Pembagian Corak Kebudayaan Indonesia


Indonesia merupakan suatu negara dengan jumlah suku terbanyak di dunia. Secara geografis Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Samudera Hindia dan Pasifik), sehingga dalam hal kebudayaan pun Indonesia memiliki banyak sekali keragaman.

Karena Indonesia letaknya diantara kedua benua yang tentu saja kebudayaan mereka berbeda, sehingga Indonesia mempunyai banyak kebudayaan yang berbeda juga. Dalam hal ini, saya mengelompokkan budaya budaya tersebut berdasarkan corak dan letak geografisnya serta bentang alamnya. Apa saja sih pengelompokan corak kebudayaan Indonesia?

1. Corak ukir-ukiran dan serba berwarna emas 

Corak ini adalah corak budaya yang biasanya budaya tersebut mengandung unsur Hindu-Buddha, yang mengandung makna hening, sopan, megah, dan syahdu. Seperti motif Majapahit, motif melayu, motif Sriwijaya, Motif Bali, Motif Jawa-Kalingga, dll.

Ukiran – ukiran tersebut dibuat sedetail mungkin dengan warna emas yang melambangkan kemakmuran (karena pada zaman dahulu di Jawa, kerajaan yang makmur, kebutuhan sandang, pangan dan papan rakyat kerajaan terpenuhi seperti halnya melimpahnya kekayaan sawah padi di kerajaan Jawa), keagungan, kejayaan, dll.

2. Corak bulu, tulang, tatto, ukiran kayu hutan

Corak ini melambangkan keperkasaan suku tersebut. Dengan mengenakan aksesoris seperti bulu, tulang dan tengkorak hewan, serta tatto, suku tersebut dikenal dengan suku yang gagah perkasa. Suku yang mengenakan aksesoris ini yaitu suku Dayak, suku yang ada di Minahasa-Sulawesi Utara, suku yang ada di Papua (Dani, Asmat, dll), mereka mengenakan aksesoris seperti itu karena mereka tinggal di hutan tropis yang lebat. Dan hidup mereka sangat bergantung dengan alam.

Seperti halnya burung dan kayu, serta hewan buruan, dan lainnya. Mereka sangat pandai dalam membuat senjata tradisional yang berlapis racun di ujungnya seperti panah, sumpit dayak, mandau, pedang, dll

3. Corak warna warni 

Corak ini melambangkan daerah yang padat penduduk, berwarna warni, dan beragam, seperti halnya Suku Betawi yang corak di pakaian adat serta Ondel-Ondel berwarna warni. Padatnya penduduk di DKI Jakarta (Batavia) menjadikan daerah ini beraneka ragam penduduk dari bahasanya, cara hidup, agama, dan lain-lain sehingga daerah ini menjadi berwarna – warni.

4. Corak kain tenun

Corak ini biasanya terdapat di daerah yang bentang alamnya bergunung – gunung dan bersabana (padang rumput) yang mana masyarakatnya menyukai lagu laguan, tari-tarian ataupun pesta adat (pesta tradisional). Daerah yang terkenal akan kain tenunnya adalah Batak, Toraja, NTT, Maluku, dll.


5. Corak serba warna merah

Corak ini adalah motif dari kerajaan Buddha dan China yang mana coraknya serba berwarna merah. Karena pada zaman dahulu banyak pedagang pedagang dari China yang singgah di Nusantara dan melestarikan kebudaayaan nenek moyangnya di tanah Nusantara.

Menurut mereka, merah merupakan warna kebahagiaan dan kemakmuran. Mereka menggunakan ornamen seperti Naga dan Burung Hong. Naga bersifat “yang” dan Burung Hong bersifat “yin”. Kalau Naga melambangkan Kaisar dan burung Hong melambangkan permaisuri.

Daerah yang bermotif serba merah, Burung Hong, dan Naga adalah Bangka Belitung, masyarakat Buddha dan Kong Hu Cu di DKI Jakarta dan Tangerang, Kerajaan Kalingga (Ho Ling), masyarakat Buddha dan Kong Hu Cu di Kalimantan Barat, masyarakat Buddha dan Kong Hu Cu di Palembang (Sumatera Selatan) dll.

6. Corak Kerajaan Jawa-Islam

Corak ini merupakan corak yang ada di kerajaan Mataram Islam (Keraton Jogja dan Solo), Demak, Pajajaran, dll. Corak ini serba berwarna coklat dan aksesoris yang terkenal adalah topi blangkon, kain batik, keris, sandal selop, jarit, dll. Selain terkenal dalam hal motif, juga terkenal akan hari – hari adat dan upacara adat serta penanggalan Jawa (Kalender Jawa).

Demikian pembagian corak motif suku – suku yang ada di Indonesia. Setiap bentang alam dan kondisi sosial penduduk, berbeda pula motif atau corak daerah tersebut. Jadi, meskipun kita berbeda – beda suku, budaya, dan agama namun kita tetap satu Indonesia (Bhineka Tunggal Ika).

Demikianlah artikel yang ditulis oleh Hizkia Enosa Eldebo mengenai Corak Kebudayaan Indonesia semoga dapat bermanfaat sebagai referensi yang menunjang bagi pembaca sekalian untuk menambah wawasan mengenai ilmu budaya.

3 Responses to "Pembagian Corak Kebudayaan Indonesia "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel