Sejuta Pesona di Bumi Raflesia

   


Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, perkembangan yang ada tidak mengubah keanekaragaman yang sudah ada. Indonesia merupakan negeri khatulistiwa yang tidak pernah habis pesonanya, dari jaman kelam peradaban hingga terus bergulirnya rezim pemerintahaan.

Indonesia berdasarkan sensus BPS tahun 2010, memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Selain suku bangsa asli pribumi, di Indonesia juga terdapat berbagai suku bangsa pendatang. Diantara suku bangsa pendatang itu adalah suku Tionghoa, Arab, India, Indo, Pakistani, Jepang, dan Korea.

Sehingga dengan banyaknya suku yang ada mempengaruhi keanekaragaman yang ada. Selain suku bangsa yang beranekaragam, Indonesia memiliki segudang bahasa. Meskipun bahasa nasionalnya adalah bahasa Indonesia, namun hampir di seluruh daerah memiliki bahasa daerahnya sendiri, ada sekitar 748 bahasa daerah.

Selain itu agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Indonesia adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Khong Hu Cu dan lainnya. Pemeluk agama Islam pada tahun 2010 sebanyak 207,2 juta jiwa (87,18 persen). Pemeluk agama Kristen 16,5 juta jiwa (6,96 persen). Lalu pemeluk Katolik sebanyak 6,9 juta jiwa (2,91 persen).

 Ternyata selain kepercayaan diatas, ada sekitar 1 juta lebih masyarakat Indonesia yang tidak diklasifikasikan agamanya. Disinyalir, sebagian dari mereka adalah penganut kepercayaan asli leluhur.

Kali ini penulis ingin mengajak pembaca berkenalan dengan salah satu kota yang ada di Pulau Sumatera. Kota  itu adalah Kota Bengkulu. Apa yang ada di benak pembaca ketika mendengar kata “Bengkulu” ?.

Melansir dari situs BPS Provinsi Bengkulu, jumlah penduduk Kota Bengkulu tahun 2017 sekitar 368 ribu orang. Dengan banyaknya penduduk yang ada tidak menutup kemungkinan adanya percampuran kebudayaan di sana.

Budaya yang sangat terkenal di Kota Bengkulu  adalah budaya “tabot”. Melansir dari KOMPAS.com, acara tahunan Tabot Bengkulu yang sudah ada sejak 1685. Tabot Bengkulu tak hanya memiliki daya tarik dari aspek ritual agama melainkan juga sudah menjadi daya tarik wisata.

Acara ini akan mengembalikan ingatan masyarakat Bengkulu pada masa perjuangan dan kepahlawanan serta kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbakala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Selain tabot, Kota Bengkulu yang dikenal dengan pesona bunga raflesianya ini juga layak dijajal untuk tujuan wisata. Kenapa tidak, karena Kota Bengkulu memiliki penduduk yang ramah tamah, serta berbagai makanan khas Bengkulu seperti pendap, lempuk durian, kue tat dan lain sebagainya.

Selain itu bumi raflesia ini juga menyuguhkan berbagai tempat wisata yang memanjakan mata. Dari mulai Pantai Panjang, Rumah Bung Karno, Tugu Pers Bengkulu, Museum, dan tempat wisata lainnya yang memiliki kekhasan sendiri versi Bengkulu.


Jadi bagaimana? Penasaran dengan bumi raflesia ini?. Jangan lupa setelah membaca artikel ini, pembaca harus mengambil catatan kecil dan memasukan Kota Bengkulu dalam list tempat wisata yang akan dikunjungi, jangan hanya penasaran saja tapi buktikan dengan keberangkatan anda.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Sejuta Pesona di Bumi Raflesia. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Yusnita Alfalah Setia ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Trimakasih,

1 Response to "Sejuta Pesona di Bumi Raflesia"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel