelum tidur oleh para orang tua kepada anak cucunya dengan maksud mengobarkan jiwa dan mendorong semangat bagi keturunannya untuk membalas dendam kepada Tabuh Baptiti (Roh Jahat) yang telah membunuh nenek moyang mereka.

4. Mohing Asang

Mohing Asang adalah nyanyian dikala perang. Jika Panglima sudah menyanyikan salentak (nyanyian persiapan perang) sebanyak tujuh kali maka Mohing Asang akan dinyanyikan. Mohing Asang digunakan sebagai perintah untuk maju untuk berperang.

5. Ngendau

Ngendau adalah senda gurau yang dilagukan. Biasanya dilakukan oleh para remaja secara bersahut-sahutan.

6. Kelai-lalai

Kelai-lalai adalah nyanyian yang mengiringi tari-tarian suku dayak.

7. Natum

Natum adalah kisah sejarah di masa lalu yang dinyanyikan.

8. Natum Pangpanggal

Natum Pangpanggal adalah ratap tangis kesedihan pada saat ada kematian anggota keluarga yang dilagukan.

9. Dodoi

Dodoi adalah nyanyian ketika sedang di Sungai sambil mengayuh jukung (rakit).

10. Dongdong

Dongdong adalah nyanyian yang dilantunkan pada saat manunggal (masa tanam) dan manggetem (masa panen).

11. Marung

Marung adalah nyanyian untuk meramaikan pesta besar dan upacara.


12. Ngandang

Ngandang ialah nyanyian yang dinyanyikan oleh suku dayak yang lanjut usia yang ditujukan kepada generasi muda sebagai pujian, sanjungan dan rasa kasih sayang.

13. Mansana Bandar

Mansana Bandar adalah cerita hikayat yang dilagukan. Hikayat tersebut dinyanyikan secara berjam-jam bahkan semalaman.

14. Karunya

Karunya adalah nyanyian yang diiringi oleh suara musik. Karunya ditujukan sebagai pujaan kepada Ranyi Hatalla (Yang Maha Kuasa). Karunya pun dapat digunakan pada saat upacara pengangkatan pemimpin atau penyambutan tamu yang sangat terhormat.

15. Baratabe

 Baratabe adalah nyanyian khusus untuk menyambut para tamu.

16. Salengot

Salengot adalah pantun berirama yang biasa diadakan pada pesta pernikahan. Salengot dinyanyikan oleh mempelai laki-laki dalam menceritakan riwayat hingga berlangsungnya pernikahan kedua mempelai dalam pernikahan.

17. Setangis

Setangis hanya dilakukan ketika upacara kematian. Setangis merupakan nyanyian yang menceritakan riwayat hidup serta mengenang jasa yang meninggal serta ungkapan kedukaan keluarga yang ditinggalkan.

18. Kandan

Kandan adalah nyanyian yang dilantunkan dengan cara bersahut-sahutan dalam suatu pertemuan dengan Pembesar Pemerintah, sambil makan dan minum. Kandan berisi sanjungan,pujian dan doa kepada Pembesar Pemerintah agar bijaksana memerintah sehingga rakyatnya senang dan makmur sentosa.

19. Manawur

Manawur ialah nyanyian ketika menghantur jiwa beras kepada Ranying Hatalla (Yang Maha Kuasa). Manawur dilakukan oleh Pisur (ahli adat agama suku Dayak).

20. Balian

Balian adalah nyanyian yang dilakukan ketika upacara Tiwah. Balian digunakan untuk mengantar arwah orang yang sudah meninggal.

Nah, Berdasarkan ulasan tersebut betapa kaya sastra lisan yang hanya dibentuk oleh satu suku saja. Apalagi pada suku-suku di Indonesia lainnya tentu memiliki kekhasan sastra lisan mereka sendiri.

Kita sebagai generasi muda perlu melestarikan dan mengembangkan nya agar informasi yang telah dibawa leluhur suku kita agar terus terjaga. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua.

Itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Sastra Lisan Digunakan Suku Dayak. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Rifaldi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

3 Responses to "Berbagai Jenis Sastra Lisan Digunakan Suku Dayak di Kalimantan Tengah"

  1. Bagus banget jadi tau lebih banyak tentang hal hal ini

    BalasHapus
  2. Ternyata banyak banget macam macam nyanyian pantun bahasa bahasa khusus dari wilayah kalimantan

    BalasHapus
  3. Saya bangga terlahir di pulau kalimantan

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel