Acak Corak Tapak Merapi


Gambar 1. Gunung Kerinci dan hamparan perkebunan teh Kayu Aro

Tapak alam membentang luas. Barisan pepohonan rindang berselimut embun nan tebal, diikuti dengan riuh-riuh angin yang meniup lembut membuat udara terasa menyejukkan. Negeri ini merupakan bagian dari tanah Kerinci yang dinamakan Kayu Aro.

Ia adalah sebuah tempat yang diam-diam berbisik kehati para penghuninya, ia seakan berkata “lihat aku, tinggallah di sini”. Ia membuat penghuninya ditarik lebih jauh dalam pesona alam liar yang ditawarkan. Orang-orang biasa menyebutnya “sekepal tanah surga yang dicampakkan ke dunia”.

Di sana terdapat pula salah satu harta Belanda yang tertinggal, Mungkin kita harus sedikit berterimakasih kepada Belanda yang telah meninggalkan hamparan hijau perkebunan teh dengan deretan-deretan rapi yang kini menjadi salah satu simbol dari tanah Kerinci. Kemudian di antaranya berdiri tegap Gunung Merapi setinggi 3805 MDPL yang menambah eksotisnya Kayu Aro.

Kayu Aro tak hanya menyuguhkan alam liar yang meski tetap jinak terhadap penghuninya. Hamparan perkebunan teh pun tak hanya menjadi objek penyejuk mata, namun juga menjadi sumber nafkah untuk masyarakat setempat.

Di bagian barat Kayu Aro terdapat sebuah tempat bernama Bedeng VIII. Di Bedeng VIII terdapat pabrik pengolahan teh. Pabrik ini sudah dibuka sejak tahun 1920 oleh Perusahaan Belanda yaitu NV. HVA (Namlodse Venotchaaf Handle Veriniging Amsterdam).

Gambar 2. Kayu Aro di pagi hari

Terdapat fakta unik perkebunan teh Kayu Aro. Perkebunan teh Kayu A ro merupakan kebun teh tertua di Indonesia, perkebunan teh Kayu Aro merupakan Perkebunan terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Darjeeling Tea Plantation di India, kebun teh Kayu Aro memiliki luas sekitar 3.020 hektar. Hingga sepanjang mata memandang, yang terlihat hanyalah kebun teh.

Sedangkan ketinggiannya mencapai 1.600 mdpl yang terletak tepat di kaki gunung Kerinci.  Setiap tahun perkebunan teh Kayu Aro menghasilkan 5.500 ton teh hitam.

Pada hari minggu di Bedeng VIII, terdapat Pasar berembun yang sudah siap dijaja setelah dinginnya subuh. Bagaimana tidak, para penapak pasar sudah hadir lebih dulu, menunggu fajar menyingsing sembari mempersiapkan segalanya untuk para pembeli yang ditunggu-tunggu kehadirannya.

Akhirnya sang surya mulai menampakkan dirinya. Orang-orang mulai berdatangan. Terlihat di sudut sana seorang ibu yang sedang mempersiapkan dagangannya. Di atas taplak meja, disuguhkan warna-warni kuliner khas Kerinci. Terdapat sebuah kue yang mirip makanan yang disukai oleh Doraemon, dorayaki. Kue Penukut terlihat seperti dorayaki, berbentuk bundar dan padat.

Tak hanya itu, disini juga disuguhkan sejenis kue yang berwarna merah jambu yang disebut dengan sengkulung. Sengkulung dibuat dari ketan dengan rasa yang manis ditambah dengan siraman serut kelapa diatasnya.

erdapat juga lemang golek yang dibalut dengan daun pisang menambah aroma yang khas padanya. Tak hanya makanan yang manis-manis saja tetapi juga disuguhkan makanan-makanan tradisional yang gurih. Seperti; sala, bakwan,  dan lain sebagainya.

Dibalik pelbagai jenis makanan yang disuguhkan, terdapat pula ibu-ibu penjual yang  tak segan-segan melayani para pelanggannya dengan keramahan hati.  Hal ini tentu membuat pelanggannya merasa nyaman dan berujung dengan menambah beragam makanan untuk dikantongi.

Beginilah Kayu Aro dengan acak corak yang berada di bawah kaki gunung merapi. Hingga akhirnya Kayu Aro menjadi tempat yang tak salah untuk dituju.

Nah demikian tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Corak Tapak Merapi. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Luqyana Azmiya Putri dapat memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi pembaca. Terimakasih,

Sumber gambar :

  • kerincinews.com

0 Response to "Acak Corak Tapak Merapi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel