Mengulik Kisah Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari


Desa Kepuhsari merupakan salah satu desa wisata yang memiliki kekayaan budaya melimpah. Baik dari segi kerajinan wayang, ukir kaca sampai  wisata alam yang menarik perhatian. Desa ini berada di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang mengunjungi desa wisata ini. Kebanyakan dari mereka datang karena penasaran mengenai seluk beluk wayang mulai dari pembuatan sampai dengan  pertunjukan.

Awal mula sebelum dipatenkan menjadi Desa Wisata Kampung Wayang, desa ini merupakan sentra industri pembuatan wayang kulit yang turun temurun sejak abad 17. Hampir seluruh warga Desa Kepuhsari merupakan pengrajin wayang turunan.

Walaupun pada dasarnya mereka ada yang mempunyai background entah sebagai PNS, pedagang, ataupun buruh tani akan tetapi mereka tetap membuat wayang sebagai pekerjaan sambilan mereka. Di sisi lain hal ini juga berfungsi untuk melestarikan wayang agar tetap ada sampai esok nanti.

Produk wayang yang mereka buat biasanya akan di ambil oleh para dalang terkenal seperti Ki Manteb Sudarsono, Ki Anom Suroto dan yang lain sebagainya. Tak jarang pula ada kolektor maupun pecinta wayang kulit yang memesan wayang dari kampung ini.

Karena pada dasarnya wayang kulit buatan warga Desa Kepuhsari ini memiliki keunggulan ukiran dan pahatan yang lebih halus dari wayang – wayang kota lain. 

Retno Laweyani, sebagai koordinator pengelola kampung wayang menyatakan bahwa pada tahun 2011 masih jarang sekali  adanya desa wisata. Apalagi di daerah Wonogiri. Oleh karena itu ia menangkap peluang yang sangat besar dari Desa Kepuh ini.

Desa yang mempunyai kerajinan wayang, yangmana telah diakui UNESCO sejak 7 November 2003 sebagai warisan nenek moyang ini bisa diolah dan di manfaatkan menjadi sebuah desa wisata. Ia bersama masyarakat lain mengembangkan Desa Wisata dalam sebuah paket wisata.

Jadi mereka tidak hanya menjual produk wayang saja, akan tetapi mereka melakukan sebuah workshop juga. Mulai dari proses menatah,menyungging wayang, mewarnai, lukis kaca, main gamelan sampai dengan wayang show.

Hal ini ternyata membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Yang awalnya mereka hanya berkutik mengenai pembuatan sampai pertunjukkan wayang, kini mereka saling bekerja sama untuk membuat home stay.

Home stay ini menggunakan rumah warga yang masih mempertahankan rumah jawa limasannya dan sang pemilik mau dijadikan sebagai tempat paket penginapan (home stay). Home stay yang ada di sini bukan sekedar paket penginapan biasa yang digunakan untuk tidur ataupun istirahat.

Akan tetapi mereka menjadikan home stay ini sebagai sebuah kegiatan “Jika Aku Menjadi Bagian Warga Kampung Wayang”. Para wisatawan yang menginap di home stay ini, akan belajar menjadi masyarakat desa.

Mereka akan mempelajari mengenai kuliner, pekerjaan, dan kebudayaan Desa Kepuh ini. Secara tidak langsung paket wisata ini sangat membantu dalam memperkenalkan wayang di mata masyarakat luas dan dunia.

Pada tahun 2012 Desa Kepuhsari ini melakukan simulasi penerimaan tamu baik lokal maupun internasional. Ternyata simulasi itu berjalan sukses dan akhirnya pada 29 November 2014 desa ini di launchingkan menjadi Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari dan dihadiri oleh Bupati Wonogiri Bapak Danar Rahmanto.

Semakin kesini mereka juga mulai mengolah wisata – wisata alam seperti Gunung Kotak, Air terjun Banyu Tibo, dan yang lainnya. Wisata alam ini sebagai pelengkap dari desa wisata kampung wayang tersebut.

Hingga sampai saat ini, Kampung Wayang masih berlanjut bahkan semakin sukses dan banyak pengunjung. Mulai dari kalangan pelajar, perusahaan – perusahaan terkenal bahkan sampai institut atau universitas banyak yang belajar disini. Prestasi yang mereka peroleh pun sudah sangat banyak. Baik nasional maupun internasional.

Dari sektor internasional,sudah ada bagian dari warga masyarakat Desa Kepuh ini yang diundang ke China untuk memperkenalkan wayang disana. Sedang dari sektor nasional seringkali menjuari lomba loma di tingkat Jawa Tengah. Yang baru baru ini mereka diminta untuk membuat souvenir Asian Games untuk 52 negara.

Retno Laweyani sebagai pengelola dan penerima pesanan ini mengatakan bahwa sangat bangga bisa membuat souvenir untuk acara Asian Games. Sehubungan dengan hal ini, ia sampai diundang ke acara Hitam Putih Trans 7.

Masyarakat Desa Kepuh tentunya sangat senang melihat bagian dari mereka ada yang sampai diundang ke acara tv tersebut. Sebelum ia diundang ke acara Hitam Putih, pernah juga ada acara lain yang meliput mengenai Desa Kampung Wayang ini. Seperti Ragam Indonesia, Merajut Asa dan yang lain sebagainya.

Desa ini merupakan salah satu contoh desa yang sukses dalam mengangkat kearifan lokal menjadi kebudayaan nasional. Mereka pantang menyerah memperjuangkan agar desa ini bisa menjadi sebuah desa wisata.

Perjuangan yang mereka lakukan pun menuai hasil. Walaupun sebelumnya banyak sekali rintangan yang menghadang. Pemerintah akhirnya juga banyak memberi perhatian khusus kepada Desa Wisata ini.  Masyarakat mendapat banyak manfaat dan kesejahteraan dari adanya Desa Wisata Kampung Wayang.

Itulah tadi tulisan mengenai Kampung Wayang Kepuhsari yang ditulis oleh Lusy Azizah Hapsari. Semoga karya tulisan ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pembaca sekalian.

10 Responses to "Mengulik Kisah Desa Wisata Kampung Wayang Kepuhsari"

  1. Nice kakakk ��
    Terimakasih infonya

    BalasHapus
  2. Terimakasih infonya kak
    Bisa menjadi inspirasi untuk desa saya

    BalasHapus
  3. Buat desa kepuh coba deh studi banding ke desa umbul ponggok di klaten. Biar bisa tambah sukses lagi desa wisatanya

    BalasHapus
  4. Satu kecamatan sama aku, goodjob 😁

    BalasHapus
  5. Nice lah moga bisa sukses trus desa kepuhsari

    BalasHapus
  6. Informasi dalam artikel ini sangat membantu untuk para pecinta wayang kulit,karena memberikan informasi daerah dimana para pecibta wayang kukit dapat mempelajari kebudayaan wayang kulit itu berada.

    BalasHapus
  7. Ada beberapa desa yang berpotensi sebagai desa wisata tetapi belum ada perjuangan dari masyarakat untuk mengelolanya. terimakasih untuk artikelnya, semoga desa kepuhsari dapat menginspirasi desa desa lain di Indonesia ini agar terus maju dan berkembang untuk kesejahteraan masyarakat.

    BalasHapus
  8. Wayang adalah salah satu warisan leluhur tanah Jawa, saya bangga di Wonogiri yang tepatnya di desa Kepuhsari Manyaran ada wisata wayang, mari pelajari lebih mendalam tentang wayang kulit, dan sejarahnya, maka kita akan semakin paham betul pada tanah air tercinta akan makna didalamnya

    BalasHapus
  9. Mantap nduk. Jk bosen bosen infone manyaran ben tambh jos. 17 merdeka

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel