Mengenal Endek, Kain ‘Batik’ Khas Pulau Dewata


Apabila kita mendengar kain khas Indonesia, pasti yang langsung teringat dalam benak kita adalah kain batik. Ya tentu, karena batik merupakan kain yang sangat terkenal bukan hanya nasional tapi juga mancanegara. Ternyata dari banyaknya keberagaman kain Indonesia, Pulau Dewata Bali juga memiliki kain yang tak kalah indah dan menariknya, yaitu kain endek. Kain endek berasal dari kata ngendek yang berarti diam atau tetap dan tidak berubah warna. Kain endek memiliki perjalanan yang panjang dalam perkembangannya. Awalnya kain  endek dibuat untuk dan digunakan oleh orang – orang dengan strata sosial yang tinggi, tapi kini endek telah digunakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Bali.

Berdasarkan beberapa literatur, kain endek mulai berkembang saat masa pemerintahan Dalem Waturenggong yaitu Raja di Gelgel, Klungkung. Lalu pada Tahun 1975 kain endek kembali dikembangkan oleh pengusaha kecil di Desa Sulang, Kabupaten Klungkung.

Karena dianggap hal yang menarik perhatian, Tahun 1990 an kain endek mulailah berkembang dan diikuti oleh pengusaha di daerah dan kabupaten lainnya di Bali. Semenjak itulah, kain endek kini memiliki keanekaragaman motif mulai dari motif asal mula endek, motif Kabupaten Buleleng hingga motif Kodya Denpasar.

Selain motifnya yang beragam, kegunaan endek pun juga digunakan untuk berbagai kegiatan seperti upacara keagamaan dan adat di Bali, kegiatan seremonial resmi pemerintahan hingga digunakan oleh seluruh sekolah di Bali di hari-hari tertentu.

Penggunaan endek yang mulai semakin marak ini, membuat kain endek mulai dikenal di lapisan masyarakat, tak terkecuali turis mancanegara. Beberapa masyarakat juga percaya, bahwa penggunaan kain endek, contohnya seperti motif bebali dapat menolak bala dari penyakit maupun hal – hal buruk (menolak bala). Sebabnya di beberapa masyarakat adat Bali, kain endek ada yang dianggap sakral.

Proses pembuatannya pun terbilang rumit, yaitu dengan menenun perlahan dan estimasi waktu yang dibutuhkan hingga mencapai satu minggu. Sehingga, hal tersebut membuat harga kain endek di pasaran bisa dikatakan cukup mahal.

Berkat bantuan teknologi dan informasi saat ini, beberapa pengusaha kain endek telah beralih menggunakan computer dalam mendesain motif-motif endek, mengingat permintaan dipasaran yang sudah mulai berkembang. Walaupun itu, tidak menghilangkan esensi dan kealamian dari kain endek itu sendiri.

Untuk meningkatkan eksistensi kain endek dan memperkenalkan pada masyarakat khususnya turis mancanegara, pemerintah lokal sudah mulai mengembangkan konsep promosi seperti pameran kain endek dan pawai kain endek yang biasanya ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) serta festival kabupaten/kota di Bali. Dalam pameran, pemerintah biasanya mengundang pengerajin kain endek dari seluruh penjuru Bali dengan coraknya yang berbeda-beda.

Satu yang membuat kain endek berbeda dengan kain lainnya adalah mulai dari cara pembuatannya dan motif nya yang tidak ada di wilayah lainnya di Indonesia.

Keberadaan kain endek kini sudah dipasarkan secara luas, tidak hanya di dalam festival saja. Kita dapat membeli berbagai corak kain endek khas Bali di toko-toko pakaian khas Bali. Bahkan kain endek kini sudah ditawarkan melalui sosial media.

Harapannya dengan berkembangnya teknologi informasi dan jejak digital saat ini, bisa mempermudah pemasaran kain khas Bali ini dan semakin popular di benak masyarakat luas, karena kain endek juga termasuk kekayaan alam, kekayaan budaya dan kekayaan seni yang diciptakan leluhur dan patut untuk dilestarikan.

Tujuannya, agar Indonesia khusus nya Bali semakin dikenal dengan kearifan lokal dan ciri khasnya, serta tidak mudah diklaim oleh negara-negara lain.

Itulah tadi artikel yang berjudul "Mengenal Endek, Kain ‘Batik’ Khas Pulau Dewata" yang ditulis oleh I Made Wirangga. Semoga bermanfaat bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

5 Responses to "Mengenal Endek, Kain ‘Batik’ Khas Pulau Dewata"

  1. Mantap, tetap dilestarikan untuk bangsa

    BalasHapus
  2. Ulasan yang menarik, semoga dengan adanya ini anak2 muda jadi semakin aware dalam melestarikan budaya Indonesia👍🏻 Lanjutkan!

    BalasHapus
  3. keren, batik memang harus di lestarikan, sebagai warisan untuk anak cucu.

    BalasHapus
  4. Mantap memang budaya indonesia

    BalasHapus
  5. ulasan yg bermanfaat, semoga dengan adanya tulisan ini kita sbg generasi muda dapat selalu melestarikan kain endek sebagai kain khas pulau dewata untuk generasi selanjutnya dan memperkenalkan sampai mancanegara.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel