Budaya Jawa Tengah



Jawa Tengah menjadi sebuah provinsi yang terletak di pulau Jawa. Jawa Tengah merupakan daerah dimana budaya jawa banyak berkembang di Jawa Tengah karena pada zaman dahulu banyak kerajaan yang berdiri yang dapat dibuktikan dengan berbagai peninggalan candi misalnya candi Borobudur Di Kabupaten Magelang, Candi Kethek di Karanganyar, Candi Klero di Kabupaten Semarang dan sebagainya.

Kebudayaan Jawa Tengah di kenal sebagai pusat budaya karena di kota Surakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih ada hingga kini. Jawa Tengah memiliki rumah adat yang bernama Joglo.

Joglo sendiri memiliki 3 bagian utama didalamnya yaitu pendopo, pringgitan dan omah ndalem. Pendopo merupakan bagian utama yang digunakan untuk menerima tamu serta berbentuk luas. Bagian pringgitan digunakan sebagai tempat pertunjukkan wayang.

Sedangkan bagian omah ndalem merupakan ruang untuk anggota keluarga berkumpul, biasanya terdapat tiga kamar. Untuk pakaian adatnya sendiri disebut beskap yang dikenakan oleh laki-laki, sebagai pelengkap bagian kepala biasanya ditutup dengan blangkon dan bagian bawah menggunakan jarik yang diikat menggunakan stagen serta bagian belakang diselipkan keris.

Sedangkan untuk perempuan, pakaian adatnya menggunakan kebaya, pada bagian bawah sama seperti laki-laki dan ramput akan di sanggul dan dihias dengan berbagai aksesoris. Terdapat berbagai kebudayaan yang masih di jalankan hingga sekerang diantaranya yaitu:

1. Kesenian Wayang Kulit

Kesenian wayang kulit menjadi warisan budaya yang sudah mendunia karena telah dinobatkan sebagai masterpiece. Konsekuensi logis dari adanya pengakuan UNESCO terhadap seni pertunjukan wayang, maka Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata pada 26 Januari – 24 Februari 2004 lalu telah melaksanakan kegiatan sosialisasi wayang ke luar negeri yaitu ke Prancis.

Pertunjukkan wayang sangat sarat dengan unsur estetika dan pesan moral yang terkandung di dalam setiap pertunjukkannya. Ada dua pendapat berbeda yang menjelaskan makna kata wayang, yang pertama berasal dari kata “Ma Hyang” yang berarti roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan pendapat lainnya berasal dari bahasa jawa yang berarti bayangan.

2. Tari Serimpi

Awalnya tari ini bernam Srimpi Sangopati yang berarti kadidat penerus raja. Namun kata srimpi sendiri memiliki arti perempuan. Di sisi lain, Dr. Priyono beropini bahwa serimpi berasal dari kata dasar “impi” yang berarti mimpi.

Maksudnya adalah ketika melihat tarian lemah gemulai ini selama kurang lebih satu jam, penonton bagaikan di bawa ke alam lain. Pada zaman dahulu, busana yang digunakan berupa pakaian pengantin putri Yogyakarta.

Namun seiring berjalannya waktu, busana yang digunakan oleh penari adalah baju tanpa lengan pada bagian atas dan kain jarik pada bagian bawah. Ada beberapa ke unikkan tari srimpi diantaranya disajikan oleh empat orang penari, memiliki kedudukan yang istimewa di Keraton, merupakan tarian yang suci dan sakral, hanya di pentaskan oleh orang terpilih dan tidak membutuhkan sesajen.

3. Kesenian Tradisional Gamelan Jawa

Gamelan merupakan kumpulan alat musik yang terdiri dari demung, saron, peking, gambang, kendang dan gong. Keistemewaan kesenian gamelan yaitu cenderung bersuara lembut seperti sengaja menghadirkan suasana ketenangan jiwa dan selaras dengan prinsip hidup masyarakat jawa pada umumnya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Jawa Tengah. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Siti Munawaroh ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

3 Responses to "Budaya Jawa Tengah"

  1. Kita sebagai penerus Kebudayaan jawa tengah untuk selalu melestarikan kebudayaan dan tetap menjaganya sampai turun temurun

    BalasHapus
  2. Hello everybody
    Jangan lupakan sejarah dan pertahankan milik kita
    Semakin kita melupakan sejarah maka sesungguhnya kita telah kehilangan jati diri kita yang sesungguhnya

    BalasHapus
  3. Sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel