KAYADIA (Kafe Budaya Pemuda Indonesia) sebagai Upaya Menumbuhkan Kesadaran dan Kecintaan terhadap Kebudayaan Indonesia


Nusantara, merupakan sebutan yang disematkan oleh kerajaan Majapahit bagi Indonesia karena wilayah yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke. Disebutkan dalam Pasal 25 huruf A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditetapkan bahwa Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yaitu negara yang memiliki banyak pulau sejumlah 17.480 pulau, lebih dari 1.200 suku bangsa dan 300 bahasa daerah yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kebudayaan terbesar di dunia.

Sumatera Utara dengan tari Saman, Jawa Barat dengan Angklung, Jawa dengan Wayang Kulit merupakan beberapa kekayaan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan Internasional. Keberagaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia sering kali mengundang perhatian dari negara – negara asing untuk ingin tahu lebih dalam tentang keunikan – keunikan budaya tersebut.

Kekaguman dari negara-negara asing terhadap kebudayaan Indonesia tidak selalu berefek positif kepada Indonesia, tetapi terkadang juga berefek negatif. Tercatat beberapa budaya Indonesia yang telah diklaim negara-negara asing, seperti Reog Ponorogo dari Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku, Kerajinan Perak dari Bali dan lain sebagainya.

Klaim yang dilakukan negara-negara asing tersebut merupakan representasi kelemahan masyarakat Indonesia dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal. Kepedulian terhadap budaya yang semakin luntur sangat tampak pada diri masyarakat, khususnya generasi muda yang notabene sebagai generasi penerus bangsa.

Pengklaiman kebudayaan oleh negara asing yang sudah sering terjadi di Indonesia tidak membuat masyarakat, khususnya pemuda tertarik untuk mendalami kebudayaan Indonesia. Walaupun dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang merupakan upaya pemerintah dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina agar budaya Indonesia dapat semakin eksis, masih belum terasa secara komprehensif dampaknya.

Derasnya arus globalisasi menjadi pintu masuk budaya-budaya asing untuk masuk ke Indonesia yang secara perlahan-lahan akan membuat masyarakat mulai melupakan bahkan meninggalkan kebudayaan lokal Indonesia.

Faktor kemajuan teknologi di berbagai bidang tidak dapat dipungkiri telah memberi manfaat kepada masyarakat di era globalisasi saat ini. Kemudahan dalam mengakses berita maupun segala informasi tanpa batas merupakan salah satu bentuk dari kemajuan teknologi. Masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.

Faktor tersebut merupakan salah satu penyebab lunturnya nilai-nilai budaya dalam diri masyarakat Indonesia, karena masyarakat khususnya para pemuda telah terbawa arus kuat budaya barat dengan meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar.

Semakin menurunnya kesadaran para pemuda untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia juga dapat dipengaruhi oleh ketidaktahuan mereka akan budayanya sendiri seperti pengenalan yang dilakukan sejak dini oleh orang tua maupun sekolah yang merupakan faktor penting dalam mengenalkan kebudayaan Indonesia.

Upaya pelestarian kebudayaan di Indonesia merupakan kewenangan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud). Dalam upaya untuk meningkatkan dan membina kebudayaan Indonesia, setiap tahunnya Kemendikbud menyediakan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan budaya di berbagai sektor.

Kerja sama dengan pemerintah daerah juga terus ditingkatkan sehingga memungkinkan perluasan jangkauan program bantuan seni budaya. Seperti diadakannya festival budaya, pameran kebudayaan, pentas seni dan lain sebagainya.

Kegiatan tersebut di atas adalah kegiatan yang bersifat periodik yaitu hanya diselenggarakan beberapa kali dalam setahun. Sehingga hal ini kurang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya pemuda untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Setidaknya pemuda dapat mengetahui dan mengenal macam-macam budaya Indonesia.

Kafe Budaya dengan konsep berupa pameran budaya dan pentas budaya dalam sebuah kafe, diharapkan dapat menjadi sebuah gagasan menarik umumnya bagi masyarakat dan khususnya bagi para pemuda untuk dapat meningkatkan rasa kesadaran, kecintaan dan kepeduliannya terhadap kebudayaan Indonesia.

Hadirnya Kafe Budaya ini merupakan suatu bentuk inisiasi perkembangan masyarakat terutama bagi para pemuda Indonesia yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk hang out bersama teman, komunitas maupun mengerjakan tugas dan pekerjaannya di kafe.

Pelestarian kebudayaan akan lebih efektif dengan dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan, sehingga dalam hal pewarisan budaya kepada generasi selanjutnya menjadi mudah. Kafe Budaya Pemuda Indonesia merupakan kafe modern yang bertemakan budaya tradisional.

Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta menumbuhkan rasa sadar dan cinta kebudayaan pada masyarakat khususnya pemuda. Tetap mempertahankan adanya sentuhan modern dalam konsepnya, tidak menutup kemungkinan dapat menarik minat pengunjung asing sehingga tidak hanya pada masyarakat lokal, tapi dapat pula memperkenalkan keragaman budaya Indonesia bagi masyarakat asing.

Dengan memadukan antara tempat berkumpul dengan pertunjukan seni budaya menyuguhkan keragaman kebudayaan di Indonesia. Infrastruktur dan aksesibilitas kafe budaya ini dirancang sedemikian rupa mengikuti perkembangan pemuda saat ini agar mereka dapat dengan senang hati berkunjung dan memperoleh wawasan budaya dari kafe ini.

Integrasi pola pengenalan kebudayaan ini dapat menelisik beberapa kebermanfaatannya dari beberapa sisi. Dalam sisi pendidikan dapat membentuk karakter bagi seorang pemuda sebagai generasi penerus kebudayaan bangsa untuk semakin cinta dengan budayanya dan berjuang dalam melestarikannya.

Di sisi lain menjadi branding negara Indonesia melalui berbagai macam kebudayaannya dengan mengenalkan kebudayaan daerah di seluruh Indonesia di dalam sebuah kafe dimana para pengunjungnya tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat lokal namun juga masyarakat asing, sehingga kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia selalu terlihat dan dipandang oleh negara lain bahwa betapa banyaknya kesenian budaya dilestarikan dan dibudayakan oleh bangsa kita.

Demikian tadi tulisan dari Alfian Nur Salsabila yang bertanjuk Kafe Budaya Pemuda Indonesia. Semoga dapat memberikan wawasan bagi pembaca sekaligus menambah ilmu pengetahuan di bidang budaya.

0 Response to "KAYADIA (Kafe Budaya Pemuda Indonesia) sebagai Upaya Menumbuhkan Kesadaran dan Kecintaan terhadap Kebudayaan Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel