Sejumput Kebudayaan Tulungagung


Indonesia dikenal sebagai negara majemuk dan memiliki keberagaman budaya, dari Sabang sampai Merauke. Bahkan setiap Desa memiliki ciri khas masing-masing, entah dalam segi kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat. Aku akan memperkenalkan kebudayaan daerahku yang jarang diketahui banyak orang. Yaitu Kota Tulungagung.

Sebelumnya, aku ingin kalian tahu letak Kota Tulungagung; berada pada provinsi Jawa Timur bagian Selatan, juga dikenal dengan sebutan Kota Marmer. Ada dua festival kebudayaan yang menurutku bagus, dan orang lain perlu tahu. Festival ini berada pada Tulungagung bagian Selatan, tepatnya di Pantai Popoh dan juga di Desa Sawo. Yakni, Larung Sesaji dan Ulur-Ulur.

Pertama, Larung Sesaji merupakan upacara adat yang diadakan dengan maksud rasa syukur masyarakat atas Sumber Daya Alam Lautan, yaitu Pantai Popoh yang sudah menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Kata Larung dalam Bahasa Indonesia yang lebih mudah artinya menghanyutkan, sedangkan Sesaji yaitu makanan(bunga-bungaan dan sebagainya). Jadi kegiatan dalam Larung Sesaji ialah masyarakat melarungkan atau menghanyutkan Tumpeng dan sesajen ke tengah laut.

Dalam Tumpeng itu sendiri berisi : nasi, ikan, buah, ayam lodo, dll. Larung Sesaji hanya diadakan pada satu suro. Atau dalam kalender masehi; Januari tetapi tanggal tidak dapat ditentukan.

Kedua, Ulur-Ulur. Biasanya upacara kebudayaan ini dilakukan hanya pada hari jum'at legi selo atau pada bulan november jum'at legi, karena tergantung adat jadi tidak tentu. Tidak ada hukum dan pakem-nya.

Berbeda dengan Larung Sesaji yang diadakan di Laut, Ulur-Ulur dilakukan di Telaga, yaitu Telaga Buret Desa Sawo. Tujuannya yaitu rasa syukur terhadap air dalam telaga yang bisa mengairi 4 Desa : Sawo, Ngentrong, Gedangan, dan Gamping. Dalam Ulur-Ulur masyarakat membawa makanan dari rumah, entah berupa jajanan atau nasi lalu dikumpulkan menjadi satu dan dibagikan kepada orang-orang di situ.

Dua festival budaya ini sama-sama dilakukan pada waktu tertentu. Dan tidak dapat kalian kunjungi di waktu lain. Jadi, apabila ingin melihat festival kebudayaan ini, kalian harus mengunjunginya sesuai waktu yang telah ditentukan.

Demikian tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Kebudayaan Tulungagung. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Kensiwi Permadani ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Sejumput Kebudayaan Tulungagung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel