Apa Itu Gudeg?


Gudeg adalah makanan khas kota Jogja yang dikenal sejak abad ke 15. Awal mulanya dinamakan gudeg karena proses pengolahannya yang diaduk terus-menerus sehingga dulu disebut hangudek dalam bahasa Jawanya, lalu tersebutlah menjadi gudeg hingga sekarang ini.

Gudeg terbuat dari nangka muda yang direbus selama beberapa jam sampai memang benar-benar empuk. Sehabis itu baru kemudian dimasak dengan berbagai bumbu, di antaranya bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, gula merah, dan bumbu lainnya yang sudah dihaluskan, kemudian ditambahkan air dan santan, lalu diaduk terus-menerus hingga merata dan yang terakhir ditutupi dengan beberapa lembar daun jati untuk membuat warna kecoklatan pada gudeg sendiri.

Pada zaman dulu, masyarakat membuat gudeg dengan olahan basah, tetapi sekarang sudah berkembang menjadi aneka jenis gudeg. Mulai dari gudeg kering dan gudeg pedas misalnya yang ada di Jawa Timur.

Dengan olahan tersebut, menjadikan gudeg lebih awet dan tahan lama. Membedakannya pun lumayan mudah. Untuk jenis gudeg basah, santannya lebih banyak sedang untuk gudeg kering santannya lebih sedikit.

Gudeg dulunya hanya tersaji dengan nasi saja. Akan tetapi, pada era sekarang, dalam penyajiannya pun sudah ditambahi dengan berbagai lauk-pauk, misalnya telur coklat, ayam kampung, tahu, dan tempe.

Tidak hanya itu saja, gudeg serasa belum lengkap jika takada sambal goreng krecek. Rasanya yang lumayan pedas ditambah dengan gudeg yang manis membuat kenikmatan tersendiri khususnya bagi para pecinta gudeg.

Di Jogja sendiri, proses penyajian gudeg berbeda-beda. Ada yang menggunakan besek. Besek sendiri adalah wadah yang terbuat dari anyaman bambu yang disayat agak tipis dan memanjang. Selain itu, ada juga yang menggunakan wadah atau semacam piring berwarna coklat yang terbuat dari tanah liat yang kemudian dilapisi dengan daun pisang sebagai alasnya.

Gudeg selain enak tentunya juga mengandung beberapa kandungan yang bermanfaat, seperti karbohidrat, fosfor, asam amino, protein, kalsium, lemak, dan besi, yang tentunya baik bagi kesehatan.

Kandungan karbohidrat tersebut memiliki manfaat untuk menjaga stamina tubuh juga sebagai obat ketika lapar. Kandungan fosfornya memiliki manfaat untuk memperbaiki sel-sel yang rusak serta dapat menjaga kesehatan ginjal dan kandungan asam aminonya juga baik bagi pertumbuhan anak. Tentunya masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat jika memakan masakan gudeg ini.

Pada zaman sekarang, gudeg sendiri sudah menjadi makanan yang cukup populer di kalangan masyarakat karena banyaknya warung-warung maupun restoran yang menyediakan masakan gudeg ini.

Takhanya berkembang di Jogja, gudeg juga sudah menyebar hingga berbagai kota, di antaranya Jakarta dan Bandung dengan kisaran harga yang berbeda-beda pula. Diharapkan dengan semakin banyak yang mengolah dan memproduksi makanan khas kota Jogja ini, masyarakat luar menjadi mudah untuk mengenali dan tertarik untuk mencoba merasakannya sehingga makanan ini semakin dikenal dan terus berkembang sampai ke mancanegara.

Demikianlah tulisan mengenai Gudeg Jogja yang ditulis oleh Rani Widyawati Hestina Putri. Selamat membaca dan semoga dapat menjadi referensi wisata kuliner saat kamu berada di Jogja. Terimakasih

0 Response to "Apa Itu Gudeg?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel