Festival Sangiang Api Sebagai Wisata Ragam Budaya Desa Sangiang

Festival Sangiang Api merupakan salah satu festival yang menyajikan wisata budaya khas Desa Sangiang Kecamatan Wera Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rangkaian Festival ini terdiri atas lomba sampan layar tradisional, pameran kerajinan rakyat, gebyar kuliner kalempe sangiang, pertunjukkan seni tradisional, dan nggalo ruhu.

Festival Sangiang Api dilakanakan satu tahun sekali pada akhir bulan Juli yang dilaksanakan di Desa Sangiang Kecamatan Wera. Festival ini banyak mengundang wisatawan baik dari dalam daerah maupun luar daerah dan bahkan wisatawan mancanegara pun ikut memeriahkan  festival ini.

Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, Festival Sangiang Api sebagai festival budaya telah ditetapkan menjadi agenda tahunan Provinsi NTB.

Desa Sangiang


Desa Sangiang merupakan desa yang secara administrasi berada berada di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Sangiang memiliki luas 165,76 kilometer persegi atau sekitar 35,6 persen dari luas Kecamatan wera.

Desa Sangiang merupakan salah satu desa yang memiliki potensi wiata baik alam maupun budaya. Salah satu potensi wisata terkenal dari desa ini berupa Gunung Sangiang yang masih aktif pada wilayah batas administrasinya.


Wisata Budaya Desa Sangiang


Wisata budaya Desa Sangiang terdiri atas ragam budaya yang meliputi atraksi berupa pembuatan kapal tradisional, menenun dengan bahan kapas yang ditanam sendiri, pembuatan dodol Wera yang diolah secara tradisional.

Festival Sangiang yang menyuguhkan berbagai budaya dan tradisi lokal, parade perahu layar, dan sebagainya yang merupakan event tahunan, wisata budaya benda-benda bersejarah seperti gong, kendi, wajan, batu sumpah yang menjadi sejarah antara Kerajaan Bima dan moyang Sangiang, dan sebagainya yang terdapat di Pulau Sangiang.

Selain itu juga terdapat tradisi masyarakat Desa Sangiang baik yang berada di Pulau Sangiang maupun di luar pulau dala pembuatan kapal besar khas Pulau Sangiang, serta tradisi menenun kain khas Desa Sangiang yaitu kain tembe ngoli, tenun hitam (tembe me’e)


Festival Sangiang Api

Festival Sangiang Api merupakan salah satu festival kebudayaan yang ada di Bima Nusa Tenggara Barat. Festival ini dilaksanakan setiap setahun sekali pada akhir bulan Juli yang bertempat di Desa Sangiang.

Kegiatan Festival Sangiang Api sangat mendukung kegiatan pariwisata di Desa Sangiang khusunya kegiatan wisata budaya, sehingga wistaa budaya ini dapat dikenal di berbagai oleh masyarakat luas baik dalam negeri maupun luar negeri. Festival ini terdiri atas lima rangkaian acara berupa.

1. Lomba Sampan Layar Tradisional


Lomba sampan ini mengambil titik mula dari Pulau Sangiang, kemudian finis di Desa Sangiang. Lomba ini melewati jarak sekitar 12 kilometer yang melewati ganasnya laut Flores. Pada 2017, lomba diikuti oleh 35 kapal. Pada tahun 2018, peserta lomba naik di atas layar 60. Peserta di kabupaten Bima.

2. Pameran Kerajinan Rakyat

Acara ini merupakan bazar yang akan diikuti oleh para perajin industri rumah tangga. Pameran bakal menampilkan berbagai macam produk industri. Seperti menjajakan di sepanjang jalan hasil tenunan kain khas Bima (Sangiang), yaitu kain tembe ngoli, tenun hitam (tembe me’e), serta pembuatan kapal terbesar di Bima secra manual oleh masyarakat Desa Sangiang

3. Gebyar Kuliner Kalempe Sangiang

Kalempe merupakan makanan khas daerah Sangiang yang jarang ditemukan di daerah lain. Biasanya para ibu-ibu menjajakan makanan khas ini secara langsung dengan proses mamsakanya sehingga wiatawan selain mencicipi atau membeli juga dapat melihat secara langsung proses pembuatannya.

4. Pertunjukkan Seni Tradisional

Para pengunjung akan menyaksikan nyanyian mistis Sangiang (Sagele), ragam tarian daerah, teater, monolog sejarah (Mpama Mpemo), puisi, dan musik.

5. Nggalo Ruhu


Nggalo Ruhu atau berburu massal merupakan salah satu tradisi leluhur warga Sangiang di Bima, yang dipelihara secara turun-temurun hingga saat ini. Tradisi itu hanya dilakukan sekali dalam setahun dalam rangka menjamu kedatangan para petinggi. Pada saat berburu, mereka dipimpin oleh panglima yang sudah ditunjuk sebelumnya oleh tetua adat.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Festival Sangiang Api Sebagai Wisata Ragam Budaya Desa Sangiang. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Osy Insyan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Trimakasih,

1 Response to "Festival Sangiang Api Sebagai Wisata Ragam Budaya Desa Sangiang "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel