Kebudayaan Aceh

Selayang padang

Aceh terletak di ujung pulau sumatra dan merupakan provinsis paling barat di indonesia, provinsi yang berjuluk serambi mekah ini adalah kawasan pertama penyebaran  islam di indonesia, masyarakat aceh mayoritas beragama islam,provinsi ini pernah di terjang Tsunami Desember 2004 silam ini berjuluk Serambi Mekah, nuasa ke islaman begitu kental,terlihat dalam seni budaya kehidupan masyarakat Aceh,

Suku Asli Aceh

  1. Suku batak pak pak.
  2. Suku Alas
  3. Suku singkil
  4. Suku anek jamee
  5. Suku Gayo
  6. Suku lekon
  7. Suku Kluet
  8. Suku Tamiang
  9. Suku Devayan
  10. Suku Sigulai


Rumah adat Aceh

Rumah adat aceh bernama Rumoh Aceh atau disebut juga krong Bade. Ciri –ciri rumah adat Aceh memiliki:


  • Rumah berbentuk rumah panggung yang merupakan jenis rumah tipikal daerah sumatera.
  • Bentuk rumah berupa persegi panjang yang memanjang dari timur ke barat.
  • Rumah memiliki tiga bagian utama yang terdiri dari seuramo’’e keu’’e(serambi depan),seuramo’’e teungoh(serambi tengah),dan seuramo’’e lok^ot(serambi belakang)


Senjanta tradisional Aceh

  • Rencong adalah senjata tradisional khas aceh yang menjadi senjata utama dalam  upaya masyarakat Aceh mengusir penjajah.
  • Bak samurai dengan peudeung Artinya pedang,yaitu senjata tajam sejenis parang panjang khas aceh.


Aneka Upacara Adat Aceh

  • Meugang adalah tradisi menyembeli hewan kurban,yaitu sapi,kambing,ayam,dan bebek.
  • Tradisi menanam kopi masyarakat  gayo suku gayo di aceh,kopi seolah menjadi napas masyarakat gayo sekaligus menjadi bagian dari budayanya.
  • Tradisi peusijuk. Tradisi peusijuk adalah sebuah kegiatan  adat yang mengawali berbagai  upacara tradisi di Aceh, baik itu pernikahan,syukuran rumah,dll.

Upacara Adat Aceh

Khatam Qur’an

Adalah prosesi pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an,Hal ini mencerminkan kehidupan masyarakat Aceh pada umumnya yang menjadikan agama islam sebagai landasan dalam berbagai sendi kehidupan.prosesi khatam Qur’an di lakukan oleh pegantin perempuan.

Upacara Pernikahan

Prosesi pertama dalam prosesi pernikahan adalah pelaksanaan ijab kabul yang di lakukan oleh kedua mempelai.

Keumaweuh

Keumaweueh adalah upacara adat bagi ibu hamil yang di sebut juga dengan upacara meunineum, terutama pada saat kehamilan mencapai 5 bulan.

Madeung

Adalah upacara adat di mana ibu si bayi harus di karatina di dalam kamarnya bersama si bayi,ia tidak boleh di berjalan-jalan keluar rumah dan berbagai pantangan lainnya.

Tradisi Toet Bateei

Di lakukan dengan cara membakar batu,kemudian batu tersebut di balut kain dan di letakan  di perut si wanita yang baru melahirkan,Rasa hangat atau panas dari batu tersebut akan membakar lemak,sehingga tubuh wanita yang baru melahirkan tersebut akan tetap langsing.


Upacar sunat Rasul (khitam)

Upacara sunat Rasul adalah salah satu budaya  atau tradisi Aceh yang merupakan salah satu perintah dalam Islam,di mana seorang  anak laki-laki muslim harus menjalani prosesi khitanam.Ada beragam prosesi yang harus di lalui oleh pengantin  sunat.

Selain itu, ada juga Upacara adat lainnya yaitu manoe peu ploh peut atau ritual mandi setelah 44 hari; Upacara peusijuek ro darah atau tradisi peusijuek keluar darah; Peutron Aneuk yaitu upacara adat untuk anak atau bayi yang telah mengijak usia 44 hari.


Peningalan sejarah Aceh

Masjid raya Baiturrahman

adalah  masjid kesultanan yang di bangun pada pemerintahan sultan iskandar muda(1022 H/1612 M).Dari bentuk arsiteknya masjid ini memiliki bentuk seperti Taj mahal di india.sebagai masjid kesultanan masjid Raya Baiturahman memiliki kemegahan dan nilai seni yang cukup tinggi.

Masjid Tua indrapuri

masjid megah menjadi saksi perjalanan sejarah Aceh dari para perjelajah dunia yang pernah singgah di aceh pada masa kerajaaan Hindu. Lamuri adalah kawasan penghasil kapur barus dan aneka hasil bumi lainnya yang melimpah. Sebuah desa bernama lamreh,Desa tersebut merupakan peninggalan kerajaan lamuri.perkampungan lamreh tersebut tidak jauh dari masjid Indrapuri.

Lonceng Cakradonya
Lonceng ini merupakan peninggalan sejarah karena menjadi saksi bisu perjalan sejarah provinsi Aceh,ikon tersebut kini menjadi salah satu benda bersejarah koleksi museum Aceh yang  di tempatkan pada sebuah khusus, lonceng tersebut di bawanya dari cina ke Nusantara sebagai hadiah bagi kerajaan samudra pasai pada tahun 1405.

Pemberian hadiah tersebut menyimbolkan persahabatan dan kerja sama antara kerajaan samudra pasai dengan kaisaran cina.pada bagian atas lonceng tertera tulisan dengan huruf cina. Kherkoff peucut Kherkoff peucut adalah kompleks pemakaman ekspatria,khususnya serdadu Belanda yang pernah tinggal di kawasn Aceh.kompleks  pemakaman kherkof peucut terletak di belakang Meseum Tsunami.nama kerkoff sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan,

Sedangkan peucut atau juga di eja pucut adalah nama putra sultan iskandar muda,sang putra mahkota yang bernama meurah pupok meninggal dunia di tangan ayahnya yang menghukumnya dengan hukuman rajam

Benteng Indra Parta

Benteng indra patra adalah bukti keberadaan Hindu di tanah rencong.Benteng yang di perkirakan bediri sejak abad ke-7 ini merupakan peninggalan kerajaan Hindu-Budha bernama kerajaan lamuri,bahkan benteng ini merupakan benteng pertama kerajaaan Hindu Budha yang ada di Aceh.

Benteng Indrapatra juga merupakan bagian dari Trail Aceh lhee Sagoe,yaitu tiga benteng peninggalan kerajaan Lamuri yang terhubung satu sama lain,yaitu Indrapatra,Indrapurwa.keriga benteng tersebut jika di hubungkan maka akan membentuk segitiga.benteng peningalan masa hindu tersebut di gunakan untuk melindungi Aceh dari gempuran portugis dari Selat Malaka.

Benteng Inong Balee

Benteng ineng balee menjadi titik pertahanan Militer kesultanan Aceh,lokasinya yang terletak di atas bukit di kawasan Krueng Raya,yang saat ini di namakan Bukit Soeharto,membuat inong Balee memilik keleluasanuntuk mematau kawasan laut dan sekitarnya hingga persisir Aceh Besar,sehingga kedatangan dan gerak-gerik musuh dapat di pantau dengan baik,khususnya dari selat Malaka.

Pintu Khop

Bangunan berwarna putih bersih tersebut merupakan salah satu peninggalan masa kesultanan Aceh,tepatnya pada masa pemerintahan sultan iskandar Muda pada abad ke 16. pintu khop dibangun oleh Sultan Iskandar Muda yang menjadi akses penghubung antara istana dengan Taman Sari Gunongan.

Hal ini terlihat dari desain rancangan bentuk juga warna warna pintu yang senada dengan bangunana Gunongan,sebuah taman yang dihadiahkan sang Sultan untuk permaisurinya Putroe Phang sebagai tanda cinta

Hikayat Prang Sabi

Hikayat ini merupakan sebuah prosa yang mengisahkan perjuangan menegakkan agama Allah,terutama dalam menghadap gempuran kaum kafir. Hikayat ini ditulis oleh kaum ulama Aceh dengan tujuan untuk membangkitkan semangat juang rakyat Aceh.

Pada saat itu Aceh mendapat gempuran dari penjajah Belanda yang ingin menguasai Aceh.para ulama menganggap perperangan melawan penjajah tersebut adalah jihad,siapaun yang gugur termasuk mati syahid.

Makam Sultan Iskandar Muda

Makam Sultan Iskandar Muda terletak di samping Meuligoe Aceh,yaitu tempat kediaman Gubernur Aceh. Saat ini kompleks pemakaman Sultan Iskandar Muda dan keluarganya termasuk istrinya Putroe Phang tampak jauh lebih baik,juga sangat terawat,Nuasa islami begitu terasa di kawasan makam.pada beberapa bagian makam terdapat berbagai hiasan kaligrafi yang berasal dari kitab suci.

Uang Emas Kesultanan Aceh

Pada masa kejayaannya sebagai kerajaaan Islam,Aceh memberlakukan mata uang dirham sebagai mata uang resmi di kerajaan Aceh.Mata uang dirham adalah uang koin yang terbuat dari emas. pada saat itu Kerajaan Aceh terdiri dari beberapa pusat kekuasaan.

Di antaranya adalah Gampong pande yang berada di bawah kekuasaan Dinasti Meukuta Alam.pusat kerajaan tersebut di satukan dengan pusat kerajaan lainnya,yaitu Darul Kamal oleh sultan Ali Mughayatsyah.setelah penyatuan tersebut, wilayah Gampong Pande menjadi pusat industri,salah satunya adalah pusat pencetakan koin emas.

Monumen Pesawat Dakota Seulawah 001

Di Aceh juga terdapat peninggalan masa perjuangan Republik Indonesia dalam upaya meraih kemerdekaan RI.peninggalan tersebut adalah sebuah pesawat angkut jenis Dakota yang di beri nama Dakota RI-001 seulawah.pesawat angkut ini memang bukan buatan Aceh,namun pesawat ini di beli  dengan menggunakan uang sumbangan dari rakyat Aceh.

Aneka Alat Musik Khas Aceh

Arbab

Adalah sejenis alat musik gesek mirip dengan rebab.Hal ini dapat di lihat dari bentuk dan cara memainkannya,yaitu dengan cara di gesek dengan posisi berdiri.alat musik  ini dibuat  dari bahan alami.

Bangsi Alas

Bangsi alas adalah jenis alat musik tiup,bentuknya mirip seruling dan juga sama terbuat dari bambu. Alat musik  ini berasal dari daerah Alas,sebuah kawasan di kabupaten Aceh tenggara.

Canang

Canang adalah jenis alat musik pukul.Dilihat dari bentuknya mirip gong kecil ,di aceh sendiri canang terdapat di hampir kawasan di Aceh,seperti Gayo, Tamiang, dan Alas.

Geundrang

Geundrang adalah salah satu alat musik jenis perkusi khas Aceh.sebagai alat musik pukul atau perkusi cara memainkan alat musik geundrang adalah dengan cara di pukul,baik hanya dengan menggunakan tangan maupun dengan alat pemukul khusus.Alat musik perkusi ini banyak di jumpai di berbagai daerah Aceh pesisir,terutama pidie dan Aceh utara.

Rapai

Sama halnya dengan geundrang.rapai juga merupakan alat musik pukul atau perkusi,namun alat musik ini memiliki bentuk seperti rebana,yaitu gendang pipih dari bahan kayu dan salah satu ujungnya ditutup kulit sebagai bagian yang dipukul.

Serunee Kale

Serunee kale adalah alat musik tiup berbentuk seperti terompet kecil klarinet,yaitu alat musik tiup yang memiliki lidah-lidah tunggal dapat bergetar pada saat ditiup,terbuat dari kayu atau logam disertai lubang-lubang gamitan,dan menghasilkan suara kecil yang melengking keras.di aceh sendiri alat musik ini tersebar ke berbagai kawasan di Aceh,seperti pidie,aceh utara,Aceh Besar,dan Aceh Barat.

Taktok Trieng

Taktok trieng adalah alat musik khas Aceh yang termasuk ke dalam jenis alat musik perkusi.jenis alat musik ini terdiri dari dua  jenis berdasarkan penggunaannya,yaitu taktok trieng yang sering di gunakan di meunasah atau madrasah(sekolah yang berdasarkkan Islam)dan satu lagi di tengah sawah.

Jenis taktok trieng yang di letakan di tengah sawah memiliki fungsi sebagai pengusir burung,mirip dengan orang-orang sawah yang di gunakan untuk  mengusir burung-burung peman biji padi.untuk mengusir burung-burung pengganggu tanaman padi,si petani cukup dapat membunyikannya dengan cara menarik-narik tali tersebut di dangau.


Tari-tarian Tradisional dari Berbagai Kawasan di Aceh


  • Tari Bines
  • Tari Guel
  • Tari Laweut
  • Tari likok pulo
  • Tari Mesekat
  • Tari pho
  • Tarian Rabbani Wahed
  • Tari Ranup Lampuan
  • Tari Rapai Geleng
  • Tari Rateb Meuseukat
  • Tari Ratoh Duek
  • Tari Saman
  • Tari Seudati
  • Tari Tarek pukat
  • Tari ula-ula lembing
  • Didong
  • Tangis Dilo


Seni Sastra Aceh

  • Narit maja
  • Neurajah
  • Hiem
  • Panton
  • Cae’
  • Hikayat
  • Legenda
  • Fabel
  • Kitab BustanussalatinKitab Bustanussalatin

Aneka jenis masakan Khas Aceh
  • Ayam tangkap
  • Kanji Rumbi
  • Kuah Belangong
  • Kuwah Pli’’ek u
  • Martabak Aceh
  • Masam keu’eu’’eng
  • Mie Aceh
  • Mie caluek
  • Nasi Guri
  • Sie Reuboh
  • Pengat Ikan Depik
  • Sambai oen peugaga
  • Keumamah
  • Sambai Asam udeu’’eng
  • Sate Matang
  • Kuah kaldu
  • Kuah Sie Kameng
  • Rujak Aceh


Aneka jenis kue dan camilan Khas Aceh

  • Ruti seu’oep
  • KUE TIMPAN
  • KUE Adee
  • Kue Bhoi
  • Meuseukat
  • Ie Bu peudah
  • Kuah Tube
  • Kue keukarab



Aneka minuman khas Aceh

  • Kupi aceh
  • Sanger

Demikianlah artikel mengenai Kebudayaan Aceh yang ditulis oleh Sari Fah. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

  • Aris ananta,Evi Nurvaridya Arifin,M.sairi Hasbullah,Nur Budi Handayani,dan Agus pramono.2015.’’Demography of indonesia’s  Ethnicity.Institute of southerast Asian studies dan BPS’’.statististics Indonesia.
  • Graf,Arndt,at.,al.2010.’’Aceh:History,politics and Culture’’.Institute of Southeast Asian studies: Singapore
  • Harun,Ramli;M.A Gani,Tjut Rahma.1985.’’Adat Aceh’’.Departemen pendidikan dan kebudayaan:Jakarta
  • Kawilarang,Harry. 2010.’’Aceh dari sultan Iskandar Muda ke Helsinki’’.Bandar publishing: Banda Aceh.
  • Matthew Clarke,Isme Fanany,sue kenny.2010.’’post-Disaster Reconstruction:lessons from Aceh’’.Earthscan; London-washington DC


0 Response to "Kebudayaan Aceh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel