Keanekaragaman Suku Melayu di Kundur Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau


Kundur atau Tanjung batu kundur terletak di daerah laut yang berdampingan dengan Negara tetangga kita Malaysia dan Singapore,serta dikelilingin oleh berbagai macam pulau besar dan kecil termasuk Pulau Batam,Tanjung Pinang,Tanjung Balai Karimun dan pulau-pulau kecil laennya.

Ibukotanya Tanjung Batu kundur adalah Kepulauan Riau Yaitu Tanjung Pinang,sedangkan Kundur sendiri adalah Wilayah Kecamatan Kabupatennya yaitu Tanjung Balai Karimun. Bahasa Daerah yang dipakai di kundur menggunakan Bahasa melayu karena memang di sana dominan orang melayu dan sebagian lagi suku Tionghua atau cina peranakan.

Mata pencaharian masyarakat kundur adalah nelayan,namun sebagian ada juga petani dan Pegawai negeri sipil.Tanjung batu kundur terdiri dari tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Kundur,Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Kundur Utara,dan terdiri dari enam Desa ditambah Kelurahan dan terdiri dari 24 pulau-pulau kecil.

Untuk segala urusan masalah Administratif yang lebih tinggi seperti Kantor  Dinas Kependudukan dan Kantor Administratif besar laennya, Petugas Kecamatan harus dengan rela hati untuk menyeberang laut kurang lebih 1,5 jam menuju ke Kabupaten Karimun dengan cara menaiki kapal Feri.

Kundur adalah Wilayah yang terkenal sebagai penghasil laut,dan sebagian besar masyarakat disana senang mengkosumsi Ikan laut,dan nelayan disana senang membuat kerupuk dari bahan ikan, sehingga banyak home industry yang terkenal juga di Kundur dengan pembuatan kerupuk atom yang bisa dijual sampai ke Negara tetangga Malaysia dan Singapore.

Untuk hasil perkebunan masyarakat Kundur lebih banyak menanam buah-buahan seperti Durian dan Rambutan, Durian yang sangat terkenal di Kundur adalah durian Musang King sedangkan rambutan yang terkenal disana adalah Rambutan Sanglang, dua buah ini selain terkenal manis juga memiliki postur buah yang besar dan memiliki rasa yang enak ketimbang rambutan dan durian daerah laen, makanya disaat musim buah tiba paling banyak Wisatawan Malaysia datang berkunjung ke kundur.



Dua buah ini lah yang sering dicari oleh orang seberang yaitu Malaysia dan Singapore. Kundur juga terkenal sebagai  penghasil Timah dan Boksit, dulunya, dan sekarang yang tersisa hanya lah Timah, itu juga Cuma sedikit yang lokasinya terletak didaerah Perayun Kecamatan Kundur Utara.

Di Kundur tidak ada nama nya Mall atau pun Pusat Perbelanjaan yang Elit seperti kota besar laennya, karena memang Wilayah Kundur itu tidak begitu ramai penduduknya,dan sebagian dari mereka juga jika liburan sekolah tiba atau hanya untuk sekedar berjalan-jalan menghilang penat sehabis bekerja  mereka lebih senang ke pantai,sedangkan untuk masyarakat kelas menengah keatas memilih untuk berlibur ke Kota Batam dengan menempuh jarak kurang lebih 3,5 jam dengan jalur laut menggunakan kapal Feri.

Kundur  adalah wilayah yang di kelilingi oleh lautan,jadi segala aktivitas disana harus menggunakan kapal laut dan bagi Dinas Instansi Kecamatan jika ada tugas ke luar kota seperti ada acara di Jakarta mereka harus menuju ke Kota Batam terlebih dahulu, jika ingin menggunakan Pesawat Udara, sehingga terkadang harus menginap dulu di Batam biar tidak ketinggalan pesawat.

Setiap memasuki bulan Agustus ini masyarakat Kundur hampir setiap tahunnya mempunyai kebiasaan memeriahkan hari Kemerdekaan dengan berbagai macam kegiatan baik Tingkat Kecamatan Kelurahan juga tingkat RT.

Acara yang sering mereka laksanakan adalah lomba Tari-tarian seperti Tari Selamat datang dan Tari Zapin,karena tradisi dikundur suka melaksanakan tarian zapin melayu jika ada kegiatan-kegiatan Kedinasan atau Instansi yang berkunjung ke Kundur.

Selain lomba tari-tarian juga diadakan lomba gerak jalan untuk tingkat Sekolah juga umum dengan jarak tempuh ada yang 4km,8km,17km dan 45 km. Tidak ketinggalan lomba mengayuh sampan dan lomba pawai pembangunan tingkat sekolah kecamatan dan umum ikut turun kejalan dengan memakai beraneka pakaian adat dengan berjalan kaki mengelilingi kota kundur.

Masyarakat kundur juga mempunyai kebiasaan khas daerah melayu kundur yaitu setiap 2 minggu menjelang lebaran setiap rumah harus memasang lampu Tujuh Liko dihalaman rumah mereka, lampu tujuh liko itu adalah lampu yang terbuat dari bambu atau kaleng bekas atau botol bekas yg dikasi sumbu kompor, dan didalamnya dikasi minyak kompor biar menyala, masyarakat disana menyebutnya minyak tanah.

Lampu tujuh liko ini juga wajib dipajang setiap malam sampai menjelang malam idul fitri, tradisi wajib dilaksanakan oleh semua masyarakat kundur dan setiap masjid juga memasangnya, dan kegiatan pasang lampu tujuh liko ini juga akan dipertandingkan bertepatan malam idul fitri dan setiap RT yang menang akan mendapatkan hadiah bergelar juara.Dan sampai saat ini tradisi lampu tujuh liko masih dilaksankan didaerah kundur.

Tak kan Melayu Hilang di Bumi, Tak Lekang dipanas Tak Lapuk di hujan Ini lah beberapa foto di daerah Tanjung Batu Kundur

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Keanekaragaman Suku Melayu Kundur. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Fitriati ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih

9 Responses to "Keanekaragaman Suku Melayu di Kundur Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau"

  1. Thanks kak kiriman tulisan artikelnya, bermanfaat mnmbah ilmu pengetahuan,
    Ditunggu kiriman tulisan artikel slnjutnya

    BalasHapus
  2. Nice, informatif banget ka.. Thanks ya infonya 😊🙏

    BalasHapus
  3. Wah bagus
    Tolong di kembangkan lagi

    BalasHapus
  4. LUAR BIASA TULISANNYA PERFEC,,,BISA MENGENALKAN KUNDUR KEPADA MASYARAKAT LUAR UMUMNYA DAN PEMERINTAH KHUSUSNYA BIAR LEBIH MENGENAL WILAYAH KUNDUR YANG PENUH PESONA,,LANJUTKAN LG

    BalasHapus
  5. Thanks ka,..
    Ini bagus buat kita-kita yang belum tahu tentang Keanekaragaman Suku Melayu di Kundur Kabupaten Karimun Propinsi Kepulauan Riau...👍🙏

    BalasHapus
  6. wow info yg bgus n luar biasa ka....sngt bermamfaat

    BalasHapus
  7. bagus,,bagus,,bagus,,
    tolong di kembangkn lagi kak,
    thanks infonya.
    👍👍👍

    BalasHapus
  8. Thanks kak artikelnya jadi nambah wawasan tentang keanekaragam suku melayu di daerah kundur 👍👍

    BalasHapus
  9. Lumayan nambah pengetahuan mengenai suku bangsa di indonesia slah slah nya suku melayu kundur .. mkshh kak artikelnya, brmanfaat lah 😍

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel