Clorot dari Purworejo





Purworejo merupakan salah satu kabupaten yang terletak dibagian selatan Pulau Jawa. Kabupaten ini masuk di dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Provinsi Yogyakarta di sebelah timur.

Sementara sebelah selatan merupakan Samudera Hindia sehingga tak heran jika Purworejo memiliki beberapa pantai yang semakin menambah pesona Kabupaten Purworejo. Sembari berwisata menikmati keindahan alamnya biasanya tak ketinggalan kita akan mencicipi makanan khasnya.

Salah satu makanan khas dari Purworejo adalah clorot. Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Purworejo namun belum mencicipi makanan khas Purworejo yang satu ini. Namanya yang unik menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi wisatawan dari luar daerah.

Sebagai tanda wujud kebanggaan masyarakat Purworejo pada makanan khas clorot ini, pemerintah Kabupaten Purworejo membangun tugu clorot di alun-alun Kabupaten Purworejo.  Clorot sendiri merupakan kue tradisional sejenis jenang yang terbuat dari tepung beras dengan bahan tambahan kapur sirih, gula merah sebagai pemanis, garam, santan dan daun pandan sebagai penambah aroma.

Seluruh bahan yang digunakan dalam pembuatan clorot merupakan bahan alami tanpa campuran pengawet maupun pewarna buatan. Bahkan warna coklat dari clorot sendiri karena penggunaan gula merah pada adonannya sehingga makanan khas Purworejo ini tergolong makanan yang sehat dan alami.

Cara membuatnya pun cukup mudah, yaitu dengan mencampurkan semua bahan sambil diaduk hingga mengental. Setelah mengental  adonan dituang ke dalam kemasan clorot yang terbuat dari janur (daun kelapa muda) yang dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai terompet. Kemudian dikukus kurang lebih selama satu jam.

Keunikan lain yang dimiliki clorot adalah cara memakannya yang tidak biasa. Orang awam biasanya akan langsung melepas bagian atas janur pembungkus clorot sehingga bentuknya tidak utuh lagi seperti terompet.

Padahal cara memakan clorot yang benar adalah dengan menekan bagian bawah clorot hingga isinya keluar perlahan namun janur wadah clorot tersebut masih utuh berbentuk terompet. Akan ada sensasi rasa geli tersendiri ketika clorot perlahan mulai keluar dari bungkusnya.

Cara makan seperti ini bukan berarti tak ada tujuannya, hal ini untuk menghindari tangan kita yang lengket jika langsung memegang clorot.  Clorot dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional di Purworejo seperti pasar Grabag, Pasar Kutoarjo, dan pasar tradisional lainnya di Purworejo.

Namun paling mudah ditemukan di Pasar Grabag karena pembuat clorot mayoritas berasal dari daerah disekitar Pasar Grabag tersebut. Harga clorot murah meriah namun soal rasa sudah tidak diragukan lagi kelezatannya.

Satu ikat clorot yang berisi sepuluh biasanya dijual dengan harga Rp 8000. Sangat terjangkau sekali bukan, dengan harga tersebut kita sudah bisa menikmati clorot yang kenyal, manis dan lembut. Selain dicicipi di tempat, clorot juga bisa dijadikan oleh-oleh jika berkunjung ke Purworejo. Namun karena tanpa bahan pengawet clorot hanya dapat bertahan selama 2 hari.

 

dokumentasi pribadi
Cara memakan clorot yang unik.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Clorot dari Purworejo. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Apri lystiana. ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Clorot dari Purworejo "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel