Pulau yang Sarat Akan Budaya


Semua daerah di Indonesia pasti memiliki budaya dan tradisi masing-masing. Begitu juga dengan Bali yang merupakan salah satu pulau yang ada di tengah bagian Indonesia, memiliki berbagai budaya dan tradisi yang masih terjaga sampai saat kini.

Namun selain budaya, pulau kecil ini juga mendapat berbagai sebutan yang unik dari masyarakat lokal maupun asing seperti pulau dewata, pulau seribu pura, pulau cinta bahkan orang belanda yang datang ke bali untuk mencari rempah-rempah menyebutkan kalau pulau bali itu adalah The Island Of God.

Tentu semua itu tidak akan bisa terlaksana jika tidak ada umat agama hindu di Bali yang mendedikasikan tenaga untuk menjaga, memelihara dan membangun budaya bali. Dengan sarat akan budaya dan adat tersebut, maka tidak heran bali merupakan salah satu tempat destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun asing.

Budaya Bali dan contohnya

Setiap kabupaten di provinsi Bali memang memiliki tradisi dan adat istiadat tersendiri. Tetapi jika diambil secara umum semua kabupaten tersebut memiliki budaya yang sama yaitu budaya bali. Berikut merupakan budaya yang ada di Bali.

1. Bahasa

Semua di kabupaten di Bali memiliki bahasa tersendiri seperti buleleng yang terkenal bahasa kasarnya contoh naskeleng, bangsat, cicing. Tetapi tidak semua kabupaten menggunakan bahasa kasar tersebut contohnya karangasem yang menggunakan bahasa alus seperti tiang, ngajeng, sirep.

Bali memang memiliki banyak bahasa disetiap kabupatennya, namun sebagian besar pasti menggunakan tatanan bahasa bali. Penggunaan bahasa bali tersebut juga dipengaruhi oleh adanya kasta yang dianut oleh agama hindu seperti Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.

Kasta Brahmana diberikan kepada sulinggih dan pemangku, Ksatria untuk kaum pejabat, Waisya untuk kaum pedagang dan Sudra untuk kaum buruh. Bahasa di bali dibagi menjadi 4 bagian yakni Alus Singgih, Alus Sor, Alus Madya dan Alus Mider.

Bahasa Alus Singgih merupakan bahasa yang digunakan kepada kasta yang lebih tinggi seperti kaum sudra berbicara dengan kasta Ksatria dan Brahmana, contoh bahasa ida, parab, wikan. Alus Sor digunakan untuk merendahkan diri dan ketika berbicara dengan kasta yang lebih tinggi atau yang patut dijunjung, contoh bahasa seperti ipun, wasta, padem.

Alus Madya merupakan bahasa alus yang ada di tengah-tengah, boleh digunakan untuk kasta yang lebih tinggi, sesama kasta atau kasta terbawah yang patut untuk dijunjung, contoh bahasa seperti sirep, sampun, ten. Alus Mider merupakan bahasa yang digunakan untuk kasta yang lebih tinggi atau kasta terbawah yang patut dijunjung, contoh bahasa seperti rauh, lali, kanin.

2. Filsafat Hidup

Orang bali terkenal dengan keharmonisannya dalam kehidupan sehari-hari, hal tersebut dapat terjadi karena adanya filsafat hidup masyarakat bali yaitu Tri Hita Karana. Tri hita Karana berasal dari tiga kata yaitu “Tri” yang artinya tiga, “Hita” yang artinya kebahagiaan, dan “Karana” yang artinya penyebab.

Dengan demikian tri hita karana artinya 3 penyebab terciptanya kebahagiaan, yaitu hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan lingkungan. Contoh hubungan manusia dengan tuhan adalah dengan melakukan tri sandhya 3 kali sehari, mempelajari ajaran weda.

Contoh hubungan manusia dengan manusia seperti upacara manusa yadnya dan rsi yadnya. Contoh hubungan manusia dengan alam seperti kalau di bali ada pelaksanaan tumpek ngatag untuk tumbuhan dan tumpek wayang untuk binatang dan upacara bhuta yadnya untuk para bhuta kala. 

3. Kepercayaan

Agama yang dianut oleh masyarakat bali adalah agama hindu, namun setiap orang memiliki kepercayaannya tersendiri di dalam agama hindu. Umat hindu memiliki tiga kepercayaan yakni Saiwa, Waisnawa dan Brahma.

Saiwa adalah bagi mereka umat hindu yang memiliki kepercayaan pada dewa siwa, yang selalu dipuja ketika melakukan persembahyangan. Waisnawa merupakan kepercayaan bagi mereka kepada dewa wisnu sebagai dewa pemelihara. Dan brahma adalah mereka yang memiliki kepercayaan kepada dewa brahma sebagai dewa pencipta.

4. Kesenian Tari

Kekayaan budaya yang ada di Bali selanjutnya adalah kesenian tari, seni tari bali memiliki khas sendiri dari tari daerah lain yaitu terletak pada lirikan matanya, kalau orang bali bilang “nyeledet”. Tari bali biasanya dimainkan pada saat ada upacara keagamaan, tetapi karena perkembangan pesat zaman, maka kegiatan tari sering dilakukan diluar aktifitas keagamaan. Berikut adalah jenis tarian yang sering dipentaskan saat upacara agam maupun yang tidak.


  • Tari Kecak
  • Tari Baris
  • Tari Margapati
  • Tari Pendet
  • Tari Puspanjali
  • Tari Trunajaya
  • Tari Barong
  • Tari Legong


5. Kesenian Musik

Unsur kebudayaan bali juga kental dengan kesenian musiknya, ragam alat tradisional mempunyai berbagai fungsi dan kegunaan. Selain digunakan untuk keperluan mengiringi upacara adat, seni musik juga digunakan untuk pementasan seni.

Ada beberapa alat tradisional bali yang sama seperti daerah lain di indonesia seperti gendang, namun alat tradisional bali memiliki ciri khas tersendiri yang unik. Berikut merupakan jenis-jenis alat tradisional bali yaitu :


  • Cengceng bali, alat musik lempengan yang terbuat dari tembaga cukup mudah dalam memainkannya yaitu dengan cara memukulkan kedua bagian cengceng. Suara yang dihasilkanpun nyaring dan berbunyi ceng….ceng. Semakin keras dalam memukulnya maka suara yang dihasilkan semakin nyaris.
  • Rindik, alat musik yang terbuat dari bambu ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua pemukul seperti palu. Biasanya digunakan untuk mengiringi tarian seperti tari bumbung.
  • Suling, cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara ditiup, alat yang terdiri dari 6 lubang yang menghasilkan nada-nada berbeda. Dalam permainannya juga diperlukan teknik pernafasan dan latihan jari-jemari yang memerlukan latihan.


6. Huruf aksara bali

Salah satu aksara juga terdapat di bali yang dinamakan aksara bali. Aksara bali terbagi menjadi dua yaitu aksara suci dan aksara biasa, aksara suci juga dibagi lagi menjadi dua yaitu aksara wijaksara dan aksara modre.

Aksara suci dibagi menjadi dua bagian lagi yaitu aksara wreastra dan swalalita. Aksara wijaksara merupakan aksara yang terdiri dari aksara swalalita dan aksara amsa, sedangkan aksara modre merupakan aksara yang dikenal dengan lukisan magis.

Aksara wreastra merupakan aksara yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat bali yang terdiri dari 18 aksara, sedangkan aksara swalalita merupakan aksara kasusastraan kawai yang terdiri dari 47 aksara. Berikut merupakan bagian-bagian aksara


  • Ha, na, ca, ra, ka, da, ta, sa, wa, la, ma, ga, ba, nga, pa, ja, ya, nya = aksara wreastra
  • a, i, e, u, o =  aksara suara (swalalita)
  • Kantia, talawia, murdania, dania dan ostia = aksara wianjana (swalalita)


7. Rumah adat

Gapura Candi Bentar merupakan rumah adat bali, rumah adat bali sama seperti halnya dengan rumah adat daerah lainnya yang memiliki nilai estetika yang tinggi. Namun di bali ketika melakukan pembangunan rumah, terdapat pedoman dalam pembuatannya yang disebut kosala-kosali yang menyebabkan terciptanya keharmonisan dan keselarasan dalam hidup.

Ada beberapa aturan kosala-kosali seperti arah rumah, letak bangunan dan konstruksi yang dibuat sesuai dengan ketentuan agama hindu. Candi bentar terletak dibagian depan bangunan, setelah melewati gapura maka akan terdapat tempat beribadah umat hindu yaitu pura yang dibedakan bangunannya dari bangunan lain. Contoh lain rumah adat bali yaitu :


  • Angkul-angkul, fungsi angkul-angkul ini adalah lebih condong ke pintu masuk, dan sebagai pembeda dengan candi bentar adalah ada atap yang menghubungkan kedua sis bangunan sejajar.
  • Aling-aling, rumah ini adalah salah satu yang dapat memberikan aura positif karena fungsinya sebagai pembatas angkul-angkul dengan tempat suci. 
  • Pura keluarga, setiap orang pasti mempunyai pura keluarga yang digunakan untuk tempat beribadah dan berdoa sehari-hari oleh anggota keluarga. Biasanya tempat diletakkannya pura keluarga adalah di timur laut dari rumah hunian.


8. Senjata tradisional

Di setiap provinsi di indonesia pasti mempunyai senjata tradisionalnya masing-masing, begitu juga dengan bali yang memiliki keris sebagai senjata tradisionalnya. Di bali ada berbagai macam alat tradisional yang masih tetap dipertahankan dari nenek moyangnya secara turun-temurun. Namun selain keris ada beberapa senjata tradisional yang belum diketahui oleh masyarakat luas. Berikut merupakan macam-macam alat tradisional bali yaitu :


  • Tiuk, merupakan senjata yang notabenenya digunakan untuk memasak. Desain yang dimiliki oleh tiuk itu sendiri sama seperti belati dan pisau. 
  • Taji, yang merupakan senjata digunakan pada saat tajen ( sabung ayam ), tajen sendiri sudah menjadi kebudayaan bagi masyrakat bali ketika mengadakan upacara adat. Senjata ini diletakkan pada kaki ayam dan ayam akan diadu, ayam yang kalah adalah ayam yang sudah tidak bisa melawan lagi lawannya karena mati, lemah dan lainnya.
  • Kandik, merupakan senjata yang digunakan untuk membelah kayu bakar.
  • Arit, merupakan senjata yang sering digunakan oleh peternak karena biasa digunakan untuk memotong rumput yang akan dijadikan makanan ternaknya.
  • Blakas, adalah senjata yang sering digunakan dalam kesibukan upacara-upacara agama hindu di bali seperti memotong daging dan kegiatan masak lainnya.


9. Nama Orang Bali

Salah satu kebudayaan bali yang mungkin tidak dimiliki oleh daerah lainnya adalah nama dari orang-orang di bali yang khas dan unik. Secara turun-temurun orang bali menamai anak-anaknya sesuai dengan kasta dan kelahirannya.

Nama-nama tersebut juga dipengaruhi oleh kasta yang ada di bali yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra. Bahkan antara laki-laki dengan perempuan juga dibedakan namanya yaitu untuk laki-laki akan ada awalan ‘i’ dan untuk perempuan diawali dengan ‘ni’. Sebagai contoh I Nengah untuk laki-laki dan Ni Nengah untuk perempuan.


  • Brahmana, merupakan kasta tertinggi dalam agama hindu sepert sulinggih dan orang suci yang memimpin upacara keagamaan. Contoh nama dari keturunan ini adalah Ida Bagus untuk laki-laki dan Ida Ayu untuk perempuan.
  • Ksatria, merupakan kasta kedua yang duduki oleh bangsawan, raja dan pejabat. Contoh nama keturunan ksatria adalah Anak Agung, Dewa untuk laki-laki dan Anak Agung, Dewaayu untuk perempuan.
  • Waisya, merupakan kasta ketiga yang diisi oleh pedagang. Contoh nama dari kasta ini adalah Desak untuk perempuan, Gusti untuk laki-laki dan perempuan.
  • Sudra, merupakan kasta terbawah yang diisi oleh kaum petani dan buruh. Nama ini merupakan nama yang dimiliki oleh 90% masyarakat bali. 


Contoh nama dalam kasta ini adalah


  • Wayan, Putu, Gede untuk anak laki-laki pertama 
  • Wayan, Putu, Iluh untuk anak perempuan pertama
  • Made, Kadek, Nengah untuk anak laki-laki dan perempuan kedua
  • Komang, Nyoman untuk anak laki-laki dan perempuan ketiga
  • Ketut untuk anak laki-laki dan perempuan keempat


Asal-usul dari keempat nama tersebut adalah menurut urutan kelahiran. Pertama wayan, wayan berasal dari kata “wayahan” yang memiliki arti lebih matang atau lebih tua, nama lain yang sepadan dengan wayan adalah Putu, Gede dan Iluh.

Anak kedua akan dinamakan made yang berasal dari kata “madya” yang artinya tengah, selain itu nama nengah juga memiliki arti tengah nama lain yang sepada adalah kadek. Nama anak ketiga adalah nyoman yang berasala dari kata “uman” yang berarti sisa dan akhir, nama lain dari nyoman adalah komang.

Untuk nama anak yang keempat adalah ketut yang berasal dari kata “kitut” yang berarti paling kecil. Jika anak yang dimiliki oleh anggota keluarga lebih dari empat maka nama-nama tersebut akan diulang kembali. Oleh karena itu, keluarga berencana yang dibuat oleh pemerintah terkadang tidak berlaku bagi masyarakat bali.

Karena jika mereka melakukan keluarga berencana maka mereka akan menghasilkan anak dua, dan itu tidak akan mewariskan budaya dari leluhur karena tidak akan ada anak ketiga dan keempat yaitu komang dan ketut.

10. Tradisi Bali

Tradisi di bali memiliki banyak keragaman dan kekhasan dari daerah kabupaten tersendiri. Di bali terdapat 8 kabupaten dan 1 kota yang memiliki tradisi masing-masing yang harus dijaga turun-temurun. Berikut merupakan tradisi dimasing-masing daerah kabupaten yaitu:


  • Pemakaman Desa Trunyan di Bangli
  • Megibung di Karangasem
  • Omed-omedan di Denpasar
  • Mekotek di Badung
  • Mesbes Bangke di Gianyar
  • Makepung di Jembrana
  • Mesuryak di Tabanan
  • Megoak-goakan di Buleleng
  • Lukat Geni di Klungkung


Dari beberapa penjelasan di atas, diketahui bahwa indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia denga jumlah pulau 17.503 yang memiliki budaya daerah masing-masing. Walaupun terdiri dari berbagai suku, adat, agama dan golongan yang berbeda, tetapi mereka tetap satu dalam genggaman NKRI dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa yang memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu juga”.

Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa sudah seharusnya menjaga dan memelihara kebudayaan yang kita miliki dan jadikanlah indonesia adalah negara yang sarat akan budaya.

Nah itulah artikel mengenai Budaya Bali yang ditulis oleh I Nengah Bujana. Semoga dapat menjadi bacaan yang bermanfaat.

35 Responses to "Pulau yang Sarat Akan Budaya"

  1. ayo, silakan dibaca dan dicomment ya...terima kasih

    BalasHapus
  2. keren...jadi tambah cinta sama pulau bali..bnyak ilmu baru lagi yg msuk dulu belum bgtu paham tg trdisi yg ada di bali..

    BalasHapus
  3. alurnya sangat bagus kak...sehingga mudah untuk dipahami, terima kasih!

    BalasHapus
  4. struktur dalam artikelnya lengkap, sesuai dengan ada yang di bali...terima kasih

    BalasHapus
  5. makasi artikelnya kk, bangga jadi orang bali

    BalasHapus
  6. isi dapat menambah wawasan saya tentang bali....terima kasih

    BalasHapus
  7. Mantap ini baru nama nya artikel, tidak sekedar artikel tapi artikel yang memberikan pengetahuan khususnya masyarakat bali, mantap kk.

    BalasHapus
  8. Ilmu saya bertambah ketika membaca artikel ini, keren artikelnya kak

    BalasHapus
  9. Artikel'a bgus kak..Nambah wawasan👍🏻

    BalasHapus
  10. informasinya sangat bermanfaat,, terus berkarya kak..

    BalasHapus
  11. Sukses terus kak
    Berikan karya yang terbaikk

    BalasHapus
  12. wih..kontennya seru kak...lanjut kak !!! lain kali tambah konten tentang legenda2 yang ada dibali ya kak...

    BalasHapus
  13. terima kasih ya kak atas informasi budaya balinya....dan menambah wawasan saya.

    BalasHapus
  14. wah bagus banget kak, itu kelihatannya orisinil sekali kak...buatan sendiri ya

    BalasHapus
  15. tema artikelnya tentang budaya ya kak...bagus banget kak tentang budaya balinya.

    BalasHapus
  16. kak itu pasti buat sendiri ya, soalnya kata-katanya mudah dipahami.

    BalasHapus
  17. smoga artikel kakak dapat juara ya...soalnya materi budayanya kental.

    BalasHapus
  18. keren, teruslah melanjutkan budaya di bali ya teman-teman semua....jaya

    BalasHapus
  19. mari kita mengisi kemerdekaan indonesia dengan komen di bawah sebanyak-banyaknya ya......

    BalasHapus
  20. wah... artikelnya bgus kk

    BalasHapus
  21. bagus kk artikelnya, buat lagi ya!

    BalasHapus
  22. smngat kawanku...smoga berjaya

    BalasHapus
  23. maju terus....smpai mentok

    BalasHapus
  24. dkunganku akan bersamamu....merdeka

    BalasHapus
  25. budaya bali memang indah....ayo berkunjung ke bali

    BalasHapus
  26. hhmm lumayan lah.... pertahankan ya

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel