Menelusuri Festival Budaya Pendalungan di Kota Probolinggo

Pendalungan mungkin kata yang kurang dikenal di daerah luar Jawa Timur. Namun, Pendalungan menjadi kata yang sangat familiar di daerah-daerah pesisir utara Jawa Timur. Jika merujuk sesuai Wikipedia, Pendalungan adalah istilah untuk menyebut kebudayaan hasil asimilasi antara budaya Jawa dan Madura.

Lebih dari sekedar budaya, Pendalungan telah enjadi identitas diri sebagian masyarakat yang berdomisili di pesisir Pantai Utara Jawa Timur, dengan menyebutkan diri sebagai masyarakat Pendalungan. Lebih luas lagi, Pendalungan dapat diartikan sebagai bangunan konseptual untuk memahami suatu masyarakat, yang selanjutnya dapat dijadikan sebagai acuan bagi seluruh pengembangan kebudayaan daerah (Zoebazary: 207 ).

Pendalungan menjadi cukup unik, karena dapat didefinisikan sebagai objek, subjek maupun sebuah proses. Sebagai objek, Pendalungan adalah pencapuran hasil budaya Jawa dan Madura yang berkembang di masyarakat.

Budaya dapat meliputi bahasa, kesenian maupun kuliner. Hal ini jika diamati tampak pada penggunaan Bahasa keseharian masyarakat Probolinggo. Jika Anda berkunjung ke Probolinggo dan berbincang dengan masyarakatnya, Anda akan mendengar bahasa yang khas Probolinggo yaitu menggunakan kosakata bahasa Madura tapi tetap terasa intonasi bahasa Jawa.

Sementara sebagai subjek, Pendalungan menjadi identitas diri masyarakat pesisir pantai Jawa yang menyebut dirinya sebagai asyarakat Pendalungan. Poin Pendalungan sebagai objek dan subjek dapat dimungkinkan terjadi jika masyarakat Jawa dan Madura dapat berinteraksi dalam satu wilayah yang berdekatan, sehingga proses asimilasi budaya dapat terjadi.

Hal ini sesuai dengan letak geografis Kota Probolinggo yang sebagian besar pesisir Pantai Utara didominasi suku Madura sementara bagian selatan didominasi suku Jawa. Kota Probolinggo dapat dikatakan enjadi salah satu pelopor yang ebuat kosakata Pendalungan menjadi lebih dikenal publik. 

Sementara poin ketiga, Pendalungan sebagai proses yaitu sebagai sebagai dasar untuk pengembangan budaya yang ada di masyarakat. Poin inilah yang sepertinya disadari oleh Pemerintah Kota Probolinggo yang sejak tahun 2010, mulai menyelenggarakan berbagai acara untuk mempromosikan Pendalungan sebagai salah satu budaya yang ada di Probolinggo.

Pemerintah tapaknya berusaha untuk mengebangkan budaya Pendalungan menjadi budaya yang dapat dikenal lebih luas lagi oleh masyarakat umum. Adanya kebudayaan Pendalungan menjadi dasar Pemerintah untuk merencanakan berbagai kegiatan yang tidak hanya mengenalkan budaya Pendalungan, namun juga digunakan untuk mengelaborasi budaya-budaya tradisional yang berkembang di asyarakat Probolinggo.

Ada banyak cara yang diupayakan oleh Pemerintah setempat untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Pendalungan pada masyarakat diluar Probolinggo, salah satunya dengan mengadakan festival Pendalungan. Pada tahun 2019 ini, festival Pendalungan diadakan di Bulan Mei dan diresmikan oleh Walikota Probolinggo.

Festival Budaya Pendalungan: Sumber https://www.suaramedianasional.co.id

Festival ini bertujuan untuk mengenalkan seni budaya tradisional khas kota Probolinggo melalui sebuah festival yang dapat dinimkati masyarakat luas. Tidak hanya pada bidang kesenian, festival ini juga menawarkan kuliner dan berbagai lomba untuk berbagai kalangan. Hal ini bertujuan untuk mengokohkan posisi Kota Probolinggo sebagai pelopor budaya Pendalungan.

Sebagai sala satu penikmat acara budaya Semipro (Seminggu di Probolinggo) setiap tahun, saya pribadi baru mengetahui adanya festival Pendalungan pada Tahun ini dan menikmati festival ini sebagai sarana edukasi budaya yang sudah seharusnya diramaikan.  Ayo Semarakkan Wisata Budaya  Pendalungan di Probolinggo. Penulis artikel ini adalah Desita Anggraini Tri.

Referensi: Zoebazary, . Ilham. 2017. Orang Pendalungan Pengantar Kebudayaan di Tapal Kuda. Digital Repository Universitas Jember.

0 Response to "Menelusuri Festival Budaya Pendalungan di Kota Probolinggo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel