Plesiran ke Kota Proklamator

Setiap provinsi di Indonesia pasti memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan, baik wisatawan domestic maupun mancanegara. Provinsi Jawa Timur salah satunya memiliki segudang destinasi wisata, khususnya wisata budaya yang bisa menjadi salah satu list liburan yang menawarkan pengalaman dan pengetahuan berkaitan dengan nilai-nilai budaya yang bisa kita petik.

Tidak hanya itu, wisata kebudayaan juga membawa atmosfir yang positif dimana wisatawan diajak untuk kembali merasakan suasana di masa lampau. Tentunya belum banyak orang yang tahu tentang Kota Blitar.

Kota Blitar merupakan kota kecil yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur, yang memiliki julukan sebagai Kota PETA, Kota Patria, dan Kota Proklamator (Bumi Bung Karno). Kota Blitar ini mempunyai banyak tempat wisata yang patut untuk dikunjungi seperti diantaranya:

1. Makam Bung Karno 


Tempat ini adalah pemakaman presiden pertama Indonesia, yaitu Ir. Soekarno. Makam Bung Karno didesain bangunan joglo yang merupakan bangunan khas Jawa. Makam dari Bung Karno diapit makam ibunda, dan ayahandanya.

Lokasi makam ini terletak di Kecamatan Sananwetan, Kelurahan Bendogerit, Blitar. Kurang lebih berjarak 2 km dari pusat kota. Ada berbagai macam pilihan modal transportasi untuk bisa sampai ke tempat ini, antara lain; becak, ojek, dokar, angling maupun transportasi online. Sebelum memasuki area makam, pengunjung diminta untuk menulis buku tamu dan di pintu masuk ke makam terdapat gapura yang cukup megah bernuansa ala Bali.

Masih satu komplek dalam makam terdapat museum dan perpustakaan. Di pintu masuk museum terlihat lukisan Bung Karno yang berdetak layaknya jantung manusia jika dilihat dari samping lukisan.

Selain itu, ada benda-benda sejarah peninggalan Bung Karno seperti pakaian dinas dan uang jaman dulu. Di depan museum terdapat perpustakaan dewasa yang berisi buku-buku yang berkaitan dengan sejarah maupun umum. Sedangkan di samping museum terdapat perpustakaan yang dikhususkan untuk anak-anak karena berisi buku ensiklopedia dan anak-anak bisa menonton film anak-anak yang disukai.

Di sepanjang area makam, ada ratusan kios pedagang yang menjajakan cenderamata bernuansa Bung Karno dan berbagai pilihan oleh-oleh khas Blitar yang menarik untuk dimiliki karena tempat ini merupakan salah satu sentra pembuat gendang.

2. Candi Penataran


Jangan sampai melewatkan tempat ini, ketika berkunjung ke Blitar. Lokasi Candi Penataran terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Letaknya cukup jauh dari pusat kota sehingga untuk sampai ke tempat ini perlu menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi online karena tidak banyak transportasi umum yang berlalu lalang.

Di kawasan candi ini ada “mata air yang tak pernah kering”. Mata air ini sudah ada sejak Candi Penataran dibangun yang digunakan sebagai tempat mengambil air suci untuk upacara dewa gunung. Mata air tersebut tidak akan pernah kering bahkan surut walau musim kemarau sekalipun.

Oleh karena itu, para pengunjung berbondong-bondong untuk membasuh wajah mereka denga air tersebut dan melempar koin ke dalam mata air yang dipecaya dapat mengabulkan permintaan apapun.

Setiap satu tahun sekali di teras Candi Penataran ada pehelatan Purnama Seruling Penataran. Acara tersebut diselenggarakan tepat ketika bulan purnama bersinar terang-terangnya dilangit Kota Blitar. Dalam acara ini menampilkan seniman lokal Blitar, nusantara dan mancanegara.

3. Istana Gebang


Istana Gebang merupakan kediaman keluarga Bung Karno di Blitar. Istana Gebang ini lebih akrab di telinga masyarakat setempat dengan sebutan rumah Ibu Wardoyo. Rumah ini menjadi tempat tinggal Bung Karno semasa kecil hingga beranjak remaja. Rumah ini letaknya tidak jauh dari makam Bung Karno kira-kira 2 km ke arah selatan.

Di sebelah kanan rumat utama terdapat balai kesenian yang dulu sering digunakan sebagai tempat berekspresi bagi para seniman seperti pementasan wayang. Ada lagi tempat favorit pengunjung yaitu sebuah sumur tua di belakang rumah yang sampai sekarang masih mengalir mata air yang jernih dan dipercaya memiliki khasiat untuk yang menyehatkan.

Para pengunjung yang datang ke lokasi menyempatkan waktu untuk mengambil air jernih tersebut sebagai oleh-oleh untuk keluarga.  Setiap tanggal 6 Juni yang diperingati sebagai Hari Lahir Bung Karno, rumah ini menyelenggarakan haul dan berbagai macam kesenian untuk memperingati hari jadi Bung Karno dan sebagai hiburan rakyat.

4. Monumen Supriyadi

Monumen Supriyadi atau yang lebih dikenal dengan Monumen PETA (Pembela Tanah Air) merupakan monumen yang dibangun untuk memperingati dan menghormati kejadian bersejarah pada tahun 1945 dimana pada saat itu Kota Blitar menjadi pusat terjadinya pemberontakan tentara PETA melawan tentara Jepang yang dipimpin oleh Soedanco Soepriyadi.

Monumen ini ditujukan untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam pemberontakan PETA dan menanamkan rasa semangat bagi para generasi muda dalam melanjutkan perjuangan Indonesia menjadi Negara yang besar.

Setiap tanggal 14 Februari yang diperingati sebagai peristiwa pemberontakan PETA, diselenggarakan pementasan drama kolosal di halaman Monumen PETA. Drama kolosal itu menceritakan perjuangan pasukan PETA yang dipimpin oleh Soedanco Supriyadi dalam mengusir penjajah Jepang.

Ada sekitar kurang lebih 250 orang yang terlibat dalam pementasan drama kolosal ini yang meliputi seniman dan pelajar se-Kota Blitar. Masyarakat Kota Blitar pun sangat antusias dalam menonton acara ini sehingga drama kolosal bisa berlangsung meriah.

5. Makam Arya Blitar
Makam Arya merupakan makam dan petilasan dari Adipati Arya Blitar. Makam ini sering dikunjungi pada bulan Suro (Muharram) dan setiap malam Jumat legi dengan tujuan untuk mendapatkan berkah. Arya Blitar adalah adipati pertama di Blitar yang merupakan tokoh berpengaruh dalam pembangunan Blitar.

Dengan demikian, sebagai penerus generasi bangsa perlu mempelajari dan menghayati setiap peristiwa-peristiwa sejarah serta tetap menjaga kelestarian budaya terutama di daerah masing-masing sehingga anak cucu kelak masih bisa menikmatinya da nada semangat nasional untuk mengisi kemerdekaan sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel mengenai Kota Proklamator Blitar. Semoga tulisan yang dikirimkan oleh Ferdiana ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca. Terimakasih,

0 Response to "Plesiran ke Kota Proklamator"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel