Budaya dan Ciri Khas Suku Nias


Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di salah satu pulau di Indonesia yaitu kepulauan yang terletak disebelah barat pulau Sumatera Utara, Indonesia. Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi sampai sekarang.

Dalam bahasa aslinya, suku Nias menamakan diri mereka sebagai “Ono Niha”. Artinya (Ono adalah anak/keturunan, sedangkan Niha adalah manusia) dan pulau Nias sebagai “Tano Niha”. (Tano adalah tanah).   

Budaya Suku Nias

Meskipun sampai saat ini belum ada yang mengetahui sejak kapan Suku Nias mendiami pulau Nias masih banyak penduduk asli dari suku Nias yang tetap mempertahankan kebudayaan Suku Nias. Berikut beberapa kebudayaan Suku Nias yaitu :

Sapaan Ya’ahowu
Ya’ahowu adalah salam dalam bahasa daerah nias. Jika hendak ingin bertamu kepada suku nias, maka kita harus wajib memberi salam ya’ahowu. Kata ya’ahowu terdiri dari dua kata yang telah digabungkan menjadi satu yaitu Ya’a artinya inilah atau terimalah sedangkan Howu artinya berkat.

Kata Ya’ahowu telah membudaya dan telah turun-temurun digunakan sebagai kata salam. Masyarakat Suku Nias meyakini bahwa kata Ya’ahowu mangandung arti yang baik yang berarti ter (di) berkati. Contohnya, ya tefahowu’o ndr’ugo artinya semoga kamu diberkati.

Lompat Batu (Fohombo)
Fohombo, Hombo Batu atau dalam bahasa indonesia “Lompat Batu” adalah olahraga tradisi Suku Nias. Olahraga ini merupakan ritual pendewasaan Suku Nias . mereka harus melompati susunan banguan setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm.

Tradisi Hombo Batu ini merupakan sebuah tradisi di Desa Bawomataluo yang digunakan untuk menentukan kedewasaan seorang pemuda, apabila mampu melompati batu itu, maka sudah dianggap dewasa. Sebelum proses Hombo Batu ini dilakukan, ada beberapa upacara adat khas Suku Nias yang dilakukan terlebih dahulu.

Tari-tarian
Suku Nias juga memiliki beberapa kebudayaan berupa seni tari. Tarian yang lahir dari masyarakat Nias ditunjukkan untuk proses upacara atau kegiatan adat tertentu. Berikut beberapa jenis tarian yang cukup populer dari Suku Nias yaitu :

  1. Tari perang
  2. Maena
  3. Tari moyo
  4. Tari mogaele
  5. Tari sekapur sirih


Omo Hada (Rumah Adat)
Rumah adat (omo hada) adalah salah satu bentuk rumah punggung tradisional orang Nias. Rumah adat ini memiliki beberapa jenis, yaitu Omo Sebua, yang merupakan tempat kediaman para kepala negeri (Tuhenori), kepala desa (Salawa), atau kaum bangsawan.

Rumah punggung ini dibangun atas tiang-tiang kayu nibung yang tinggi dan besar, yang beralaskan rumbia. Bangunan rumah punggu ini tidak berpondasi yang tertanam kedalam tanah, serta sambungan antara kerangkanya tidak memakai paku, sehingga membuatnya tahan goyangan gempa.

Bentuk denahnya rumah adat ini ada yang bulat telur (di Nias Utara dan Nias Barat) sedangkan yang persegi panjang (di Nias Tengah dan Nias Selatan). Ruangan dalam rumah adat ini terbagi atas dua, pada bagian depan untuk menerima tamu atau penginapan, serta bagian belakang untuk  keluarga pemilik rumah. Dihalaman rumah terdapat patung batu, yang digunakan untuk tempat duduk untuk berpesta adat.

Fame Ono Nihalo (Pernikahan)
Salah satu budaya yang sangat menarik di suku nias adalah fame ono nihalo (pernikahan). Salah satu bukti dari kebudayaan ini adalah tingginya Mahar dan Jujuran pernikahan. Jelas bahwa wanita memiliki nilai yang sangat tinggi, dan pernikahan merupakan hal yang sangat sakral dibangun dari sebuah ikatan yang tidak mengenal perceraian.

Sebelum wanita menjadi milik sepenuhnya pria atau sah menjadi keluarga, terlebih dahalu harus melewati tahap yaitu, dimulai dari famaigi niha (cari jodoh), famatua (tunangan), fangaro (kunjungan kerumah mertua), fanema bola (penentuan jujuran), famekola (pembayaran uang mahar/jujuran), fanua’a bawi (mengantar babi adat), fame’e (nasehat untuk calon mempelai), folau bawi (mengantar babi adat), fokawa (pesta pernikahan), famuli nukha (perempuan berkunjung kerumahnya bersama suami dan keluarga). 

Perbedaan gadis perawan dengan bukan perawan adalah dengan cara adatnya. Kalau gadis perawan, adatnya luar biasa, diangkat di jujung tinggi bagaikan ratu, sedangkan yang bukan perawan adalah adatnya biasa saja, cukup nyanyi dan doa saja.

Fame’e Toi Nono Nihalo (pemberian nama bagi perempuan yang sudah menikah) 
Dalam budaya suku nias, setelah selesai adat pernikahan, maka akan dilanjutkan dengan acara pemberian nama bagi perempuan dirumah pria. Adat ini dilakukan untuk meresmikan bahwa perempuan sudah sepenuhnya milik pria tersebut.

Dalam melaksanakan adat ini, pihak pria bisa habis puluhan juta bahkan ratusan juta untuk melaksanakan adat diluar dari uang jujuran atau mahar dari orangtua perempuan. Biasanya nama penganteng baru selalu di akhiri dengan kata Jauso. Contohnya, (Mentari Jauso).

Alat Musik Khas Suku Nias

  • Aramba (gong)
  • Gondra (gendang)
  • Faritia (alat musik yang mirip dengan telempong atau gamelan)
  • Lagia (alat musik yang hampir sama dengan rebab atau biola)
  • Ndruri mbewe (alat musik yang berbentuk gitar perahu dan hanya memiliki satu senar)
  • Doli-doli (alat musik yang mirip dengan kolintang)
  • Fondrahi (alat musik yang menyerupa dengan gendang kecil)
  • Druri dana (alat musik yang berbentuk garpu tala)

Pakaian Adat Khas Suku Nias
Pakaian adat suku nias dinamakan baru ohalu untuk pakaian laki-laki dan oroba si’oli untuk pakaian perempuan. Pakaian adat tersebut biasanya berwarna emas atau kuning yang dipadukan dengan warna lain seperti hitam, merah, dan putih. Adapun filosofi dari warna itu sendiri adalah:


  • Warna kuning yang dipadukan dengan corak persegi empat (ni’obokola) dan pola bunga kapas (ni’obowo gafasi) sering dipakai oleh para bangsawan untuk menggambarkan kejayaan, kekuasaan, kekayaan, kemakmuran dan kebesaran.
  • Warna merah yang dipadukan corak segi-tiga (ni’ohaloyo/ni’ogona) sering dikenakan oleh prajurit untuk menggambarkan darah, keberanian, dan kepabilitas para prajurit.
  • Warna hitam yang sering dikenakan oleh rakyat tani menggambarkan kesedihan, ketabahan dan kewaspadaan. 
  • Warna putih yang sering dikenakan oleh para pemuka agama kuno (era) menggambarkan kesucian, kemurnian dan kedamaian.


Kepercayaan Suku Nias
Sebelum masuk injil di suku nias, agama asli suku nias adalah fanomba adu yang disebut palebegu. Palebegu artinya penyembah roh. Sifat agama ini adalah penyembah roh leluhur. Adu adalah gambaran orangtua yang dibuat dari pahatan kayu atau dari batu.

Tujuan mereka membuat ini adalah untuk disembah dan dijadikan Tuhan mereka. Kepercayaan dan keyakinan suku nias beragam, diantaranya : kepercayaan kepada dewa pencipta, dewa atas dan dewa bawah semesta alam, kepercayaan kepada kekuatan gaib dan roh halus, kepercayaan kepada arwah nenek moyang dan kepercayaan kepada kekuatan alam dan kesetiaan kepada pola tradisi.

Kepercayaan ini di buat dalam wujud yang bisa kelihatan dan bisa diraba, seperti patung, moko-moko, pohon, sungai, angin, hewan dan manusia. Moko-moko artinya arwah, kekuatan, kharisman, roh nenek moyang yang telah meninggal dunia dan menjelman sebagai kunang-kunang.

Pada masa sekarang sebagian besar orang nias sudah memeluk agama kristen protestan, agama kristen katolik, agama islam, agama hindu dan buddha.

Bahasa Suku Nias
Bahasa suku nias atau li niha adalah salah satu bahasa dunia yang bahasanya unik dikarenakan karena merupakan salah satu bahasa dunia yang setiap akhiran huruf vokal. Bahasa suku nias mengenal enam huruf vokal, yaitu a,e,i,o,u dan ditambah o (dibaca dengan “e”)

Mata Pencaharian Suku Nias
Mata pencaharian pokok suku nias yang berdiam didaerah pantai adalah dengan berkebun kelapa sedangkan yang berada didaerah pendalaman adalah bercocok tanam dalam bentuk perladangan seperti tanaman ubu jalar, ubi kayu, kentang, pohon karet dan padi (bersawah).

Mata pencaharian tambahan suku nias yaitu berburu, meramu, menangkap ikan, berternak dan pertukangan. 

Makanan Khas Suku Nias

  • Gowi Nihandro atau Gowi Nitutu (ubi tumbuk)
  • Harinake (daging babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil-kecil)
  • Godo-godo (ubi/singkong yang diparut, di bentuk bulat-bulat kemudian direbus setelah matang ditaburin dengan kelapa yang sudah di parut)
  • Kofo-kofo (daging ikan yang di hancurkan, dijemur, di keringkan, diasap)
  • Niowuru (daging babi yang sengaja di asingkan agar bisa bertahan lama)
  • Ratigae (pisang goreng)
  • Tamboyo (ketupat)
  • Loma (beras kentang yang dimasak dengan buku bambu)
  • Gae Nibogo (pisang bakar)
  • Wawayaso (nasi pulut)
  • Gulo-gulo Nifaro (manisan dari hasil sulingan santan kelapa)
  • Kazimone (terbuat dari sagu)
  • Nami ( telur kepiting yang telah di asinkan agar awet, dapat bertahan hingga berbulan-bulan terkandung kadar garam yang ditambahkan)
  • Bato (daging kepiting yang dipadatkan dalam bentuk bulat)
Minuman Khas Suku Nias
  • Tuo Nifaro (tuak) adalah minuman yang berasal dari air sadapan pohon nira dan pohon kelapa (tola nakhe dan tola nohi) yang telah diolah dengan cara penyulingan. Umumnya tuo nifaro mempunyai beberapa tingkatan, bisa sampai 3 tingkatan kadar alkohol. Dimana tuo nifaro no.1 bisa mencapai kadar alkohol 43%.
  • Tuo mbanua/sataha (minuman tuak mentah) adalah air sadapan pohon nira dan pohon kelapa yang telah di beri Laru berupa akar-akar tumbuhan tertentu untuk memberikan kadar alkohol.


Peralatan Rumah Tangga Suku Nias

  • Bowoa Tano (periuk dari tanah liat, alat masak tradisional)
  • Figa Lae (daun pisang yang dipakai untuk menjadi alas makanan)
  • Halu (alat menumbuk padi)
  • Losu (lesung)
  • Gala (talam yang terbuat dari kayu)
  • Sole Mbanio (tempat minum dari tempurung)
  • Kaditi (anyaman dari bambu)
  • Niru (alat untuk menapik beras untuk memisahkan dedak)
  • Haru (sendok nasi)
  • Famofu (alat niup api untuk memasak)
  • Fogao Banio (alat pemarut Kelapa)

Filosofi Suku Nias
Suku nias terkenal akan filosofi hidupnya. Filososfi itu berasal dari para leluhur nenek moyang suku nias dan diturunkan turun-temurun. Filosofi dijadikan sebagai pandangan dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berikut contoh filososfi suku nias yang sering digunakan yaitu :

  • Aoha Mate Moroi Aila. Artinya, lebih baik mati dari pada menannggung malu. 
  • Amuato Nifaigi, Bua-bua Nitengoni. Artinya, kelakuan yang dilihat dan tingkah laku yang dilihat.
  • Lakhomi Sebua Wahasara Dodo. Artinya, kebersamaan lebih dari segala-galanya.
  • Ligi-ligi Siliwu, Falo Tofesu Mbagi, Hese-hese Nazese, Falo Tofesu Gahe. Artinya, berhati-hatilah dalam bertindak.
  • Abua Gomo, Lo Abua Li. Artinya, utang materi terbayarkan, namun ucapan yang menyakitkan tidak akan terbayarkan. 

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya dan Ciri Khas Suku Nias. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Putri Megasari Gulo ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

20 Responses to "Budaya dan Ciri Khas Suku Nias"

  1. Sangat bagus dan sangat menambah wawasan bagi semua pembaca��.
    Terlebih2 bagi yg penasaran mengenai suku Nias����

    BalasHapus
  2. Mantap, sangat membantu....

    BalasHapus
  3. Very good👍
    Sangat membantu utk menambah wawasan orang2 diluar suku nias yg ingin sekali mengetahui ttg nias

    BalasHapus
  4. Mantap,sangat menambah wawasa ....

    BalasHapus
  5. Artikelnya menarik dan memperkenalkan budaya Nias secara umum, semoga artikel mengenai budaya Nias dapat bermanfaat bagi orang yang ingin tahu lebih lanjut tentang kebudayaan Nias, salam Ono Niha, Ya'ahowu

    BalasHapus
  6. Waoooowwww, saya aja status org nias, gk palah kali tw budaya nias, mulai dari makanan khas nias,minuman, peralatan dll. Tapi dg ada artikel ini, menambah wawasan n pengetahuan saya. Patenlah pokokya.

    BalasHapus
  7. Mantap. Bisa menambah wawasan .😉

    BalasHapus
  8. Good, lanjutkan perjuangan anda

    BalasHapus
  9. Mantap lanjutkan perjuangannya jgan cuman smpai dsini saja

    BalasHapus
  10. Sangat bagus. Menambah wawasan, tersirat makna untuk mengingatkan kita untuk selalu cinta budaya dan tidak meninggalkan nilai2 luhur nenek moyang.

    BalasHapus
  11. Wah tulisan dan artikel yang sangat berguna ni umum nya buat seluruh masyarakat di indonesia dan terkhusus nya buat ono niha sendiri sehingga dengan artikel ini mereka bisa memahami budaya nias dengan baik

    BalasHapus
  12. Sungguh ...ini informasi yang sangat bermutu .dengan adanya artikel ini wawasan kebangsaan saya tentang pulau indah tane niha semakin bertambah..

    BalasHapus
  13. Sangat bagus dan sangat bermanfaat buat Pemuda Nias untuk tetap mencintai budayanya sendiri,
    Semangat buat saudariku dan lanjutkan

    BalasHapus
  14. Sangat bagus dan bermanfaat bagi pemuda nias.. Mari tetap semangat dan mencintai budaya sendiri

    BalasHapus
  15. Sangat bagus dan bermanfaat bagi pemuda nias.. Mari tetap semangat dan mencintai budaya sendiri

    BalasHapus
  16. mantapp banget,, sangat menambah wawasan kita untuk mengenal budaya kita khususnya nias,,, goodluck....

    BalasHapus
  17. Mantapjiwa 👍👍👍

    BalasHapus
  18. Bagus. Cukup memabntu untuk menambah pengetahuan mengenai pulau Nias
    Saran:
    Lompat batu bukan fohombo
    Lompat batu dalam b. Nias hombo batu

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel