Festival di Negeri Sawai, Maluku Tengah



Negeri Sawai di Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah, teriknya matahari bukan penghalang semangat para Peserta Festival Negeri Sawai, Jumat (17 Agustus 2018). Negeri Sawai merupakan desa yang terletak di belakang bukit SS dan berhadapan langsung dengan pesona birunya air laut.

Negeri dengan pesona kecantikan perairan dan diapit indahnya pepohonan, hutan Manusela. Negeri dengan kekayaan alam baik lautan dan darat, selayak semboyan Tanah Air Beta.
Bukan Indonesia jika tidak terkenal dengan keramah tamahan penduduknya.

Begitu pula dengan masyarakat Negeri Sawai dengan keramah tamahanannya terhadap turis baik domestik dan non domestik. Tak heran para turis sangat menanti acara di Negeri ini, terutama Festival Negeri Sawai ini.

Festival seperti ini hanya diadakan ketika memperingati Hari Nasional seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 tahun dan Sumpah Pemuda. Fastival kali ini berbeda dengan festival sebelumnya.

Apa yang membedakan festival kali ini? yaitu adanya lomba dayung kapal dimana pesertanya adalah para Mama Negeri Sawai. Festival Negeri Sawai diselengarakan oleh Ibu PKK, dan bekerja sama dengan Aktifis Pemuda Rumah Baca Kapata. Perlombaan yang diadakan seperti Voli, Senam, Tarik Tambang Tambang yang telah berlangsung pada tanggal 11-16 Agustus 2018 dan Dayung kapal.

Festival Negeri Sawai dimulai pada tanggal 11 Agustus 2018, dengan upacara pembukaan oleh Kepala Pejabat, Rustam Musiin. Festival dimulai dengan perlombaan Voli selama dua hari. Dilanjutkan Lomba Senam pada hari Senin, 13 Agustus 2018 hingga Rabu, 15 Agustus 2018.  Kamis, 16 Agustus 2018 lomba tarik tambang, sebanyak enam regu.



Dilanjutkan upacara Hari Kemerdekaan Indoneia ke 73 tahun dan pengibaran bendera Merah Putih pada pukul 08.00 – 10.00 WIT. Usai upacara Hari Kemerdekaan Indonesia dilanjutkan lomba panggayong.

“Semua peserta lomba adalah para mama di negeri Sawai bertujuan hiburan bagi para mama karena para mama di Negeri Sawai ini tidak pernah berhenti mengurus pekerjaan rumah tangga. Selain itu menyalurkan kreatifitas para mama yang memiliki hobi menari dan senam.

Dan yang pastinya kekuatan para mama Negeri Sawai tak diragukan lagi” ujar Ibu Syarifa Fatma Alhamid selaku ketua Ibu PKK Negeri Sawai. “Festival ini bertujuan untuk menjalin persaudaraan antar induk desa Negeri Sawai dengan desa lain seperti Desa Besi, dan Desa Olong.

Mempererat persaudaraan antar masyarakat Negeri Sawai sendiri. Melatih kreatifitas dan kerjasama antar pemuda negeri sawai selaku panitia pelaksana dan mendompleng rumah baca Kapata” papar Ali Ahmad Musiin, selaku panitia festival sekaligus pendiri Rumah Baca Kapata.

Lomba dayung merupakan lomba pertama kali yang diadakan di Festival Negeri Sawai tahun ini. Menurut Sanukle Nurlete, selaku ketua pelaksana “diharapkan lomba panggayong akan menjadi lomba tahunan di festival selajutnya dan diharapkan menjadi kegiatan tahunan bagi dinas pariwisata”.

Beragam acara untuk memeriahkan Festival seperti  penampilan senam dan tarian oleh para tamu undangan. Seperti Tarian Katreji, tarian tradisional Maluku merupakan tarian yang digunakan sebagai penyambutan di acara adat, pernikahan dan acara sambutan pejabat pemerintahan.

Tarian Katreji merupakan tarian tradiosional dari jaman penjajahan colonial Portugis, sehingga ada campur baur antar budaya Maluku dan Portugis. Tarian ini bernggotakan 20 orang, berpasangan laki-laki dan perempuan.

Dengan keberagaman budaya, pesona keindahan laut dan hutan lindung Manusela merupakan daya tarik tersendiri bagi Negeri Sawai. Tak heran jika Negeri Sawai merupakan urutan no dua sebagai daerah wisata di Maluku Tengah setelah Banda Naera.

Demikianlah tadi artikel yang telah ditulis oleh Siti Zulaeha dengan judul Festival di Negeri Sawai, Maluku Tengah. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan informasi kepada pembaca yang sedang mencarinya. Trimakasih,

0 Response to "Festival di Negeri Sawai, Maluku Tengah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel