Purworejo yang Tidak Diduga-duga


Purworejo? Purwokerto? atau Purwakarta? Setidaknya ketiga kota itu memiliki kemiripan dalam nama. Purwakarta berada di Jawa Barat, Purwokerto berada di Jawa Tengah bagian barat dan Purworejo berada di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Yogyakarta di sebelah timur.

Kabupaten  Purworejo yang sudah diresmikan pada tahun 1831 ini memiliki sesuatu yang tidak terduga-duga bagi para pendatang yang baru saja menginjakkan kakinya di daerah yang cukup asing di telinga masyarakat Indonesia ini.

Geblek

Geblek, itulah yang pertama kali teringat ketika mengingat Purworejo ini. Jangan langsung panas dalam mendengar kalimat tersebut karena geblek di sini bukan merujuk ke suatu kata yang berkonotasi negatif, melainkan geblek di sini merujuk kepada makanan khas yang ada di daerah Purworejo tersebut.

Iya benar, bukan kesalahan nama atau salah pengejaan, geblek memang benar ada dan cara membacanya yakni “geublek”. Pedagang geblek di sini ketika ada orang yang mengucap “mba/mas ini geblek, satu besek ya”  dijamin akan senang karena dagangannya dibeli.

Secara teknis, geblek ini makanan yang cukup sederhana karena berupa aci yang digoreng hingga matang seperti menjadi cireng di tempat lain. Uniknya, geblek ini dibuat dalam bentuk berupa rantai atau angka “8”, menurut saya mereka ingin membuat makna geblek ini berupa ikatan yang kuat dalam kesederhanaan.

Teksturnya yang krispi saat hangat memang cocok dijadikan geblek ini menjadi cemilan yang ditemani kopi atau the di pagi hari terutama di senja ketika matahari ingin berpisah dan kita meratapinya dengan sebongkah geblek di tangan.

Rasa gurihnya pun tidak kalah menarik terutama saat beradu dengan bumbu kacang atau bumbu pecel yang hangat sehingga sempurna sudah geblek tersebut. Harga yang cukup murah juga menjadi angin segar untuk pendatang sehingga bisa membelinya berbesek-besek untuk dikerahkan ke sanak saudara dan memberikan makna geblek yang sudah disebutkan sebelumnya.


Geblek beradu dengan bumbunya

Bedug

Dimanakah sebenarnya tempat bedug terbesar di dunia? Apakah di Mesir? Arab Saudi? Irak? Kudus? Jawabannya adalah di sini. Selain makanan khasnya yang sempat meningkatkan emosi tersebut, terdapat hal lainnya yang tidak terduga bahkan menjadi rekor di dunia terdapat di Purworejo ini tepatnya di Masjid Agung yang bernama Darul Mutaqqin dekat alun-alun Purworejo.

Adalah bedug yang bernama Bedug Pendowo yang memiliki panjang rata-rata 292 cm, diameter bagian depan 194 cm, dan diameter bagian belakang  180 cm. Bedug ini dibuat pada tahun 1834 dengan bahan Pendowo (pohon jati bercabang lima) yang dibunyikan setiap hari jum’at dan hari-hari besar.

Bedug ini menjadi magnet wisatawan dan objek latar belakang swafoto dari anak-anak hingga lansia terutama pada saat lebaran tiba sembari membawa geblek yang dibeli di sekitar masjid. Bedug yang bersejarah ini tentu perlu dilestarikan sehingga wisatawan tidak boleh merusak, menaiki, mencoret-coret, dan membawa pulang bedug tersebut agar tetap dalam kondisi yang terbaik setiap hari.


Bedug Terbesar di Dunia

Demikian rangkaian artikel yang menjelaskan tentang Budaya Purworejo. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Rahmadhani Triastomo ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Purworejo yang Tidak Diduga-duga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel