Unik dan Islami, “Pengantin sahur” menjadi tradisi tahunan pada bulan ramadhan di inhil, riau.



Pekanbaru - Masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, memiliki tradisi di bulan Ramadhan yang unik. Mereka menggelar festival “Pengantin Sahur”.  Sesuai dengan namanya “Pengantin Sahur”, dilaksanakan pada saat jam sahur (mulai jam 00:00 sampai jam 03:00 WIB)  dengan subjek utamanya para pengantin yang telah didandani bak pengantin sungguhan.

Yang unik dari tradisi “Pengantin Sahur” ini yakni pasangan pengantin yang telah didandani keduanya adalah laki-laki. Setiap pasang pengantin terdapat pengantin perempuan yang merupakan seorang laki-laki yang berperan sebagai pengantin perempuannya.

Setiap pasangan pengantin diarak di atas gerobak kecil yang telah diberi roda. Di atas gerobak itu dihias menjadi tempat pelaminan dengan hiasan pernak pernik lampu warna.

Untuk memeriahkan suasana dan membangunkan sahur warga, maka dibunyikan musik bernuansakan Islami, juga diiringi alat musik yang dibunyikan peserta rombongan pengantin ini. Daya listrik untuk lampu disalurkan lewat genset yang posisi di belakang gerobak pengantin.

Tradisi “Pengantin Sahur” ini telah menjadi tradisi tahunan dibeberapa daerah di Inhil, karena selain unik dan menghibur tradisi ini juga menjadi tradisi pembangun sahur yang berbeda dari daerah lainnya.

Tradisi ini menjadi tradisi turun temurun masyarakat Inhil pada bulan Ramadhan, meskipun saat ini tradisi “Pengantin Sahur” dilaksanakan hanya seminggu sekali berbeda dengan dulu yang hapir tiap malam pada bulan Ramadhan tradisi ini dilaksanakan, hal ini mengingat biaya yang dibutuhkan saat pelaksanaan tradisi ini.

Salah satu daerah yang masih menjaga tradisi “Pengantin Sahur” yaitu di Desa Sungai Luar, Kec. Batang Tuaka, Inhil. Tradisi ini rutin laksanakan seminggu sekali yakni minggu malam oleh masyarakat setempat.

Tidak hanya di tonton oleh masyarakat sungai luar tetapi juga masyarakat daerah Inhil lain turut serta memeriahkan tradisi “Pengantin Sahur” . Puluhan bahkan ratusan masyarakat antusias melihat dan ikut serta dalam tradi ini. Selain itu tradisi ini juga kerap di perlombakan sebagai wujud apresiasi pelaksanaan tradisi “Pengantin Sahur”.

Tradisi “Pengantin Sahur” menjadi tradisi yang di anggap memberikan pengaruh positif bagi berbagai pihak, tidak terkecuali pihak pemuda karena mayoritas pelaksana tradisi ini ialah para pemuda yang sangat antusias melaksanakan dan meramaikan tradisi lokal tersebut.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Tradisi Pengantin Sahur. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Siti Masitah. ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,


0 Response to "Unik dan Islami, “Pengantin sahur” menjadi tradisi tahunan pada bulan ramadhan di inhil, riau."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel