Kota Dagang di Sebuah Desa



Bobotsari. Sebuah kota kecamatan yang ada di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Secara geografis terletak pada ketinggian +135 mdpl. Dengan dibatasi wilayah sebelah selatan yakni Kecamatan Mrebet, sebelah utara yakni Kecamatan Karangjambu, dan sebelah timur yakni Kecamatan Karanganyar. Luas wilayahnya mencakup 3.228 ha atau 4,16% dari wilayah Kabupaten Purbalingga.

Bobotsari juga sebuah desa yang terletak di kabupaten Purbalingga. Mengapa demikian? Karena masih terbilang pedesaan. Setengah pedesaan dan setengah perkotaan.  Dan tepatnya satu karasidenan dengan Banyumas. Sebuah desa ini dikenal dengan julukan Kota Dagang.

Bila berkunjung disini, bisa Anda amati. Hampir seluruh penduduknya bermata pencaharian sebagai pedagang. Dari satu rumah ke  rumah lainnya. Entah yang menjual produk mentah ataupun matang. Bobotsari juga sebagai tujuan untuk mengirimkan produk dari berbagai daerah. Misalnya dari Pratin, Kutabawa, Limbasari, bahkan Purbalingga sendiri juga ada yang menjualnya ke desa yang satu ini.

Produk yang dijual pun beragam ada yang berwujud dan tak berwujud. Misalnya menjual pulsa, paket kuota, token listrik. Adapula yang menjual makanan misalnya gesret, ondol,combro misro, gethuk lindri, gethuk enten, serabi, pecel, kluban, sroto mendoan yang paling penting.

 Tak lupa dengan pakaian. Beragam toko baju menghiasi desa ini. Bisa dilihat mulai dari perempatan Bobotsari berjejeran toko baju walaupun di pasar juga banyak sekali.

Moment lebaran yang menjadi tujuan. Bobotsari menjadi mall bagi lainnya. Seperti destinasi wisata terkenal. Padahal memang hanya pasar dan desa yang biasa tetapi menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka. Karena jika ditanya oleh tetangganya mengenai kemana akan pergi, mereka bangga ketika pergi ke Bobotsari.

Bobotsari atau Bocari? Ya memang kita lebih sering mendengar Bocari daripada Bobotsari. Bahkan sampai Jakarta pun tetap dikenal Bocari.  Masih belum bisa diketahui mengapa demikian. Mungkin pengucapannya lebih singkat.

Dan dikenal juga di daerah lain sebagai “orang ngapak”. Ciri khas pengucapan kalimatnya memang aneh. Terkesan medok agak kaku dan ucapannya terlalu jelas juga tajam dan lantang. Kadang ada beberapa orang yang geli mendengarnya. Itulah bahasa kami.

Ketika menggunakan bahasa Indonesia  pun masih terasa “ngapaknya”. Tak heran mudah dijumpai oleh orang karena pelafalannya sangat berbeda.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Kota Dagang Bobotsari. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Nirma Edina Kafiati ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Kota Dagang di Sebuah Desa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel