Budaya Gebyak Cah Angon Urut Sewu Desa Entak

Budaya merupakan suatu peninggalan leluhur yang turun temurun menjadikan suatu hal yang sangat erat kaitanya dengan terwujudya suatu peradaban. Budaya ada karena kebiasaan kebiasaan yang selalu diyakini dan dilindungi sepanjang masa.

Menurut Koentjaraningrat “Budaya adalah keselurhan sistem gagasan, tindakan serta hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”. Oleh karena itu perlu adanya pelestarian dan pembelajaran tentang budaya. Hal ini dilakukan agar budaya tetap berada disekitar kita bukan hanya soal nama dan filosofi tanpa harus kita tahu wujud asli budaya.

Di daerah pesisir selata, tepatnya Desa Entak kecamatan Ambal, Kebumen terdapat budaya unik khas desa tersebut yang turun temurun hingga saat ini. Desa Entak terletak di pesisir Pantai Selatan, merupakan desa yang memiliki wilayah cukup luas dibandingkan dengan desa-desa yang lain di kecamatan Ambal.

Desa Entak terbagi menjadi tiga pedukuhan, yaitu lor (utara), tengah, dan pucukan(entak selatan). Desa ini memiliki budaya yang khas yaitu Gebyak Cah Angon. Gebyak Cah Angon merupakan tradisi budaya yang dilaksanakan turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi ini dilaksanakan setiap peringatan Maulid Nabi yaitu tanggal 12 Maulid. Tradisi ini dilaksanakan di dua tempat secara bersamaan.

1. Asal Usul Gebyak Cah Angon

Gebyak cah angon adalah suatu tradisi yang awal mulanya dari kebiasaan anak pengembala yang setiap hari menggembala ternaknya dan membawa bekal makanan untuk dimakan bersama ditempat mereka menggembala. Karena pada saat itu banyak sekali masyarakat pesisir pantai selatan yang beternak kambing maupun sapi.

Selain menggembala mereka juga melakukan permainan layaknya anak kecil yang sedang bermain di padang rumput. Dari kegiatan tersebut maka diadakan pelestarian budaya agar mereka senantiasa mengingat perjuangan cah angon tentang jerih payah dan perjuangan mereka melawan terik matahari yang  panasnya menyengat punggung, hujan, dan badai yang menerpa mereka.

Oleh karena itu  setiap tahunya diadakan gebyak cah angon yaitu sebagai tradisi memperingati Maulid Nabi pada tanggal 12 Muharam. Dalam acara ini masyarakat berbondong-bondong membawa bekal makanan yang sudah diolah dirumah masing masing dan ada juga yang dimasak dengan cara iuran bersama sama kemudian dibawa ke pesisir dan diadakan upacara tumpengan.

Pada acara inti masyarakat berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar dilancarkan acaranya, dimudahkan, dilancarkan rezeki, dan kesehatan, serta kerukunan. Selain upacara tumpengan tersebut juga diadakanya lomba-lomba gebyak cah angon seperti pembagian hadiah, panjat pinang, hiburan ndolalak atau eblek.

2. Prosesi Gebyak Cah Angon 

Gebyak cah angon dilaksanakan di dua tempat, adapun runtutan acara prosesi gebyak cah angon yaitu:

1) Proses pencarian dana oleh remaja urut sewu

Pencarian dana ini dilakukan oleh remaja urut sewu yang dilakukan dengan meminta sumbangan kepada warga desa entak berupa sumbangan bambu seiklasnya. Kemudian bambu tersebut dikumpulkan dan dijual untuk membeli kebutuhan yang berkaitan dengan acaara tersebut. Selain bambu, para remaja urut sewu juga mengadaakan iuran guna melengkapi dana yang dibutuhkan dalam acara tersebut.

2) Membuat Pesangon untuk dibawa ke Pantai Segara Kidul (tradisi entak entik).

Prosesi pembawaan pesangon yang dibawa masyarakat ke pantai dan dimakan secara bersama-sama disebut dengan entak-entik. Entak entik  biasanya dilakukan pada tanggal 12 Muharam untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Masyarakat biasanya membawa makanan cemilan atau jajanan untuk anak kecil, makan, dan tak lupa juga telur hijau dan daging ayam sebagai lauknya. Telur hijau dan daging ayam dijadikan lauk istimewa pada saat entak entik karena hasil ternak sendiri dan juga karena telur bebek atau telur hijau tahan lama.

Hal ini dilakukan juga untuk melestarikan serta menghargai hasil ternak lokal. Entak entik memiliki makna, Entak bermakna selamat untuk kalangan tua, dan entik bermakna selamat untuk anak kecil. Sehingga nama Entak diabadikan menjadi nama desa pesisir ini.

3) Kirab Sapi (lembu) dan Kambing

Kirab sapi atau lebu dan kambig biasanya dilaksanakan dengan membawa ternaknya dari kampung ke tempat yang sudah disediakan. Tidak hanya orang tua saja yang membawa ternak anak kecil juga ikut mebawa ternak mereka yang sudah dihias dengan aksesoris. Mereka menggiring ternak dengan tertib samapai ke tempat yang telah disediakan sembari membawa bekal makanan untuk dimakan disana secara bersamaan.

4) Pentas Kesenian Rakyat

Dalam pentas kesenian rakyat terdapat berbagai kesenian yang ditampilkan, seperti emblek atau jaran kepang, janeng, dangdut, dan masih banyak lainnya. Kesenian yang ditaampilkan sesuai dengan permintaan dari maasyarakat, sehingga setiap tahunya kesenian yang ditampilkan berbeda.

5) Menggelar Ruwatan misal Acara Membuang Sial

Runtutan acrannya yaitu:

a) Ngiyub atau Ngayom

Warga Desa Entak berbondong bondong membawa ternaknya untuk dikumpulkan di pinggir pantai. Ternak yang dibawa yaitu sapi dan kambing, sapi dan kambing yang dibawa diberi hiasan kalung dilehernya yang merupakan sesaji da juga unik untuk dilihaat.

Ternak tersebut dilepas ditempat yang sudah disediakan, kemudian sebagian warga lainya menikmati hiburan yang telah disediakan seperti panjat pinang, ndolalak, emblek, dan pembagian hadiah. Kesenian yang disajikan setiap tahunnya berbeda beda tergantung permintaan dari masyarakat.

b) Doa Ritual

Acara dilanjutkan dengan selamatan, dimulai dengan pembacaan doa yang didpimpim oleh sessepuh desa.

c) Mbabar Wilujengan Entak-entik

Setelah pembacaan doa selesai warga saling berebut makanan yang ada dalam tumpeng yang dihias dengan lauk pauk dan janur kuning.

d) Membakar Pondok Alang-alang Sumber Sengkala (malapetalka)

Pucak dari acara gebyak cah angon yaitu dengan membakar gubug bambu sebagai simbol menghilangkan sangkakala atau malapetaka. Gubug adalah rumah sederhana yang terbuat dari bambu yang digunakan sebagai tempat pesinggahan sementara.

Dahulu yang dibakar adalah alang-alang, yaitu rumput yang tumbuh liar disekitar pantai, namun karena sekarang alang-alang sudah jarang ditemukan maka sebagai penggantinya yaitu dengan gubug bambu yang atapnya terbuat dari jerami.

Gubug inilah yang kemudian dibakar dengan dirobohkan terlebih dahulu. Pembakaran gubug ini dilakukan sebagai simbol untuk mengusir atau mebuang mara bahaya.

e) Ngidung Cah Angon (tembang “tlutur”dan “lir ilir”)

Acara ini dilakukan bersamaan dengan pembakaran gubug bambu sebagai puncak dari acara genyak cah angon. Lomba panjat pinang diibaratkan seperti panjat blimbing seakan akan menggambarkan tembang lir ilir seperti ajaran dari Sunan Kalijaga , yaitu :”cah angon, cah angon, penek-na blimbing kuwi, lunyu-lunyu penekken, kanggo mbasuh dodotira...”.

3. Tujuan 

Dengan diadakanya tradisi gebyak cah angon maka kekeluargaan masyarakat Desa Entak semakin terjalin erat, serta menjujung budaya yang telah ada sejak dulu juga mampu memperkenalkan adanya tradisi yang unik dari Desa Entak. Selain itu juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kenikmatan, kesehatan, maupun rezeki yang melimpah yang diberikan kepada warga ini.

4. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Acara Gebyak Cah Angon

a) Niai Kebersamaan dan Gotong royong

Dalam acara ini masyarakat berbondong bondong menyiapkan dan mengikuti acara dari awal hingga akhir. Saling bantu membantu dalam mepersiapkan acara hingga acara terselenggara.

b) Nilai Budaya

Acara gebyak cah angon mengandung makna budaya yang sangat mendalam, yaitu mereka mempertahankan budaya leluhur dan serta menjunjung tradisi yang telah ada.

c) Nilai Religius

Dalam acara ini masyarakat bersama-sama berdoa sebelum perebutan tumpeng  meminta kepada Yang Maha Kuasa agar selalu diberikan kesehatan, kedamaian, dan rizki yang melimpah.

itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Gebyak Cah Angon Urut Sewu. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Zuhri Fatihatu Rohmah ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Budaya Gebyak Cah Angon Urut Sewu Desa Entak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel