Kemeriahan PIFAF, Festival Pengenalan Lintas Budaya dan Pariwisata Internasional di Polewali Mandar


Jika berbicara mengenai Festival budaya maka Sulawesi barat merupakan daerah yang pantas untuk diulik. Salah satu kabupaten di Sulawesi Barat yaitu Polewali Mandar sukses mengadakan festival budaya bertaraf internasional selama empat kali berturut – turut yaitu PIFAF.

a. Awal Mula PIFAF

Bagi yang belum mengetahui, Polewali Mandar International Folk and Art Festival atau sering disingkat PIFAF merupakan ajang pengenalan budaya bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh pemerintah Polewali Mandar bekerja sama dengan Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF).

Festival seperti ini seblumnya telah dilaksanakan di Kalimantan dan kemudian Berpindah ke Polewali Mandar pada tahun 2016 dan tahun ini sudah ke 4 kalianya PIFAF diadakan. Festival ini mengusung konsep pengenalan lintas budaya dengan mengundang negara – negara luar untuk memperkenalkan budaya mereka seperti nyanyian dan tarian kepada masyarakat dan masyarakatpun memperkenalkan dan mengajarkan budaya mandar dan memperkenalkannya kepada masyarakat di negara mereka nantinya.

Adapun Negara – negara yang telah datang dan memperlihatkan berbagai keunikan budaya mereka adalah Korea Selatan, Rusia, Malaysia, Romania, India, Latvia, Polandia, Kroasia, Mexico, China Taipei dan Thailand yang merupakan negara – negara anggota International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) yang memang bekerja sama dengan PIFAF ini.

Pada tahun 2017, Negara – negara seperti Inggris, Spanyol, Firlandia, Belanda, Rusia, Portugal, Jerman, Prancis, Vietnam, China, Hongkong dan Maroko datang sebagai peserta pendukung Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC).

Jadi tahun 2017 negara yang datang bukanlah anggota dari CIOFF. Di tahun 2019 ini, negara anggota CIOFF yang kembali mengisi panggung PIFAF adalah Korea Selatan, Afrika Selatan, Ekuador, Republik Ceko, Timor Leste, Slovakia, India.

Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak – anak muda berprestasi Polewali Mandar untuk menyalurkan bakat mereka seperti menjadi Liaison Organizer atau panitia untuk mendampingi negara - negara dan menyukseskan event besar ini.

PIFAF diadakan di Arena Sport center Polewali Mandar selama 7 hari yaitu dari tanggal 1 hingga 7 agustus 2019. Kegiatan PIFAF dimulai pada siang hari namun suasana keramaian baru akan terasa pada saat malam hari.

b. Kemeriahan PIFAF 

Saya akan berbagi sedikit pengalaman saya pada saat menghadiri PIFAF. Jadi pada hari selasa kemarin, saya berkunjung ke PIFAF untuk menyaksikan pagelaran budaya tersebut. Dari parkiran suda terasa ramainya hingga masuk kedalam saya takjub sebab kegiatan ini penuh dengan orang – orang.

Lokasi panggung pementasan budaya dan lapak para pedagang berada di tempat berbeda sehingga kita bisa fokus menonton pentasnya tanpa terganggu para pedagang yang sekiranya cukup dipadati masyarakat yang ingin berburu makanan dan barang – barang murah.

Tiba dipanggung, kita dibuat takjub akan keunikan model panggung yang dibuat sehingga menambah kesan tradisional khas Mandar. Pada saat mendekati panggung, kita disuguhkan oleh penampilan MC yang cukup menghibur dan memberikan informasi seputar negara yang akan tampil dan malam itu yang tampil adalah negara Equador.

Mereka menampilkan tarian khas nan unik dengan pakaian tradisional dan bunga sebagai pelengkap tarian mereka. Penampilan yang cukup menarik dengan gaya lompat khas America Selatan yang membuat masyarakat takjub.

Setelah puas dengan penampilan dari negara Equador, saya mencoba menelusuri lapak – lapak yang ada. Kegiatan PIFAF ini bukan hanya memberikan kesan positif terhadap pengenalan budaya masing  masing tetapi juga memberikan kesempatan kepada pedagang – pedagang kecil yang diberikan lahan khusus dalam menjajakan lapak mereka kepada para pendatang atau masyarakat disana.

Semua menarik mata untuk melihat sebab ada beraneka macam makanan dan barang – barang yang dijual. Ada juga lapak baca dan juga pameran – pameran yang memperlihatkan pesona Mandar dari Alam, budaya, makanan hingga benda – benda khas Mandar.

Tak hanya itu saja, terdapat pula spot Photobooth yang disediakan kepada masyarakat yang ingin mengenang PIFAF lewat poto. Dengan desain unik dari latar hingga payung – payung tradisional yang bergelantungan diatas serta ukiran kayu sandeq (Perahu khas Mandar) menambah elegan dan uniknya Photobooth tersebut.

Malam itu semua tampak luar biasa dengan banyaknya antusias masyarakat yang ingin melihat penampilan negara – negara yang datang serta berfoto bersama mereka.

c. Sanggar Indonesia dan Lokal

Di kegiatan PIFAF ini, tak hanya negara – negara saja yang diberikan kesempatan untuk menampilkan tarian khas mereka tetapi Indonesia dan lokal pun turut andil menyukseskan pagelaran ini.

Sanggar – sanggar lokal yang berasal dari dari seluruh wilayah SULBAR hingga nasional seperti sanggar dari Yogyakarta, Bandung dsb juga turut mewakilkan Indonesia di panggung PIFAF ini sehingga kebudayaan lokalpun turut disaksikan oleh para mancanegara.

Hal ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia terkhusus Sulawesi Barat memiliki ragam tarian khas yang wajib diketahui oleh seluruh dunia. 

d. PIFAF dan Keunggulannya

Kegiatan ini menurut saya cukup sukses sebab banyak pengalaman yang bisa kita petik dari berlangsungnya kegiatan PIFAF ini bukan hanya segi dari pengenalan budayanya, tetapi dari segi pengenalan pariwisatanya.

Pantai Dato’, Pantai Mampie, Wisata Manggrove Gonda, Pulau Karamasang, Pulau Gusung Toraja, Pantai Pasir Putih, Wisata Alam Kali Biru, Wisata Alam Salupajaan, Pasar khusus oleh – oleh khas Mandar serta masih banyak lagi objek wisata lainnya semua menarik untuk dikunjungi.

Oleh sebab itu, para perwakilan negara yang diundang akan dibawa berkeliling wisata yang ada di Polewali Mandar guna membantu menkomersialkannya ke negara – negara asal mereka.

Adapun kegiatan PIFAF ini menjadi kebanggan tersendiri bagi pemerintah Polewali Mandar sebab bukan hal mudah untuk bisa mengundang negara untuk datang mengunjungi daerah yang baru saja lepas dari sematan daerah 3T tersebut.

Tetapi pemerintah bisa membuktikan bahwa Polewali Mandar juga layak mendapatkan perhatian dunia dengan berbagi kekhasan yang dimilikinya karena ujungnya memberi impact yang besar kepada masyarakat.

Baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga Polman tampil dalam peta Pariwisata dunia dan menjadi media untuk memperkenalkan dan mengangkat budaya lokal menjadi aset wisata nasional

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang  Festival PPIPAF Polewali Mandar. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Triana Wulandari ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Kemeriahan PIFAF, Festival Pengenalan Lintas Budaya dan Pariwisata Internasional di Polewali Mandar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel