Eksistensi Kesenian Damar Kurung sebagai Ikon Kabupaten Gresik


Berbicara mengenai budaya atau kebudayaan tidak akan pernah berhenti di satu titik, selalu mengalir secara dinamis mengikuti perkembangan masyarakatnya. Budaya atau kebudayaan sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal – hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

Adanya keanekaragaman dalam memenuhi kebutuhan hidup  manusia dalam hidup bermasyarakat  maka akan menghasilkan sebuah budaya lokal atau budaya daerah yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal dari budaya nasional. Hal demikian dapat disimpulkan dengan adanya penyatuan – penyatuan budaya daerah sehingga menjadi satu – kesatuan dalam budaya nasional.

Sebuah bukti nyata keanekaragaman yang menciptakan budaya atau kebudayaan daerah berada di salah satu provinsi di Pulau Jawa yang kental akan budaya keagamaan dengan mencampurkan seni didalamnya adalah Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Gresik.

Kabupaten Gresik memiliki beragam kebudayaan, baik itu dari hasil interaksi masyarakat maupun pengaruh dari luar daerah. Salah satu budaya yang terkenal dan masih tetap eksis adalah “Damar Kurung”.Di Gresik Damar Kurung sudah menjadi ikon dari Kota Gresik dan menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Gresik. Damar kurung  adalah sebuah hasil karya yang bernilai tinggi, dan masih digunakan sampai saat ini.

Damar Kurung tersebut adalah hasil karya inovasi dari sosok maestro Masmundari. Beliau adalah penerus dan pengembang kesenian damar kurung yang merupakan hasil karya dari “Sindujoyo”. Walaupun Masmundari telah meninggal dunia pada akhir tahun 2005, kesenian damar kurung terus berkembang.

Damar kurung ini dulunya adalah sebuah inovasi materi ajaran  keagamaan yang di terapkan oleh Sindujoyo kepada masyarakat Gresik yang saat itu masyarakat sulit untuk menerima ajaran Islam, dari perjalanan tersebut akhirnya diinovasikan oleh Masmundari dalam bentuk lampion atau lampu yang sekarang dikenal sebagai damar kurung.

Seni kerajinan Damar Kurung adalah satu diantara sejumlah produk budaya materiil yang cukup banyak merekam peradaban dan aktivitas kehidupan masyarakat Gresik. Kerajinan ini awalnya dibuat untuk menghibur anak-anak yang tengah menanti datangnya waktu tarawih di bulan Ramadhan.

Selain itu untuk menyemarakkan suasana Ramadhan itu sendiri. Melalui gambar-gambar yang terlukis pada lembaran-lembaran kertas Damar Kurung. Disitu terdapat berbagai gambaran aktivitas masyarakat pesisir Gresik terutama yang bernuansa religi, seperti kegiatan tarawih dan tadarrus, shalat Idhul Fitri, suasana Lebaran, dan lain - lain yang dapat dilihat dan dicermati dalam karya seni tersebut.

Seni hias Damar Kurung dipenuhi hiasan atau motif yang unik yang terdapat pada sarung lampion dengan media kertas dengan kerangka bambu.  Disisi lain damar kurung memiliki beberapa dimensi fungsi baik itu secara etik maupun estetika.

Itu semua karena makna tersendiri dari damar kurung yang sangat filosofis khususnya bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Fungsi yang pertama sebagai jalan dakwa di Gresik, di dalam lukisan damar kurung sang maestro masmundari berusaha untuk memunculkan suatu gambar bernuansa islami yang kental seperti lukisan-lukisan ritual keagamaan yaitu kegiatan Padusan atau nyekar pada makam kerabat yang sudah meninggal menjelang bulan Puasa, kesenian hadrah, kegiatan sholat berjamaah, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat Gresik ketika bulan Puasa yang lainnya.

Sang maestro berusaha untuk mengenalkan kepada masyarakat luar bahwa Gresik adalah tempat belajar islam yang cukup baik dan berpotensi. Fungsi yang kedua adalah sebagai media informasi, dimana selain lukisan islami Masmundari juga mengambarkan kegiatan masyarakat Gresik pada setiap harinya seperti pasar dengan keramaiannya, kegiatan posyandu, dan yang lainnya.

Selain itu damar kurung juga berisikan nasihat atau “pitutur” kepada generasi muda Gresik. Masyarakat daerah lain juga bisa mengetahuiapa saja kegiatan yang dilakukan masyarakat Gresik serta nasihat yang selalu jadi “wejangan” dalam masyarakat. Dan masih banyak lagi fungsi dari damar kurung apabila dikaji dari segi apapun.

Melihat kondisi damar kurung pada saat ini, keberadaannya masih tetap eksis meskipun ada pengaruh dari akulturasi budaya daerah asing. Untuk menjaga damar kurung agar tetap bisa berada di kancah luar baik dari pemerintah Gresik maupun, organisasi, maupun komunitas di Gresik berusaha mengadakan event-event maupun pameran yang bertemakan damar kurung.

Berangkat dari keinginan untuk tetap menjaga eksistensi dari  kesenian damar kurung, beberapa aktivis peduli Gresik pernah menggelar sebuah event yang bernama “Festival Anak Gresik – 1001 Damar Kurung” yang biasanya digelar tiap tahun sekali.

Aktivitas yang dilakukan dalam event tersebut adalah lomba melukis dan Mewarnai damar kurung, ada pemecahan rekor untuk pembuatan damar kurung terbanyak (1001 Damar kurung), dan masih banyak lagi.

Tapi lebih dari itu, harapan besar dengan adanya festivaldan kegiatan lain yang mengatasnamakan  damar kurung ini adalah supaya generasi muda Gresik tidak hanya mengetahui bahwa Gresik punya kesenian yang dapat dibanggakan, tapi juga mulai membangkitkan kembali cita-cita sang maestro Masmundari, membawa damar kurung menjadi terkenal tidak hanya di Gresik tapi juga di kancah Indonesia dan dunia.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Kesenian Damar Kurung Gresik. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Ratna Winarti ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Eksistensi Kesenian Damar Kurung sebagai Ikon Kabupaten Gresik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel