Tradisi Budaya Petik Laut di Besuki Situbondo



Pesisir Besuki Situbondo, memiliki budaya yaitu kesenian berupa petik laut. Petik Laut adalah ajang yang diselenggarakan setiap tahunnya di kota Besuki Situbondo khususnya di daerah pesisir pantai.

Kesenian budaya ini sangat menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat, karena dengan ajang kesenian ini semua masyarakat berkumpul dan menyaksikan perahu-perahu yang dihias dengan keunikannya sendiri-sendiri.

Salah satu yang menjadi menarik adalah adanya “ghitek” sebutan masyarakat kepada perahu kecil berisikan kepala sapi, kepala kambing, kue ketupat, kue embel, kue leppet, panggang ayam, nasi tumpeng, ubi talas, sayur urap, boneka cewek dan cowok, emas sekitar 1 gram, biasanya dipercai oleh masyarakat sekitar bahwa apa yang diberikan akan diganti oleh sang pencipta dengan yang lebih baik lagi dan dengan menyelamatkan lautnya.

Keunikan dari ajang kesenian budaya ini tidak hanya pada perahu kecil (ghitek), masih banyak lagi kegiatan-kegiatan kecil lainnya seperti lomba-lomba kecil per RT ada lomba tarik tambang, makan kerupuk, balap karung, lomba berenang dan masih banyak lagi, selain itu untuk pembukaan biasanya diadakan pengajian.

Kegiatan-kegiatan kecil ini diadakan untuk meningkatkan kebersamaan masyarakat sekitar, di era globalisasi seperti saat ini sering manusia melupakan adanya kebersamaan yang dapat menyatukan dan meningkatkan kesejahteraan antar manusia.

Oleh karena itu, ajang kesenian budaya ini selain menarik nilai eksplorasi budaya untuk masyarakat Indonesia bahkan mancanegara, kegiatan ini juga meningkatkan kreatifitas masyarakat setempat dalam menghasilkan sebuah seni.

Hasil laut yang melimpah membuat masyarakat sekitar sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan, pekerjaan ini sangat membantu distributor ikan untuk menjualnya di pasar atau bahkan orang-orang biasanya langsung membelinya di KUD (Koperasi Unit Desa), ikan-ikan segar dijual dengan harga yang relatif murah disini.

Kerlap-kerlip lampu yang menghiasi perahu para nelayan ini memiliki daya tarik tersendiri, tak sedikit para pengunjung mengabadikan moment seperti ini, dan petik laut menjadi kebudayaan yang patut dibanggakan oleh masyarakat sekitar.

Biasanya selepas pelepasan ada hiburan rukun dan penutupannya dengan orkes, untuk rukun sendiri juga merupakan kesenian berupa drama theater, sangat digemari oleh masyarakat dari berbagai golongan mulai anak kecil sampai yang sudah lansia.

Untuk penutupannya biasanya mengundang orkes pantura, wajar saja karena lokasi ajang kebudayaan ini dekat dengan pantai utara. Kebudayaan tidak akan lepas dari tradisi, kebudayaan membuat manusia sadar akan jiwa patriotisme, Petik Laut menjadi salah satu ajang kebudayaan yang memperkenalkan kita pada jiwa toleransi, saling menghargai, dan merangkul sesama.

Tidak ada yang salah dengan kebudayaan, budaya akan terus tumbuh pada setiap generasi, dan kita sebagai generasi penerus bangsa harus saling menghargai adanya keberagaman dan dapat menerima budaya baru tanpa meninggalkan budaya leluhur kita, Kami Indonesia dan kami bangga menjadi manusia didalamnya.  Salam Budaya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Petik Laut. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Lugiana Nur Fitriah Rhamadani. ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Tradisi Budaya Petik Laut di Besuki Situbondo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel