Bakdo Kupat

Bakdo Kupat
Di bulan Sywal, orang Jawa mengenal tradisi Lebaran Ketupat atau biasa disebut Bakdo Kupat. Acara ini diadakan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri.

Menurut sejarah Jawa, Ketupat berasal dari masa Sunan Kalijaga. Pada masa syiar Islam sekitar abad 15-16 Masehi. Ketupat dijadikan sebagai budaya sekaligus filosofi Jawa berbaur dengan nilai ke Islamannya.

Hingga sekarang, Bakdo Kupat masih terus dilestarikan oleh warga, salah satunya oleh warga Rw 03 Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta yang sudah rutin menggelar kirab budaya Bakdo kupat ini sejak tahun 2010.Dan tahun ini merupakan tahun ke Sembilan  acara ini digelar.

Acara ini diikuti dan disaksikan oleh semua lapisan masyarakat. Ada banyak komunitas yang ikut meramaikan acara ini diantaranya Bregodo,Barongsai dan kesenian lainnya. Kampung pandeyan sendiri mempunyai tiga bregodo keprajuritan putra Lombok ijo, Lombok abang dan satu bregodo keprajuritan putri.

Bakdo Kupat selain dimaknai sebagai symbol kerukunan beragama dan antar suku juga sebagai wujud rasa syukur dan suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Pandeyan sendiri dulunya merupakan sebuah kampong pandai besi yang dipilih oleh Sunan Drajat untuk memproduksi senjata perang yang digunakan untuk melawan penjajah Belanda. Kampung Pandeyan dipilih karena dekat dengan Kotagede yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kraton sebelum akhirnya Kraton dipindah ditempat yang sekarang.

Sampai sekarang pun masih ada dijumpai masyarakat yang menjadi pandai besi membuat gamelan. Di Pandeyan juga masih terpelihara situs warisan, salah satunya makam Empu Kinalang yang dulunya merupakan pemimpin pandai besi, sebuah mata air dan Pusaka Sendang Sedayu Guling Mataram.

Gunungan yang dikirab terdiri dari gunungan ketupat dan diiringi jodang yang berisi ketupat dan kelengkapannya yaitu lauk pauk yang terdiri sayur sambal goring krecek, sayur santan dan lain-lain.

Setelah selesai dikirab,semua peserta akan berkumpul didepan masjid halaman setempat untuk berdoa bersama memohon perlindungan dan keselamatan kehidupan yang sejahtera dari Allah SWT. Setelh selesai selanjutnya seluruh peserta dan masyarakat akan makan bersama menyantap ketupat dan lauk pauk yang telah disediakan. Gunungan ketupat akan diperebutkan atau dibagikan kepada masyarakat umum yang hadir.

Setelah upacara adat Bakdo Kupat selesai, malamnya akan digelar wayang kulit semalam suntuk dipendopo setempat, yang dibawakan oleh dalang setempat.

Nah, itulah tadi serangkain artikel yang dituliskan oleh Rr Alfisa Probo S.Sn terkait dengan "Bakdo Kupat". Semoga bisa bermanfaat bagi segenap pembaca. Trimakasih!.

0 Response to "Bakdo Kupat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel