Suku Dayak : Sang Penjaga Heart of Borneo


Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau, 3 dari 6 pulau terbesar di dunia terdapat di Indonesia yaitu Kalimantan, Sumatera dan Papua. Luasnya area Indonesia juga menimbulkan keberagaman suku adat, hal itu terbukti dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar negara dengan jumlah suku bangsa terbanyak di dunia yaitu terdapat lebih dari 740 suku bangsa di Indonesia.

Salah satu suku bangsa yang terkenal di Indonesia ialah Suku Dayak. Suku Dayak adalah suku penghuni pedalaman Pulau Borneo yang mendiami Pulau Kalimantan. Tempat kediaman Suku Dayak masuk ke dalam lingkup Heart of Borneo.

Heart of Borneo merupakan program untuk mengelola kawasan hutan tropis dataran tinggi di Borneo. Suku Dayak banyak berperan dalam menjaga Pulau Kalimantan hal ini berkaitan dengan adat istiadat dan kepercayaan yang diyakini, di mana Suku Dayak sangat menghormati alam.

Asal Usul Suku Dayak 

Arti dari kata Dayak secara umum adalah “Orang pedalaman yang jauh dari kehidupan kota.” Orang Dayak percaya bahwa nenek moyang mereka berasal dari langit yang diturunkan ke dunia dengan wadah emas.

Menurut legenda yang tersebar, pada mulanya semua orang Dayak berkumpul di satu tempat namun karena ada suku lain yang ingin menyerang, maka Suku Dayak mencari tempat tinggal baru. Suku Dayak pada saat itu memutuskan untuk berpencar agar suku etniknya tidak musnah. Sehingga pada saat ini Suku Dayak tersebar ke dalam beberapa tempat di Pulau Kalimantan.

Filosofi Hidup Suku Dayak

Orang Dayak memiliki filosofi hidup yang dipegang teguh oleh mereka. “Adil ka talino bacuramin ka saruga basengat ka jubata”  Inti dari filosofi tersebut adalah manusia dimana pun berada harus selalu berbuat baik dan adil kepada semua makhluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan.  Suku Dayak sangat menghargai alam, karena mereka menyadari bahwa semua kebutuhan hidupnya didapatkan dari alam.

Upacara Adat Suku Dayak

Suku Dayak percaya bahwa roh para nenek moyang mereka masuk ke dalam tubuh mahluk hidup lainnya, seperti burung. Saat Suku Dayak ingin meminta bantuan atau petunjuk dari para leluhur maka diadakan upacara manajah antang.

Upacara ini dilakukan dengan perantara burung antang atau burung elang. Selain upacara manajah antang, ada juga upacara intu batu bulan. Upacara intu batu bulan dilaksanakan pada tanggal 4 bulan Juli. Upacara ini diadakan untuk berkomunikasi dengan para tetua desa dan para jagoan desa yang diyakini oleh Suku Dayak bahwa roh-roh mereka akan selalu melindungi keturunannya.

Pukung Pahewan

Pukung Pahewan yaitu tempat atau kawasan yang berisikan pohon-pohon yang dianggap keramat, sehingga pukung pahewan bisa diartikan juga dengan hutan keramat. Suku Dayak meyakini di dalam pohon-pohon keramat terdapat mahluk halus sehingga jika mengganggu atau merusak sesuatu di Pukung Pahewan maka dapat mendatangkan bencana.

Adat istiadat dan kebudayaan Suku Dayak sangat menjungjung tinggi alam karena mereka menyadari bahwa alam merupakan sumber kehidupan mereka. Alangkah baiknya jika kita dapat meniru sikap menghormati Suku Dayak kepada alam sehingga alam Indonesia akan tetap lestari.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Kebudayaan Suku Dayak. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Debby Putri Septian ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih


0 Response to "Suku Dayak : Sang Penjaga Heart of Borneo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel