Ritual Panjang Menuju Keabadian

Daerah yang sejuk?  Kaya akan kebudayaannya? Pengunjung mana yang tidak mau datang?  Daerah ini adalah Toraja. Terletak di bagian utara Provinsi Sulawesi Selatan. Daerah ini terletak di dataran tinggi dan hampir sebagian besar daerahnya diselimuti gunung dan bukit-bukit. Tak heran bagi yang berkunjung ke Toraja pasti akan membawa baju hangat.
     




Terkenal dengan kebudayaannya? Ya, Toraja terkenal dengan ritual Upacara Pemakaman atau dalam bahasa Toraja disebut Rambu Solo. Upacara yang membutuhkan biaya yang besar ini sudah terkenal hingga ke mancanegara. Mengapa terkenal? Karena banyak ritual-ritual unik dalam upacara ini.


1. Ritual Mebalun (Membungkus Jenazah)

Orang yang baru saja meninggal akan dibungkus dengan kain-kain hinga tebal, namun sekarang banyak orang yang sudah menggunakan peti mati untuk meletakkan mayat


         

2. Ritual Sumbung (Menyimpan jenazah di kamar khusus)

Jenazah yang telah dibungkus akan diletakkan di dalam kamar yang disiapkan khusus. Dalam setiap rumah orang Toraja, biasanya ada kamar khusus untuk menyimpan barang-barang berharga yang disebut sumbung.

Di dalam kamar ini pula jenazah akan disimpan sampai upacara Rambu Solo dilaksanakan. Ada yang berbulan-bulan, bahkan bertahun- tahun disimpan. Orang Toraja menganggap jenazah yang disimpan itu layaknya orang yang masih hidup atau orang sakit, jadi jenazah ini akan diperlakukan seperti orang sakit.

Misalnya: diberi makan & minum, diajak berbincang, atau ada yang tidur bersama jenazah.


 gambar jenazah disimpan didalam kamar

3. Ritual Ma’Palele Sali ( Memindahkan Jenazah ke Ruang Tamu) 

Ritual ini dilaksanakan saat Upacara Rambu Solo sudah akan dimulai. Jenazah akan dipindahkan dari kamar ke ruang tamu. Ini menandakan jenazah akan siap di makamkan melalui Upacara Pemakaman Rambu Solo.




4. Ritual Melantang (Membuat Pondok-pondok)

Jika jenazah sudah diletakkan di ruang tamu, pada bagian halaman rumah akan dibuat pondok-pondok. Ini digunakan untuk tamu yang datang pada hari Upacara Rambu Solo nantinya. Babi dan kerbau pun sudah dikorbankan pada ritual ini.



5. Ritual Ma’ Pasa Tedong & Ma’ Parokko Alang

Ritual ini adalah ritual permulaan dari dimulainya  upacara Rambu Solo. Kerbau-kerbau dari keluarga dikumpulkan di halaman rumah lalu akan diadakan ritual adu kerbau. Ritual adu kerbau ini sebagai hiburan bagi masyarakat.

Selanjutnya, jenazah akan dipindahkan dari dalam rumah ke lumbung padi yang terletak didepan rumah. Ini berarti jenazah sudah benar-benar akan di makamkan melalui Upacara Pemakaman Rambu Solo. Jenazah akan diletakkan di lumbung selama dua hari, kemudian jenazah di bungkus kain merah dan akan dihias dengan kertas-kertas perak dan emas.

   

(adu kerbau)


(memindahkan jenazah ke lumbung)    

(menghias jenazah di lumbung)

     

6. Ritual Ma’Palao

Ini adalah ritual puncaknya, jenazah akan di arak keliling kampung dan pada akhirnya akan diletakkan diatas panggung khusus jenazah selama dua sampai tiga hari.

  

(mengarak jenazah keliling kampung)




(menaikkan jenazah ke atas lakkian)
 

7. Ritual MantarimaTamu

Ritual ini pun merupakan ritual puncak dari Upacara Rambu Solo. Keluarga, kerabat dan tamu-tamu akan berdatangan dan membawa babi atau kerbau. Biasanya dalam ritual ini pihak keluarga akan menjamu tamu-tamu dengan sirih, rokok, teh, kopi, dan makanan khas Toraja. Bahkan karena banyaknya tamu – tamu yang datang, tak jarang tamu harus menunggu dan mengantri untuk masuk ke area upacara pemakaman ini.



8. Ritual Mantunu Tedong

Kerbau-kerbau milik keluarga dikumpulkan di halaman kemudian akan di sembelih satu persatu. Cara menyembelihnya unik, yaitu dengan cara ditebas leher si kerbaunya. Setelah semua kerbau mati, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Di Toraja ada berbagai jenis kerbau, yang paling terkenal adalah kerbau belang atau tedong saleko. Harganya sekitar 300 juta rupiah.




9. Ma’Kaburu

Ini dalah ritual terakhir, jenazah yang diletakkan di atas panggung kemudian akan diturunkan. Sanak saudara, keluarga, dan kerabat akan menangis dan meratap, karena mereka mulai menganggap bahwa si mendiang akan benar-benar pergi.

Setelah melakukan ibadah dan doa-doa, jenazah akan diangkat ke pekuburan keluarga. Ada yang unik dengan ritual ini, jenazah akan digoyang-goyangkan layaknya orang bergembira bahkan sampai ada yang saling lempar-melempar lumpur. Ini sebagai rasa syukur dan gembira karena telah selesainya upacara pemakaman.




Pekuburan di Toraja terletak di tebing, batu besar, dan di dalam goa, namun sekarang sudah banyak yang membuat makam keluarga berbentuk rumah. Satu liang kubur adalah satu keluarga atau keturunan sampai penuh.



 (jenazah yang akan di masukkan kedalam liang)
 




 
Itulah ritual-ritual yang harus dilakukan masyarakat Toraja saat melaksanakan upacara Rambu Solo. Sungguh sangat unik sekali Indonesia ini. Kita sebagai generasi muda harus menjaga agar adat istiadat ini tidak punah. Karena ini adalah suatu bentuk kekayaan dari negeri kita tercinta, Indonesia.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Ritual Pemakaman di Suku Toraja. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Christian Nataniel Tandibua ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,


0 Response to "Ritual Panjang Menuju Keabadian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel