Buka Luwur Sunan Kudus: Tradisi Masyarakat Untuk Mewujudkan Kudus Baldatun Thoyyibatun


Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang tersebar dari penjuru sabang sampai merauke. Setiap pulau mempunya ciri khas kebudayaannya. Di Pulau Jawa terdapat kebudayaan yang khas dibanding pulau lainnya. Kekhasan tersebut dipengaruhi oleh unsur agama.

Kebudayaan di Pulau Jawa merupakan perpaduan ajaran Hindu-Budha dengan ajaran Islam. Masyarakat Jawa sebagian besar memeluk Islam tetapi tidak murni ajaran Islam dari negeri Arab. Ajaran Islam yang dibawakan selalu mengedepankan penyesuaian masyarakat dan lingkungan. Antara paham-paham Islam yang ada di Indonesia, Islam di Pulau Jawa merupakan salah satu paham Islam dengan toleransi dan elastisitas tinggi.

Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukung (Soerjono, 2012:149).

Di kalangan masyarakat Pesisir Utara Jawa atau PANTURA terdapat banyak tradisi budaya salah satunya Upacara Buka Luwur Makam Sunan Kudus. Tradisi ini dilakukan turun-temurun setiap tahun pada tanggal 10 Muharram untuk memperingati Haul Sunan Kudus.

Pada masa walisongo, Kudus merupakan salah satu pusat syiar Islam di bawah Kerajaan Demak. Para wali mengutus Syekh Ja’far Shodiq untuk menyiarkan Islam di Kudus yang kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus.

Jaman dahulu, Kudus dikenal sebagai daerah yang sulit ditaklukan oleh Islam. Namun berkat kebijaksanaan dan budi luhur dari Sunan Kudus perjalanan dakwah Islam dapat diterima masyarakat Kudus yang notabene beragama Hindu-Budha.

Kebijaksaan Sunan Kudus kepada masyarakat Hindu-Budha dengan cara melarang penyembelihan hewan sapi dan membangun masjid dengan Menara Kudus yang mirip dengan candi sebagai wujud toleransi. Begitu dalamnya nilai toleransi yang dimiliki Sunan Kudus sehingga menarik minat masyarakat Hindu-Budha untuk menerima setiap dakwah yang dibawakan Sunan Kudus.

Sebagai leluhur masyarakat Kudus, Sunan Kudus mewariskan sebuah ajaran yang dikenal dengan falsafah GUSJIGANG, yakni baGus, ngaJI, berdaGANG sebagai motivasi yang harus diterapkan sebagai bekal meningkatkan kualitas kehidupan.

Falsafah ini secara nyata mendasari kepercayaan yang muncul pada masyarakat Kudus. Masyarakat percaya karomah dan barokah dari Sunan Kudus. Perantara yang dilakukan masyarakat Kudus dengan mengadakan Upacara Buka Luwur Makam Sunan Kudus sebagai wujud penghormatan dan tauladan.

Serangakain acara Buka Luwur melibatkan kurang lebih seribu orang. Kebanyakan masyarakat rela menunggu dan antre untuk mendapat air bekas jamasan, kain mori, atau nasi jangkrik untuk mengharap berkah dan keselamatan.

Masyarakat Kudus sangat antusias dalam memperingati Buka Luwur sebagai cara untuk mengenang Sunan Kudus yang telah berjasa membawa Kota Kudus menjadi kota yang baldatun thoyyibatun. Tanggapan masyarakat yang aktif menjadikan upacara tersebut tetap lestari sampai sekarang.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Buka Luwur Sunan Kudus. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Achmad Noor Fuad ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

17 Responses to "Buka Luwur Sunan Kudus: Tradisi Masyarakat Untuk Mewujudkan Kudus Baldatun Thoyyibatun"

  1. Terimakasih, artikel ini cukup membantu

    BalasHapus
  2. Kebudayaan adalah bagian dari khazanah sejarah suatu bangsa, Buka Luwur Sunan Kudus yang merupakan tradisi dengan mengandung makna falsafah tertentu adalah salah satunya yang patut dilestarikan. Artikel ini pun turut memberi kontribusinya dengan menyajikan informasi tentang Buka Luwur, yang mana mungkin saja generasi Y dan Z tidak banyak yang tahu, contohnya saya sendiri. Terimakasih atas artikel yang sangat informatif ini, semoga budaya Bangsa kita tidak kenal kata punah! ��

    BalasHapus
  3. Menarik, artikel ini sangat membantu.

    BalasHapus
  4. Artikel ini cukup bagus sebagai referensi untuk mengetahui keanekaragam budaya di Indonesia khususnya

    BalasHapus
  5. Didalam artikel tersebut mengandung makna religi dalam sebuah kebudayaan yg patut kita lestarikan. Penjelasan yg rinci namun menggunakan kalimat yg efektif dapat menjadikan sebuah tulisan yg bagus dan menarik. Terimaksih untuk artikelnya.

    BalasHapus
  6. Artikelnya sangat bermanfaat, menambah ilmu dan pengetahuan. Good job👍

    BalasHapus
  7. Artikelnya sangat membantu. Terimakasih

    BalasHapus
  8. Wahhh bisa nambah wawasan tradisi di berbagai daerah
    Terimakasih ❤

    BalasHapus
  9. Terimakasih kakak atas artikelnya 😍 sangat sangat membantu ❤

    BalasHapus
  10. artikelnya keren. semoga selalu berkarya

    BalasHapus
  11. Sangat menarik dan menambah wawasan pembacanya :)

    BalasHapus
  12. menyajikan artikel yang keren. semoga bisa terus berkarya lewat tinta sejarah kak

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel