Istana Pagaruyung


Istano Basa Pagaruyuang  merupakan tempat wisata budaya yang berada di Kecamatan Tanjung Emas, Batusangkar, Kabupaten Tanah datar, Provinsi Sumatera Barat. Istano Basa lebih populer dengan nama “Istana Paguruyung”.

Bangunan ini sempat terbakar pada tahun 2007 akibat sambaran petir namun syukur barang peninggalannya berhasil diselamatkan dan dibangun kembali seperti semula. Meskipun tidak asli lagi,  replika Istana Pagaruyung tetap menonjolkan sisi keindahan budaya Minangkabau tanpa menghilangkan sedikit pun.

Warisan kebudayaan Minangkabau terlihat jelas di sini dan akan sayang bila dilewatkan begitu saja, mulai dari karya seni berupa bangunan rumah adat Minangkabau yang berdiri megah terdiri dari 11 atap bergonjong, dan memiliki 4 lantai yang menyimpan berbagai bukti sejarah di mana setiap tingkatan memiliki fungsi berbeda.

 Di lantai dasar terdapat kamar kerajaan bagi anak perempuan yang sudah menikah, kamar Raja dan Ratu yang dalam bahasa Minang disebut “Biliak”, kemudian juga ada kelambu, ruang dapur dan yang tidak kalah pentingnya adalah pelaminan  yang dulunya adalah singgasana kerajaan Aditiyawarman, pengunjung bisa berfoto ria di sekitar wisata Pagaruyung termasuk di pelaminan, dan juga tersedia baju pengantin yang disewakan bagi pengunjung yang ingin berfoto bak anak daro (pengantin perempuan), dan marapulai (pengantin pria).

Selanjutnya sebelum menuju lantai dua, pengunjung terlebih dahulu harus menaiki sejumlah anak tangga yang cukup membuat nafas tersengal apalagi bila ramai pengunjung, bisa-bisa kita pusing dikarenakan sesak dengan panjangnya antrian.

Setiba di lantai dua ini pengunjung bisa melihat-melihat kamar-kamar yang dinamakan “Anjung Paranginan” yang berfungsi sebagai tempat bagi putri Raja yang belum menikah (gadis pingitan).
Kemudian sebelum menuju lantai tiga, pengunjung juga harus melewati anak tangga tapi tidak sebanyak menuju lantai 2, di lantai ini pengunjung akan menemukan sebuah ruangan yang diberi nama “mahligai”

Mahligai berfungsi sebagai tempat penyimpanan alat-alat kebesaran Raja seperti mahkota kerajaan yang dahulunya disimpan dalam sebuah peti yang dinamakan “Aluang  Bunian”
dan di tingkat paling atas terdapat sebuah ruangan kecil menyerupai loteng yang konon kabarnya berfungsi sebagai tempat meditasi dan juga tempat berkumpulnya arwah- arwah raja terdahulu.

Di sekitar Rumah adat Pagaruyung, juga terdapat peninggalan lainnya seperti: surau, tabuah, bedug dan tidak kalah pentingnya adalah “rangkiang” yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil panen pada zaman dahulunya.

Setelah puas berkeliling di Istana Pagaruyung dan sekitarnya, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah  dari gunung hijau menjulang tinggi yang bernama ”Gunung Bungsu” yang menjadi background Istana Pagaruyung.

Selain itu, ada beberapa taman, arena bermain anak, kolam dan rumah gadang kecil lainnya. Terkadang ada juga pengunjung yang malas berjalan dan ingin mengelilingi Istana Pagaruyung menggunakan kendaraan, pihak pelaksana  pun juga sudah menyediakan, seperti kuda, bus mini dan motor kecil.

Di sepanjang perjalanan Istana Pagaruyung, pengunjung juga akan disuguhkan dengan aneka souvenir, makanan dan minuman yang dijual di pinggir jalan.

Untuk menuju ke sini membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang.  Pengunjung tidak  perlu membayar mahal untuk membeli tiket masuk ke wisata  budaya ini. Setiba di depan pintu kita akan langsung disuguhkan  dengan view rumah gadang  yang berdiri kokoh ditemani oleh boneka badut yang siap untuk diajak befoto, dan menentukan spot foto yang menarik.

Ya! itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Istana Pagaruyung. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Lathifah Bahrul, S.Pd.I ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih

5 Responses to "Istana Pagaruyung"

  1. Mantap.. Pengen ke pagaruyung lagi

    BalasHapus
  2. Wahhh... Membuat saya tertarik untk berkunjung ke istana pagaruyung.. Aku

    BalasHapus
  3. Destinasi wisata yang harus dikunjungi kalau ke Sumatra Barat. Rugi kalau tidak

    BalasHapus
  4. Kereen... 👍👍
    Mudah2an yg berkunjung ke pagaruyuang tak pernah bosan yaa...😍😍

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel