Mengintip Seputar Kota Apel



Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur. Kota dengan sebutan kota apel ini memiliki ciri khas yang sudah tidak asing lagi yaitu boso walikan. Boso walikan adalah sebuah dialek Jawa yang dituturkan dengan membalikkan posisi huruf pada kosakata seperti makan menjadi nakam.

Biasanya bahasa ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh semua kalangan baik tua maupun muda. Boso walikan bukan bahasa modern loh, berdasarkan buku Malang Tempoe Doeloe dari Dukut imam Widodo, bahasa ini disebut diciptakan oleh kelompok Gerilya Rakyat Kota yang berjuang di wilayah sekitar Malang.

Bahasa ini mulai berkembang pada masa clash II perang kemerdekaan. Adanya bahasa ini bertujuan untuk mengirim pesan kepada sesama pejuang publik.

 Selain sebagai kode rahasia, fakta unik boso walikan adalah sebagai berikut:

1. Sebagai bahasa orang cerdas

Dikatakan sebagai bahasa orang cerdas karena pikiran mereka akan terus berpikir untuk menemukan kebalikan dari kosakata yang mereka ucapkan.

2. Kata yang dibalik tidak hanya Bahasa Jawa

Tetapi juga Bahasa Indonesia dan serapan dari bahasa lain seperti bahasa asing atau bahasa daerah yang dibalik.

3. Unsur kesewenang-wenangan

Dalam penggunaannya, boso walikan cenderung memiliki unsur kesewenang-wenangan dalam teknik membaliknya. Namun itulah yang menjadikan boso walikan sebagai ciri khas masyarakat Malang dan menjadi bahasa yang populer.

4. Sandi yang digunakan sesama tentara

Untuk menjamin kerahasiaan, para tentara menggunakan boso walikan digunakan untuk berkomunikasi, serta untuk membedakan antara kawan dan lawan.

5. Tidak semua bahasa bisa dibalik

Meskipun memiliki unsur kesewenang-wenangan, tidak semua kata pada boso walikan bisa dibalik. Karena ada kata yang bisa langsung dibalik seperti rumah menjadi hamur, ada pula yang mempertahankan diftong (ny dan ng) agar bahasa tetap bisa berbunyi seperti Malang menjadi ngalam.

Serta ada boso walikan khusus seperti ojir yang artinya uang yang berasal dari kata raijo sehingga jika dibalik berubah menjadi ojir. Seiring dengan berjalannya waktu boso walikan semakin memudar, hanya sebagian orang saja yang menggunakan bahasa ini sebagai bahasa keseharian.

Sebagai generasi penerus bangsa kita harus melestarikan bahasa daerah sebagai ciri khas bangsa Indonesia yang memiliki ribuan suku, bangsa dan bahasa. Oleh karena itu, mari kita lestarikan bahasa kita dengan membiasakan diri menggunakan bahasa daerah kita. Agar bahasa daerah tidak mengalami kepunahan.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Kota Apel Malang. Semoga tulisan yang dikirimkan olehPutri ramadhani ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,


0 Response to "Mengintip Seputar Kota Apel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel