KOPI LEGO (Komunitas Peduli Kelestarian Reog Ponorogo) Sebagai Wadah Untuk Memperkenalkan Indonesia Melalui Budaya dan Kekhasannya



Reog merupakan kesenian asli Ponorogo yang termasuk dalam budaya Provinsi Jawa Timur. Meskipun demikian, pada tahun 2008 terjadi pengklaiman oleh pemerintah Malaysia. Hal ini menjadikan negara lain belum sepenuhnya meyakini bahwa kesenian tersebut benar-benar berasal dari Ponorogo.

Anggapan seperti ini sudah jelas merugikan bangsa. Karena apabila masyarakat mancanegara meyakini Reog berasal dari Indonesia maka akan banyak keuntungan yang diperoleh seperti pendapatan daerah dan pendapatan nasional yang meningkat dan kesejahteraan masyarakat lebih terjamin.

Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis terinspirasi membuat inovasi dengan mengajak anak muda untuk melestarikan kesenian Reog melalui “KOPI LEGO (Komunitas Peduli Kelestarian Reog Ponorogo) Sebagai Wadah Untuk Memperkenalkan Indonesia Melalui Budaya dan Kekhasannya”.

KOPI LEGO merupakan sebuah komunitas yang berperan sebagai wadah dalam membentuk karakter generasi muda peduli kearifan lokal dan cinta budaya Reog Ponorogo sekaligus memperkenalkan negara Indonesia kepada mancanegara melalui budaya dan kekhasaannya.

KOPI LEGO dapat diikuti oleh anak muda mulai dari usia 15 tahun. Hal ini dikarenakan usia tersebut merupakan usia awal anak bersosialisasi dengan dunia luar. Sehingga anak akan lebih antusias untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya Reog.

Ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan oleh anak muda agar bisa menjadi anggota KOPI LEGO. Pertama yaitu sosialisasi. Sosialisasi bertujuan untuk mengenalkan program yang ada didalam KOPI LEGO.

Caranya dengan mendatangi sekolah-sekolah, sanggar budaya maupun komunitas budaya yang ada di Ponorogo. Kegiatan ini dilakukan setiap dua bulan sekali. Tahap kedua yaitu registrasi, kegiatan ini merupakan tahap dimana pengurus membuka pendaftaran bagi calon anggota KOPI LEGO.

Regitrasi bisa dilakukan secara online maupun offline. Secara online dilakukan dengan cara calon anggota mengisi google form. Sedangkan secara offline calon anggota dapat mendatangi sekretariat KOPI LEGO dan mengisi formulir yang sudah disediakan.

Tahap terakhir adalah seleksi. Pada tahap ini ada beberapa aturan yang telah ditentukan. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa kuat motivasi pendaftar untuk bergabung di KOPI LEGO. Calon anggota yang akan dipilih disesuaikan dengan visi misi KOPI LEGO dan benar-benar bersedia meluangkan waktunya untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Dalam tahap ini akan dibentuk susunan kepengurusan agar pembagian kerja lebih terstruktur.
Komunitas ini memiliki beberapa program utama diantaranya BINA KARAKTER, TAMBANG BACA, RUANG KREASI dan KANTONG EKSPRESI.

Program BINA KARAKTER merupakan kegiatan dimana anggota komunitas mempelajari tentang budaya lokal yang ada di Ponorogo, yaitu Reog sehingga anggota komunitas memiliki rasa peduli terhadap kelestarian budaya lokal dan mau memperkenalkannya dengan dunia luar.

Selain itu, kami mendatangakan tokoh budaya yang ada di Ponorogo sebagai mentor untuk menambah wawasan anggota tentang budaya khususnya kesenian Reog Ponorogo. Program selanjutnya adalah TAMBANG BACA.

TAMBANG BACA bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelestarian budaya melalui kegiatan literasi. Kegiatan ini dilakukan satu minggu sekali. Mengenai sarana seperti buku dapat diperoleh dengan bekerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Ponorogo.

Sedangkan RUANG KREASI yaitu kegiatan dimana generasi muda dituntut untuk mempraktikan dan mempelajari filosofi-filosofi yang ada di dalam kesenian Reog Ponorogo. Caranya adalah dengan berkunjung ke tempat pengrajin Reog dan menemui penari yang mengetahui seluk-beluk serta makna setiap gerak tari.

Sementara itu, KANTONG EKSPRESI adalah sebuah kegiatan untuk mengadakan pagelaran seni di kota lain dengan bekerja sama Dinas Pariwisata yang terkait. Sedangkan untuk memperkenalkan Reog di mancanegara kita bisa mengikuti event-event yang diselenggarakan negara lain seperti pertukaran budaya, kirab budaya dan festival budaya lainnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang efektif karena negara lain bisa secara langsung menyaksikan Reog Ponorogo. Sehingga mereka yakin bahwa Reog adalah aset budaya asli Ponorogo, Indonesia.

Dewasa ini, sosial media dapat dijadikan sebagai tempat untuk menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh KOPI LEGO. Setelah melakukan kegiatan kami mendokumentasikan kemudian mengunggah di akun resmi KOPI LEGO baik Instagram maupun Facebook. Tujuannya adalah semakin dikenalnya KOPI LEGO dan Reog Ponorogo.

KOPI LEGO juga memiliki program unggulan yaitu KELANA BERAKSI dan DUTA BUDAYA yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali. KELANA BERAKSI bertujuan untuk melatih kerjasama dan kekompakan antar anggota dalam memecahkan permainan teka-teki yang berisi tentang kearifan budaya lokal.

Sedangkan, DUTA BUDAYA merupakan suatu penghargaan yang diberikan kepada anggota KOPI LEGO yang aktif memperkenalkan Reog Ponorogo. Pemilihan DUTA BUDAYA dilakukan berdasarkan jumlah point yang telah dikumpulkan setiap kali memperkenalkan budaya.

Dalam kesuksesan kegiatan ini, perlu adanya kerja sama dengan Dinas Pendidikan Daerah Ponorogo, Dinas Pariwisata Daerah Ponorogo serta Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Untuk keberlanjutan komunitas ini perlu adanya penggalangan dana melalui sponsor, membuka sumbangan sukarela dari seluruh masyarakat dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Apabila “KOPI LEGO (Komunitas Peduli Kelestarian Reog Ponorogo) Sebagai Wadah Untuk Memperkenalkan Indonesia Melalui Budaya dan Kekhasannya” dapat diterapkan dengan baik maka akan membentuk karakter generasi muda yang cinta dan peduli terhadap budaya lokal khususnya Reog Ponorogo.

Hal ini merupakan jembatan emas bagi Reog Ponorogo dikenal oleh masyarakat luas hingga mancanegara. Selain itu, penulis berharap banyak generasi muda yang tertarik untuk bergabung dengan KOPI LEGO dan semakin bersemangat untuk memperkenalkan dan melestarikannya. Semoga KOPI LEGO menjadi sarana yang tepat untuk mengantarkan budaya Indonesia menjadi lebih baik. 

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang menjelaskan tentang Komunitas Peduli Kelestarian Reog Ponorogo. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Wandha Yunia Utami ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

3 Responses to "KOPI LEGO (Komunitas Peduli Kelestarian Reog Ponorogo) Sebagai Wadah Untuk Memperkenalkan Indonesia Melalui Budaya dan Kekhasannya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel